I'M the mafia

I'M the mafia
Pesta



Mereka ber 3 masuk mobil dan berjalan pulang,tapi di tengah jalan mobilnya berhenti di pom bensin bukan karena kehabisan bensin tapi karena paman Panjul yang dapat panggilan alam,,"kalian berdua tunggu dulu ya perutku sakit banget soalnya"ucap paman Panjul,,"Hadehh kenapa gak dari tadi waktu di sana si,buruan yang lain pasti sudah menunggu di rumah"jawab paman Irfan,,"ah kalau aku tadi ke toilet takutnya aku mengganggu,tenang aku ga lama"ucap paman Panjul yang membuka pintu mobil dan dengan segera langsung pergi ke WC karena perutnya sudah tidak tahan.Paman Irfan hanya bingung mendengar jawaban Panjul sedangkan Ken dia hanya berdiam diri saja sambil melamun menghadap ke kaca mobil di bagian belakang hatinya gelisah dan bertanya "aku meninggalkan dia sendirian kira kira aman gak ya,padahal aku yang menolongnya tapi kenapa aku yang merasa bersalah,ah kenapa aku begitu memikirkannya si,jika dia cewek yang pintar dia pasti akan menelfon keluarga atau sahabatnya untuk meminta di jemput,dia juga anak orang kaya jadi aku tak perlu pusing memikirkannya"gundah Ken dalam hatinya.Dan paman Panjul pun terlihat sudah keluar dari WC dan sedang menuju mobil sambil mengelus perutnya dia berkata"ah sekarang sudah lega jadi hidup terasa gak ada beban",,"Lebay Lo anj"ucap paman Irfan.Dan paman Panjul pun langsung tancap gas dan buru buru pulang karena bosnya sudah misscall , sesampainya di rumah terlihat wajah orang di rumah yang senang karena melihat mereka ber 3 kembali dengan selamat dan tentunya dapat uang yang lumayan banyak."Kenapa kalian kembali lumayan lama apa karena di jalan sedang macet"ucap Akrom,,"ah tidak bos ini semua gara gara Panjul karena dia dapat panggilan alam jadi kami berhenti di pom bensin sebentar"ucap Irfan yang sedang menjelaskan pada bosnya,,"ah begitu syukurlah ku kira kalian mendapatkan masalah,yosh ayo kita mulai pestanya dan kita bercanda riang sampai pagi"ucap Akrom dengan berteriak dan bersemangat.Mereka pun memulai pestanya dengan menyalakan salon dan musik yang keras sambil menyanyi nyanyi menyantap makanan dan cemilan dengan gembira,dan di tengah pesta"bos sekarang Ken sudah dewasa dia sekarang sudah bisa merasakan rasa suka terhadap lawan jenisnya"ucap Panjul sambil tertawa yang memberitahukan pada bosnya itu,seketika mata Akrom dan membulat dan menunjukan senyum"wah iya kah bocah dingin seperti dia bisa suka terhadap cewek rupanya hahaha,coba ceritakan padaku kenapa kau bisa tahu dia suka pada seseorang"ucap Akrom yang mulai bertanya pada Panjul sedang Ken langsung menyangkalnya"kapan aku mengatakan hal seperti itu padamu paman aku kan hanya memastikan dia cewek yang di sekolahku apa bukan makanya aku memperhatikannya"ucap Ken dengan wajah malu,,,"hoo tapi matamu tetap tertuju padanya wajahmu juga memerah jika hanya memastikan kau hanya perlu melihat nya sebentar tapi kau terus saja melihatnya dengan seksama bahkan aku aja di cuekin"jawab Panjul dengan nada yang meledek,,"ah paman kau salah paham aku hanya memastikannya sungguh kenapa kau tidak percaya padaku"ucap Ken,dan paman Irfan pun ikut nimbrung"hah kapan kenapa aku tidak melihatnya"tanya nya,"ah itu waktu sedang memesan makanan"jawab Panjul.


"Ken kau hanya belum bisa memastikan pada hatimu saja,kau pikir aku tidak tau saat kau bilang mau ke toilet yah walaupun aku tidak mengikutimu ke sana sih"ucap lagi paman Panjul,,"emang apa yang terjadi di toilet"ucap Akrom dan Irfan."Fan bos tadi saat Ken memperhatikan gadis itu aku melihat si gadis ingin pergi ke toilet akan tetapi dia di ikuti oleh 3 orang hidung belang dan mungkin akan berniat buruk padanya,Ken yang melihatnya terlihat gelisah jadi setelah beberapa saat Ken pun juga pergi ke toilet,dan setelah Ken masuk ke toilet,setelah beberapa saat 3 orang hidung belang itu keluar dengan berlari ketakutan dan wajah mereka sudah babak belur semua sampai tak terlihat seperti orang lagi,dan itu sudah pasti Ken yang menghajarnya"ucap Panjul yang menceritakan pada Akrom dan Irfan sambil tertawa dan dengan nada yang meledek Ken,,"wah benarkah itu cerita yang menarik"Ucap Akrom yang matanya membulat dan tertawa bahagia mendengar cerita dari Panjul,,,"jadi Ken ceritakan apa yang terjadi waktu pas di toilet"ucap Irfan yang bertanya pada Ken,,"yah apa yang di ceritakan paman Panjul memang tidak salah sih ketiga orang itu berniat untuk melecehkannya dan aku juga sangat marah ketika melihat pacarannya hanya berdiam diri mengintip di depan pintu karena ketakutan dan dia pergi begitu saja seolah tidak tahu apa apa,jika di ingat ingat hal itu membuatku sangat kesal,jadi aku mendobrak pintu toilet dan menolongnya karena waktu itu aku sangat marah jadi aku menghajarnya dengan sedikit keras,hanya itu saja tidak lebih,lagiankan wajar saja aku menolongnya karena hal itu memang hal yang harus dilakukan"ucap Ken yang menceritakan kejadian waktu di toilet,"sial datang dengan keren sekali Ken layaknya seorang pahlawan"ucap para pamannya yang menyimak ceritanya sambil mengusap air mata karena terharu."Lalu selanjutnya bagaimana"tanya paman Akrom yang makin penasaran,,"bagaimana apanya tentu saja aku menyuruhnya pulang dan sarankan dia untuk di jemput keluarga atau sahabatnya lalu pergi meninggalkan nya"ucap Ken dengan santainya,,"DASAR B*D*H,seharusnya kau mengantarkannya sampai rumah dengan begitu kau bisa dekat dengannya"ucap para pamannya dengan serempak dan seketika Ken yang sedang minum langsung kaget dan tersedak juga batuk batuk,,"mengantarnya?aku kan sudah menolongnya jadi untuk pulang ya urusan dia lah kenapa aku juga harus mengantarnya"jawab Ken dengan sedikit kesal,,,"huuu kau tidak gentle man Ken,tapi yang pasti kau tidak lupa untuk menanyakan namanya kan"ucap Irfan,,"tidak aku tidak tau namanya aku juga tidak menanyakannya lagian itukan bukan hal yang penting"jawab Ken dengan santainya,,,"DASAR B*D*H"ucap para pamannya kembali,dan Ken pun kembali terkejut sambil menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya"kalian itu kenapa sih dari tadi mengataiku b*d*h,udah lah bahas yang lain aja,by the way paman Hendra kemana kok gak kelihatan"ucap Ken sambil bertanya keberadaan Hendra,,"owh dia sedang mengurus bisnis jadi tidak bisa ikut pesta"jawab Akrom,,"wah sayang sekali dia tidak ikut pesta padahal disini lagi sukaria tapi dia malah sedang sibuk"ucap Ken.


"Tenang saja nanti aku kasih dia bonus gaji biar adil"ucap akrom