I'M the mafia

I'M the mafia
Aku bukan musuh



Pertarungan terus berlanjut dan Ken kelihatan lebih unggul di banding Rian,dan kini Ken bersiap untuk menyerang karena Ken sekarang terpojok di sudut tembok bangunan,lalu dengan cepat tangan kanannya menuju ke tubuh Rian dengan jarak 1 inch lalu *Bruak* Rian terpental dengan serangan Ken tersebut.


"Apa itu tadi one inch punch? biasanya one inch punch digunakan untuk memperlebar jarak,tapi ini bukan hanya memperlebar tapi daya serangannya juga cukup kuat,sampai masih terasa sakit sampai sekarang,dia juga sudah memamerkan 3 teknik seni bela diri dari taekwondo,step tinju,dan sekarang jet kune do,ini sangat memalukan bagi diriku,jika dia seseorang yang bertujuan untuk membunuh non Hana bisa gawat" ucap Rian di dalam hatinya,keringat dinginnya terus bercucuran.


Ken melangkah ke depan,sedangkan wajah Rian panik karena takut pada Ken apa lagi tatapan dinginnya yang sangat tajam.


Akan tetapi Ken melangkah bukan untuk menyerang Rian,dia hanya ingin mengambil tasnya yang tergeletak jatuh di samping Rian,


"Sudahlah tidak ada gunanya kita bertarung,dan diriku juga sudah jujur bahwa data itu benar,aku juga tinggal sendiri kalau kau tidak percaya ayo ikut denganku ke rumah"ucap Ken pada Rian


"Kau pikir aku orang bodoh,teknik yang kau gunakan itu di atas rata rata,bahkan tenaga dalam mu sangat kuat dan melebihi diriku,kau anak yang terlatih,jadi katakan sejujurnya siapa yang menyuruhmu,kau berniat untuk mencelakai non Hana kan"ucap Rian yang berteriak kesal pada Ken.


"Hoo untuk masa laluku kau tidak perlu tau,tapi yang pasti kita ini bukan musuh selama kau tidak menggangguku terus,dan juga aku tidak pernah menuruti perintah siapapun,terus terang saja aku merasa kau itu orang yang bodoh,aku masuk sekolah sedari 2 tahun yang lalu bersamaan dengan Hana,jika aku berniat mencelakainya,aku akan membuat diriku satu kelas dengannya, lalu sedari dulu aku bisa langsung membunuhnya,dan untuk sekarang ini hanya kebetulan saja aku bisa satu kelas dengannya,dan jika memang aku membutuhkan waktu yang tepat untuk membunuhnya,aku pasti akan langsung membunuhmu yang notabe nya adalah pengawal,yang bisa menjadi penghalang besar untuk diriku,karena jujur saja kau itu kuat,hanya saja salah bertemu orang yaitu dengan diriku,sudahlah jangan ikut mencampuri urusan satu sama lain,dan berhenti mencari tahu tentangku,atau kau sendiri yang akan menyesal nantinya"ucap Ken secara tegas pada Rian.


"Jika kau memang tidak ada niatan seperti itu,tapi aku minta maaf karena sudah mencurigaimu,bagiku keselamatan non Hana sangat penting karena keluarganya sudah sangat baik terhadapku,aku di tugaskan untuk selalu menjaganya karena dulu non Hana pernah akan di perkosa tapi beruntungnya ada seseorang yang menolongnya,jika aku bertemu dengan orang tersebut aku pasti akan sangat berterima kasih,sekali lagi aku minta maaf dan tidak akan mencari tahu tentangmu lagi"ucap Rian yang meminta maaf dengan tulus sambil membukukan badannya.


"Oi oi jangan terlalu sentimen begitu membuatku geli saja,tawaranku masih sama seperti sebelumnya,jadi untuk menghilangkan kecurigaan kau ikut saja denganku ke rumah,tenang saja aku tidak berbuat aneh aneh"ucap Ken pada Rian yang sebenarnya dia hanya ingin di temani makan di rumah karena bosan jika makan sendiri.


"Sepertinya dia memang tidak bermaksud jahat,aku saja yang banyak berfikir,orang membunuh belum tentu jahat kan,toh aku sendiri pernah membunuh* Jika memang demikian aku akan ikut"ucap Rian dalam hatinya yang kemudian menerima ajakan Ken untuk pergi ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Rian terkejut karena melihat rumah Ken yang kecil,mereka masuk ke dalam dan Rian melihat sekeliling rumahnya yang sangat sederhana tidak ada hiasan apapun,hanya ada meja,kursi,kulkas,TVdan satu buah motor sport saja.


Rian di persilahkan duduk oleh Ken,sedangkan Ken menuju ke dapur untuk memasak,dia juga berkata pada Rian boleh melihat kamarnya ataupun segala ruangan agar dia percaya bahwa Ken tidak ada maksud jahat pada Yohana.


Rian pun menurutinya dia berkeliling dan melihat lihat ruangan,juga kamar Ken,akan tetapi tidak ada hal yang mencurigakan dan dia kembali duduk "sepertinya memang aku yang salah paham,jika aku bersikeras melanjutkan pertarungan tadi,mungkin aku hanya tinggal nama saja"ucap Rian dalam hatinya.


Ken yang melihatnya pun memakan nasi goreng dari 2 piring dengan masing masing 1 sendok tidak lupa juga minumannya,,, "lihat kan aku sudah memakan keduanya dan aku tidak papa,tenang saja aku tidak menaruh racun atau semacamnya,karena itu bertentangan dengan prinsip memasakku,bagiku menaruh racun di makanan sama saja dengan menghina ibuku"ucap Ken dan mulai menghidangkannya pada Rian.


*Hap*satu suapan Rian memasukannya ke dalam mulutnya,seketika dia diam sejenak dan matanya berbinar,dan dari mulutnya dia berkata *ini enak*,lalu dia makan dengan lahap sampai tidak tersisa.


Setelah selesai makan Rian meminum Es jeruk nipisnya,seketika matanya terbuka lebar


"arrhhh minuman apa ini?rasanya enak dan segar sekali seperti ada aliran tenang yang mengalir dalam tubuhku,malahan seperti lebih baik dari sebelumnya"ucap Rian yang memuji makanan buatan Ken.


"Yah syukurlah jika kau menyukainya"ucap Ken sambil senyum tipis,Rian terkejut karena melihat Ken tersenyum "bocah ini bisa tersenyum hangat rupanya,padahal saat bertarung tadi pandangannya sangat dingin dan tajam seakan siapa yang di incarnya tidak akan bisa lepas lagi"ucap Rian dalam hatinya.


"Anu maaf aku sedikit canggung,jujur aku merasa malu,padahal aku tadi berniat membunuhmu tapi malah sebaliknya kau memberiku makanan yang sangat enak,sekali lagi tolong maafkan aku dan terima kasih untuk makanannya,tapi jujur saja ilmu bertarung dan kemampuanmu dalam menggunakan tenaga dalam sangat hebat bahkan lebih daripada diriku,kalo boleh tau kau belajar dari mana?"ucap Rian dan sekaligus memberi pertanyaan pada Ken.


"Hufftt dia orang yang sama berharganya dengan ibuku,bukan hanya menjagaku dia juga mengajariku ilmu bela diri,karena dia tahu akan sangat berguna bagiku di masa depan nanti,bisa di sebut dia adalah ayahku,tapi sekarang dia sudah tidak ada"Ken menghela nafas sambil menjawab pertanyaan Rian.


"Ah Maaf aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, sedangkan diriku dulu adalah adalah Atlet petarung bawah tanah,namun aku di kalahkan dengan telak oleh seseorang yang ilmu beladirinya tinggi sepertimu,hingga aku memutuskan untuk berhenti,akan tetapi setelah aku berhenti banayk orang orang yang dendam padaku dan berusaha untuk membunuhku,dan disaat mungkin diriku sudah putus asa,aku bertemu dengan bapak Budi Hendrawan yang merupakan ayah dari non Hana sekaligus pemimpin dari perusahaan *Hendrawan Kontruction* yang bergerak di bidang pembangunan dan properti,beliau menyelamatkanu begitu juga dengan keluarga nya yang rata rata adalah orang baik,jadi aku memutuskan untuk mengikutinya"ucap Rian sambil bercerita tentang dirinya.


"Ah maaf sepertinya saya banyak bicara dan sudah waktunya saya pamit,dan sekali lagi terima kasih untuk makananya"ucap Rian yang pamit unduru diri dan mulai beranjak dari tempat duduknya


"Baiklah silahkan hati hati di jalan"Ucap Ken sambil mengantar Rian ke depan pintu,dan kemudia Rian pergi,sedangkan Ken kembali masuk ke dalam dan mengumpulkan piring untuk ia cuci.


Setelah selesai dia masuk ke kamar dan merebahkan dirinya "jika dia pernah menjadi petarung bawah tanah,apa dia juga mengenal paman Akrom,ah tidak paman Akrom adalah ayahku" gumam Ken dalam hatinya dan kemudia tidur untuk beristirahat.