I'M the mafia

I'M the mafia
Bertemu Dia Lagi



Mereka bertiga pulang dengan perasaan senang karena mereka mendapatkan uang yang lumayan besar dari hasil jarahan dengan jumlah sekitar 1,5 miliar.


Tut Tut


Akrom telfon dan diangkat oleh Panjul


Halo bos


"hmm bagaimana apa kalian berhasil"tanya Akrom dari telfon,"tentu saja berhasil bos apa kau meremehkan kami,dia tidak sehebat yang di bayangkan padahal jumlah mereka lumayan tapi c**u sekali tidak cocok untuk menggairahkan badan"jawab Panjul dengan sombongnya."Dasar jangan terlalu sombong anggap saja kalian sedang beruntung mendapatkan lawan yang mudah"jawab Akrom pada Panjul,"hehe iya maaf bos oh ya kita juga dapat jarahan yang lumayan totalnya 1,5 miliar bos"ucap Panjul."Heee hasil yang lumayan kalian bertiga ambillah masing masing 150,500 jutanya lagi kirimkan ke pak Burhan sebagai sumbangan untuk panti asuhan yang katanya mau di renovasi dan untuk membeli kebutuhan pokok anak anak disana,dan 500 juta lagi kirimkan kan saja pada Hendra untuk di simpan sebagi tabungan kas kita,dan sisanya yang 50 juta kita rayakan untuk pesta hari ini,jadi kalian pergilah untuk membeli minuman dan makanan yang enak untuk di bawa ke sini"ucap Akrom dengan nada senang,"wah baik bos kau memang sangat baik aku akan selalu setia padamu seumur hidupku"jawab Panjul dengan bangga akan bos nya itu."Jangan membuatku geli bre****k,sudahlah kalian pulang dengan hati hati ucap Akrom sambil menutup telfonnya.


Hahahah bos seperti biasa masih suka malu malu kucing"ucap Panjul,"yah tapi memang benar dia sangat baik walau mungkin orang mengira dia penjahat karena mukanya yang seram tapi yang namanya hati tidak bisa di bohongi kharisma nya yang menarik kita mengikutinya"ucap paman Irfan,"yah sudah pasti seorang bos harus memkilik kharisma nya jika tidak untuk apa aku mengikutinya selama ini ucap Panjul,Hey kalian berdua juga tadi mendengarnya bukan kita akan mengadakan pesta jadi ayo tancap gas dengan cepat dan kita menuju restoran yang makanannya sangat enak"ucap Panjul kembali.


Hoi Ken di hari liburmu ini kau ga ada niatan untuk pergi bersenang senang dengan temanmu,atau kencan mungkin kau kan sangat tampan jadi mudah untuk mencari seorang wanita untuk di ajak jalan"ucap paman Panjul kepadanya,,"ah hal seperti itu ga pernah aku pikirkan lagain mungkin itu hanya akan menghambatku saja"jawab Ken,"Yah kami senang sih kau selalu ada di dekat kami tapi setidaknya bersenang senanglah usiamu masih sangat muda Ken,ucap paman Panjul lagi,,"ah baiklah lagian jika aku mau,aku bisa bersenang senang sendiri kok"jawab Ken kembali.


Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran yang lumayan besar dan katanya makanan di situ enak, mereka bertiga keluar dari mobil dan menuju masuk kerestoran itu."kalian berdua tunggulah disini aku akan memesannya"ucap paman Irfan pada Ken dan Panjul.


"Dig dug dih dug paman Panjul membisikannya pada telinga Ken dan seketika Ken langsung sadar dan wajahnya memerah,,"prfftt lihat wajahmu Ken sudah kaya tomat saja kau menyukai gadis itu ya,siapa sangka bocah kejam sepertimu yang tadi saja habis membantai puluhan orang bisa juga merasakan cinta"ucap paman Panjul,,"ssttt diamlah paman jangan terlalu keras atau orang akan dengar,lagian siapa juga yang suka aku memperhatikannya untuk memastikan dia cewe yang di sekolahku atau bukan lagian paman lihat sendirikan dia sudah punya pacar"jawab Ken."Haha Ken Ken dengarkan paman pacar itu bukan berarti sehidup semati ingat peribahasa ini Ken sebelum janur kuning melengkung dia bukan milik siapa siapa jadi kau ada hak untuk mengejarnya"ucap paman Panjul pada Ken,"ah aku kan sudah bilang kalau aku belum memikirkan hal yang seperti itu"jawab Ken lagi.


Sial kenapa aku terus memperhatikannya seperti tubuh ini sendiri yang bergerak ingin melihatnya"ucap Ken dalam hatinya,dan dia melihat si cewe beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan si cowo yang masih duduk,dia berdiri untuk pergi ke toilet,dan Ken melihat 3 orang yang saling melirik kepada cewek itu,bukan hanya itu dia juga melihat 3 orang itu mengikuti cewek itu,firasat Ken menjadi buruk namun dia masih duduk di tempat duduknya,kemudia dia juga melihat pacar si cewek beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke toilet,seketika hati Ken lumayan lega karena dia beranggapan pacarnya menyusulnya jadi tidak ada hal yang membuatnya cemas akan fiarasat buruknya itu.Akan tetapi sudah 5 menit dan si cewe masih belum kembali hingga membuat Ken penasaran juga khawatir hingga Ken pun jadi tidak tahan dengan kegelisahannya itu."Paman aku mau ke toilet sebentar"ucap Ken pada paman panjul dan beranjak pergi menuju ke toilet.


Saat mau sampai sampai di depan toilet Ken mendengar si cewe sedang teriak ketakutan di dalam,dan seperti 3 orang yang tadi,,"ma mau apa kalian pergi ga,atau mau aku laporin ke polisi"ucap si cewe dengan menggertak,,"wah wah kau cewek cantik yang galak dan bersemangat rupanya aku jadi semakin suka untuk menikmati tubuhmu,ayo dong main dengan kami di jamin kau akan puas dan ketagihan"ucap salah satu dari ketiga orang itu dan mulai menggenggam tangan si cewe,akan tetapi si cewek terus memberontak dan teriak minta tolong akan tetapi karena jarak toilet lumayan jauh dan di depan sedang ada konser band jadi orang orang tidak mendengarnya.


Ken sangat marah si cewe di perlakukan seperti itu dan yang paling membuatnya marah dia melihat pacarnya si cewe hanya diam saja dan juga ketakutan yang mengintip di depan pintu toilet dan kemudian dia pergi seolah tidak tahu apa apa layaknya pe*****t.


Ken yang emosinya sudah naik pitam Ken pun memakai topengnya lagi dan **BRAK**dia menendang pintu toilet dengan kuat hingga roboh."Heh siapa bocah ini,dia datang sendirian pakai topeng segala lagi,dia pikir jagoan kali ya,sudah pergi sana jangan ganggu Kakak Kakak Mau bersengang-senang"ucap mereka bertiga sambil tertawa dan meremehkan Ken.Dan seketika kaki Ken di angkati tinggi hingga melebihi muka mereka lalu menghantamkannya pada wajah mereka,Ken menghajar dengan kakinya sampai puas dan seperti biasa saat sedang marah sorot matanya berubah menjadi sangat menakutkan."Keluar Kalian jika kalian tidak ingin aku bunuh"ucap Ken dengan tegas,,ba baik kami keluar mohon ampuni kami mereka langsung keluar dengan tergesa gesa dan wajah mereka pun sangat babak belur.


"Hey nona pacarmu bukan hanya jelek tapi dia juga seorang pe*****ng,dan juga pulanglah sudah mau jam 10 malam itu tidak baik untuk dirimu,satu lagi aku sarankan kau pulang sendiri saja minta tolong di jemput sama teman atau saudaramu saja agar lebih aman dan untuk pacarmu tinggalkan saja dia"ucap Ken dan pergi meninggalkannya,lalu dia kembali ke mejanya dan melihat paman Irfan dan paman Panjul menunggunya karena makanannya sudah jadi."Ken kenapa kau memakai topengmu dan juga kau lama sekali dadi toiletnya apa jangan jangan ada musuh yang mengikuti kita"Tanya paman Irfan."Ah tidak ada apa apa paman semua aman aman saja aku memakainya karena ingin saja"jawab Ken,,"Dan kau juga kenapa dari tadi senyum senyum sendiri"tanya Irfan yang terus bertanya pada Panjul."Ah nanti akan kuceritakan ketika sudah sampai rumah tidak seru jika hanya kau yang mendengarnya, ayo kita segera pulang"jawab Panjul yang menuju mobil dan masih senyum senyum sendiri sedangkan Ken dan Irfan hanya kebingungan.