I'M the mafia

I'M the mafia
Bab 58



Dorr..


Suara tembakan kembali terdengar. Beberapa penyerang itu jatuh tergeletak di tanah, terlihat Jimy dan Alex sudah ada di sana. Dengan cepat Jimy dan Alex menghampiri posisi Adrian.


"Apa Tuan baik-baik saja?" tanya Alex dengan wajah khawatir.


Adrian hanya mengangguk pelan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kini jumlah keduanya hampir seimbang. Namun kedua belah pihak masih belum melanjutkan penyerangan. Hanya ada tatapan kebencian di antara kedua kelompok itu.


"Berani sekali kau menyerang Tuan kami." ucap Jimy dengan tatapan tajam.


"Hey, aku tidak memiliki urusan dengan pria yang kau sebut Tuan itu." jawab pria itu santai, sambil memandang Adelia dengan penuh kebencian.


"Aku pastikan kau akan menyesali perbuatan yang sudah kau buat ini." Jimy mengambil senjata dan mengarahkan sebuah pistol ke hadapan pria itu.


"Serahkan wanita itu padaku, aku tidak akan mengganggu hidup kalian lagi." pria itu juga mengangkat sebuah pistol yang kemudian di arahkan ke Adelia.


"Berani sekali kau." ucap Jimy dengan geram.


Tanpa sepengetahuan dari siapapun kini Adrian menarik tangan Adelia untuk pergi meninggalkan mereka. Hal terpenting saat ini adalah hanya keselamatan Adelia.


Dorr..


Suara tembakan kembali terdengar dan pertarungan kembali di mulai. Alex yang tadi berada di samping Jimy kini melangkah maju untuk melindungi Adrian dan Adelia. Beberapa pengawal sudah mulai berjatuhan ke permukaan tanah. Tidak puas dengan tembakan, Jimy kini menghadiahkan pria misterius itu dengan sebuah pukulan yang mendarat tepat di pipi kanannya. Pertarungan kini mulai sengit.


Beberapa saat kemudian situasi semakin mencekam karena segerombolan orang yang menjadi anggota kelompok mafia tiger juga sudah tiba di sana. Dengan gerakan santai mereka menodongkan pistol tepat ke arah Jimy dan Alex. Suara tembakan terdengar di mana-mana dan amat begitu memekakkan telinga.


Dor...


"Akhhh..." rintih Alex saat sebuah peluru menembus dadanya, kemudian Alex tergeletak di atas tanah dan memejamkan kedua matanya. Di susul dengan Jimy jatuh di atas tanah dengan pandangan yang mulai menggelap.


"Kau terlalu ceroboh, pernahkah kau berpikir apa yang akan terjadi pada dirimu jika aku tidak segera menemuimu?" ucap Maxim sambil mengulurkan tangannya untuk membantu orang kepercayaannya.


"Maafkan aku, Tuan. Dia berhasil kabur." ucap Jo penuh dengan penyesalan.


"Tidak masalah, kita akan segera menemukannya." ucap Max dan pergi meninggalkan kerumunan orang yang sudah tergeletak di atas tanah.


Tidak ingin ketahuan lagi, kini Adrian terus berlari masuk dan tanpa di sadari mereka masuk ke arah hutan tanpa arah tujuan yang jelas. Hingga akhirnya Adrian berhenti ketika menyadari kalau misi pelarian dirinya sudah berhasil. Tidak ada siapapun yang mengikutinya sehingga Adrian bisa bernapas dengan sedikit lega. Namun dia tidak tahu dimana dirinya dan Adelia kini berada. Hanya ada pohon-pohon besar mengelilingi keduanya, tidak ada jalan tepak lagi. Hingga Adrian menyadari bahwa mereka kini tersesat di hutan itu.


Di rumah utama....


Nyonya Wina duduk dengan posisi tidak nyaman dan penuh dengan rasa khawatir. Hari ini semua orang kepercayaannya telah melakukan penyerangan ke markas mafia tiger. Perasaan bingung bercampur takut kini tercampur baur di dalam hati dan pikiran Nyonya Wina. Hingga matanya berpusat pada sebuah handphone yang kini telah berdering.


Di tunggu kelanjutan ceritanya yah kakak semua, jangan lupa tinggalkan jejak komentar terima kasih🤗