
Hari ini adalah hari bahagia bagi Alana. Saat mendengar kabar bahwa orang yang sangat dicintainya akan datang ke kantor setelah pernikahan nya.
Alana kini terlihat begitu sangat cantik untuk menyambut kedatangan Adrian di depan ruang kerjanya. Berharap Adrian akan terpesona dengan dirinya kali ini.
"Selamat pagi Tuan Adrian, senang melihat anda kembali untuk bekerja," sapa Alana dengan semangat.
"Pagi, terimakasih Alana." jawab Adrian cepat.
Awalnya Adrian sangat tidak membutuhkan sekretaris. Tetapi karena permintaan sahabatnya untuk memberikan posisi itu kepada Alana. Adrian tidak bisa menolak permintaannya. Walaupun sebenarnya tanpa adanya Alana, semua pekerjaan Adrian sudah disiapkan oleh asisten pribadinya yaitu Jimy dan Alex. Mereka yang paling bertanggung jawab atas segalanya.
Berbeda dengan karyawan lainnya. Alana selalu mendapat perlakuan baik dari Adrian. Namun hal itu, selalu saja tidak disukai oleh Jimy dan Alex. Sejak awal mereka sudah mengetahui niat Alana berada di kantor ini.
Jimy dan Alex selalu menjaga Tuan mereka dari rayuan Alana. Mereka berdua juga bisa dibilang sebagai penghalang rencana Alana untuk mendapatkan Adrian.
Adrian segera masuk ke dalam ruang kerja dan duduk di kursi besarnya. Jimy segera menyiapkan laptop untuk Adrian. Alex kino sibuk dengan berkas yang akan di tanda tangani oleh Adrian. Sedangkan Alana hanya diam mematung memandang wajah Adrian.
Adrian yang sadar sedang diperhatikan oleh Alana, memilih diam dan tidak menghiraukannya sama sekali. Wajahnya terlihat tidak peduli, dengan apa yang akan dilakukan Alana.
"Apa kegiatan Tuan Adrian, Nona Alana," tanya Alex memecah lamunan Alana.
Alana yang mendengar pertanyaan Alex, segera mengeluarkan sebuah note dan memberikannya kepada Alex.
"Tuan Adrian nanti di jam makan siang ada rapat dengan perusahaan baru. Kita akan mendapatkan banyak keuntungan, jika berhasil bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Apa nanti saya boleh ikut," ucapan Alana terputus.
"Sebaiknya anda menyiapkan segala keperluan Tuan Adrian, Nona. Ketika nanti ki berada di luar," jawab Jimy cepat. Membuat wajah Alana terlihat kesal.
"Biarkan saja Alana ikut!" sambung Adrian.
"Benarkah? terima kasih Tuan." ucap Alana kegirangan dan memasang wajah angkuh di depan jimy.
Alex dan Jimy hanya bisa diam mendengar perkataan Adrian. Karena ini pertama kalinya, Adrian mengijinkan Alana untuk ikut menemui klien di luar.
Aku sangat yakin, bahwa sebentar lagi kau akan bisa mencintaiku Adrian. Dan aku tidak akan membiarkan istri baru mu itu hidup dengan bahagia. Kau adalah milikku bukan perempuan yang bernama Adelia itu. Lihat saja aku akan menyingkirkan nya dengan tangan ku sendiri.
Alana tersenyum tipis, memandang wajah Adrian. Ada kebahagiaan tersendiri bisa berada di dekat Adrian seperti saat ini.
Jimy yang memandang wajah Alana, ia ingin sekali mencekik wanita yang ada di hadapannya. Ia sangat membenci Alana karena sudah tahu bahwa status Adrian yang sudah menikah, tapi masih belum menyerah.
Dia seperti memiliki tugas baru untuk menjaga tuannya, dari rayuan wanita manapun. Karena itu bisa menjadi keuntungan, bagi saingan bisnis mereka di luar. Menjadikannya senjata untuk menjatuhkan Adrian.
Waktu kini berjalan begitu cepat, tanpa terasa jam sudah menunjukkan jam makan siang. Alana yang tadi kembali ke ruangannya kini sudah bersiap-siap untuk berangkat mengikuti langkah orang yang paling ia cintai. Tidak menunggu waktu lama, Adrian dan kedua asisten pribadinya telah keluar dari dalam ruangan.
Alana mengambil posisi berjalan di samping Adrian. Tanpa memperdulikan kelakuan Alana, Adrian terus melanjutkan langkahnya keluar dari gedung pencakar langit itu diikuti oleh ketiga orang tersebut.
Seorang supir sudah membuka pintu agar Adrian masuk ke dalam mobil. Alana yang ingin ikut masuk ke dalam mobil yang ditumpangi Adrian terhenti saat tangan jimy menggenggamnya.
"Berani sekali kau ingin satu mobil dengan Tuan Adrian, kau bersamaku di mobil belakang!" perintah jimy, "Alex, kau temani tuan Adrian," sambungnya lagi.
"Kau ingin ikut denganku atau berdiri disini!" ancam jimy yang masih melihat Alana berdiri dengan wajah penuh kesal.
Alana tidak mempunyai pilihan lain, Alana langsung ikut masuk kedalam mobil bersama dengan jimy dangan perasaan terpaksa.
"Sebaiknya kau menjaga jarak Nona.
Tuan Adrian sudah memiliki nona muda disampingnya," ucap jimy memecah keheningan di mobil itu.
"Untuk apa aku harus menjaga jarak? pernikahan mereka bukan karena cinta dan aku tahu itu!" jawab Alana dengan santai
"Saya berharap anda selalu berpikir lebih dahulu sebelum melakukan apapun, yang akan membuat anda menyesal telah melakukannya nona!" ancam jimy.
"Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman anda Tuan Jimy," jawab Alana, memandang wajah Jimy.
Kini hatinya kembali sakit, ketika ia kembali teringat bahwa pria yang dia cintai telah menikah, dan telah menjadi milik wanita lain.
Kini tujuannya adalah merebut kembali yang seharusnya menjadi miliknya. Dan ia akan melakukan segala cara untuk itu.
Tidak ada seorangpun yang bisa menghalangiku, termasuk dirimu Tuan jimy.
Alana memandang wajah Jimy dengan tatapan tajam.
Alana sepertinya bukan wanita biasa, yang mudah sekali aku ancam. Mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati dengannya. karena aku merasa dia mempunyai niat jahat terhadap Nona muda.
Jimy kembali fokus dengan kemudinya, soal Alana ia akan mengurusnya nanti jika dia berbuat macam-macam maka ia akan memberikan pelajaran untuknya.
Beberapa menit kemudian, rombongan Adrian telah tiba di pintu masuk sebuah restoran. Di ikuti dengan mobil Jimy di belakang yang juga sudah tiba di sana. Alana langsung turun dari mobil dan berlari untuk mendekati Adrian dan berjalan di samping Adrian.
Jimy dan Alex yang melihat tingkah laku Alana hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun. Alana memang wanita yang tidak pernah menyerahkan dengan namanya penolakan. Dia akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Apa ada yang salah dengan diriku Tuan jimy, kau melihatku seperti musuh yang ingin kau habisi," ucap Alana di depan Adrian.
Adrian menghentikan langkah kakinya,
"Apa maksudmu, Alana?'' tanya Adrian.
"Aku merasa bahwa Tuan jimy tidak menyukai keberadaan ku disini," jawab Alana dengan puas karena sudah berhasil menjatuhkan jimy dihadapan Adrian.
"Apa benar seperti itu jimy?" Aku rasa kau belum mengenal Jimy dengan baik Alana.
Dia akan melakukan apapun untukku, apabila ada sesuatu yang membuatku terganggu," jawab Adrian sambil memberikan senyum tipis kepada Jimy dan kembali melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam restoran itu.
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar di setiap bab terimakasih 🙏