I'M the mafia

I'M the mafia
Bab 41



"Saya hampir menikah dengan seseorang, Tuan. Tapi sudahlah, kita tidak harus membahas hal itu sekarang''


Mr. A merenung beberapa saat dan mengingat peristiwa masa lalunya saat akan menikah. Tapi takdir seakan tidak merestui hubungan mereka.


Adelia baru saja tiba, di restoran yang sama dengan Adrian. Adelia memilih duduk di sebuah kursi, yang menghadap ke arah jendela. Pikirannya sekarang ini hanya ada makanan, karena memang ia sangat lapar.


Adrian masih belum menyadari keberadaan Adelia, Jimy juga sebaliknya. Mereka masih asyik dengan kegiatan masing-masing.


"Restoran ini sangat indah," ucap Adelia, sambil terus memandang ke arah luar jendela


Hingga datang segerombolan pria dengan jas serba hitam dan kemeja hitam, masuk ke dalam restoran. Masing-masing dari mereka memegang senjata api. Banyak pengunjung Restoran langsung berlari ketakutan dan menyelamatkan diri.


Pengawal Adrian dan Mr. A sudah mengambil posisi untuk melindungi tuan mereka masing-masing. Senjata telah mereka siapkan.


Jimy yang melihat keadaan sangat genting, langsung berlari menuju Adrian.


"Tuan, sebaiknya anda pergi dari sini. Saya akan menghadapi mereka," ucap Jimy yang sudah siap dengan senjata apinya.


Adrian tidak menjawab perkataan Jimy, dan mulai melangkah pergi dengan arah yang berlawanan. Alana sudah berlari jauh meninggalkan restoran. Langkah adrian terhenti, saat melihat Adelia duduk di sudut ruangan. Dan belum menyadari bahwa keadaan sedang tidak aman.


"Adelia, kenapa dia keluar dari kamar dan bisa berada di sini." Adrian terus memandang Adelia yang kini tengah memandang ke arah luar.


Dor


Suara tembakan baru saja di mulai. Jimy mendekati Adrian dan ingin menyuruh Adrian, untuk segera pergi meninggalkan Restoran, secepatnya.


Hal itu berbeda dengan Mr. A. Ia justru terlihat begitu santai dan dia justru memegang senjata, dan mulai melawan musuh yang saat ini menyerangnya. Wajahnya terlihat begitu santai menghadapi orang asing yang kini telah menyerangnya.


"Kita berjumpa lagi kawan lamaku, dan aku pastikan kali ini kau akan mati di tanganku,"


Max menodongkan senjata yang kini ia genggam. Mengarahkannya, tepat di hadapan Mr. A.


Jimy yang melihat itu dengan cepat, ia menembak ke arah Max. Tembakan itu tepat mengenai tangan kirinya. Para pengawal yang melihat Tuannya terluka, kembali menyerang ke arah Jimy. Tembakan demi tembakan dilayangkan oleh Jimy ke arah pengawal Max.


"Tuan, anda harus segera pergi," ucap Jimy saat bersembunyi di balik meja.


"Aku tidak mungkin meninggalkan Adelia, dalam situasi seperti ini," ucap Adrian dan tatapan matanya masih tertuju pada Adelia.


"Kenapa Nona Adelia harus ada di situ," umpat Jimy frustasi, saat matanya juga tertuju pada Adelia.


Harusnya aku tahu, bahwa nona Adelia tidak akan mudah menurut dengan ucapanku 🙄


Jimy berkata dalam hati mengumpat karena Adelia.


Tidak puas dengan tembakan, mereka juga bergulat dengan saling memukul satu sama lain. Max yang melihat kehadiran Adelia. Dia menyuruh orang kepercayaannya, untuk membawa Adelia pergi dari sana.


"Apa ini? Aku hanya ingin makan malam. Tapi kenapa terjadi keributan di sini. Suara tembakan itu, membuat kepalaku sangat sakit," ucap Adelia sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.


Adelia duduk di lantai dengan wajah kesakitan. Semua kejadian yang ada dihadapannya, memaksa isi kepalanya untuk kembali mengingat masa lalunya. Kepalanya sungguh sakit luar biasa. Adelia tidak mampu lagi menahannya. Pandangan matanya sudah mulai menggelap dan Adelia kembali jatuh pingsan.


"Tuan, kita harus segera membawa Nona Adelia pergi dari sini." ucap Jimy, dan keduanya melangkah dengan hati-hati, menuju tempat Adelia berada.


Satu peluru sudah Jimy luncurkan, untuk menembak satu orang yang mendekati Adelia. Adrian segera mendekat dan memastikan keadaan Adelia.


Adrian melebarkan matanya saat mengetahui Adelia telah tidak sadarkan diri. Adrian segera menggendong Adelia dan membawanya pergi jauh dari Restoran itu. Pengawal Mr.A yang melihat kejadian itu, juga turut melindungi Adrian, agar bisa keluar dengan selamat.