I'M the mafia

I'M the mafia
Aku yang akan membereskannya



Setelah semuanya selesai makan Ken bertanya pada paman Akrom dan Hendra"apa ada masalah sampai kalian berdua baru pulang","yah masalah yang cukup lumayan salah satu bar kita di hancurkan oleh kelompok yang bernama black bear" jawab pamannya."Apa?di hancurkan kenapa kita kan ga pernah cari masalah"tanya Ken kembali dengan kaget,"yah mungkin karena kita tidak pernah melakukan pergerakan dan hidup dengan normal jadi mereka menganggap kita lemah,mereka berniat menghancurkan kita dan mengambil alih wilayah dan kekuasaan yang kita miliki"jawab Hendra sambil menghela nafas,"terus kita mau bagaimana apa kita akan tetap berdiam diri"tanya Ken,


"huft tentu saja tidak Ken bukankan aku pernah bilang aku tidak akan mengusik siapapun jika mereka tidak menggangguku ataupun teman temanku,tapi jika ada yang mengusik baru kita serbu dan kita habisi,bukan hanya itu kita ambil kekuasaannya jugar rampok semua uangnya"jawab Akrom dengan senyum miring yang siap untuk membantai mereka semua."Kalau begitu Biar aku yang melakukannya aku yang akan membereskan masalah ini"jawab Ken dengan menatap wajah paman Akrom dengan tatapan tajamnya,"hei hei bukankah kau besok sekolah biar kami saja yang mengurusnya" ujar Akrom,"aku libur sekolah selama satu Minggu jadi biarkan aku saja yang mengurusnya bukankah kau harus menjaga dirimu sendiri agar tidak terlalu capek atau penyakitmu akan semakin parah"jawab Ken.Akrom mempunyai penyakit jantung yang sangat sulit untuk di sembuhkan dan jika dia bertarung maka kondisinya akan semakin buruk terlebih lagi jika dia menggunakan tenaga dalam mungkin dia akan kehilangan nyawanya. " Hmmm baiklah aku percayakan padamu Ken akan tetepi jangan lupa pakai topengmu bagaimana pun kau kan masih sekolah dan juga bawa beberapa orang untuk pergi bersamamu termasuk Irfan dia yang akan memberi tahu lokasinya".Paman Irfan adalah anak buah Akrom dia seorang hacker yang cukup ahli dalam menemukan lokasi identitas seseorang dan meretas data data musuh."Baik aku akan bersiap aku cukup bawa 3 orang termasuk diriku dan paman Irfan dan yang satunya lagi aku akan mengajak paman Panjul"."Hati Hati Ken"ujar paman Akrom dan Ken beranjak pergi dengan 2 orang tadi menggunakan sebuah mobil.


Saat di dalam mobil,"gimana paman Irfan apa sudah ketemu lokasi pusatnya",sudah Ken untuk hal yang seperti ini serahkan pada paman,"Senjata juga sudah lengkap Ken dan aku juga semangat untuk bertarung Ken terimakasih sudah membawaku dengan begini tubuhku tidak karatan"ujar paman Panjul,"bagus aku juga semangat paman sudah berapa lama tubuhku tidak merinding seperti ini bukan karena takut tapi karena rasa senang",Ken sambil tersenyum sombong yang terlihat tidak akan melepaskan mangsanya satupun itu di balik topeng harimau yang dia kenakan.


Brummmm


Criitttt


Kita berhenti disini Ken agar kita tidak di ketahui oleh musuh,mereka bertiga keluar dari mobil sebuah pisau diletakan di pinggang pistol di bagian belakang dan tidak lupa untuk mengenakan sarung tangan anti sidik jari,mereka ber 3 langsung menuju ke tempat musuh,"cih pintar juga mereka memilih tempat seperti ini"ujar paman Panjul, tapi penjaggaanya sangat ketat,"baiklah ayo kita serbu orang banyak bukan berarti mereka kuat" ucap Ken,mereka menyusup secara diam diam dan tanpa adanya suara step langkah kaki,mereka menumbangkan satu per satu musuh dengan langsung membunuhnya tanpa suara yaitu dengan cara memotong bagian urat nadi leher mereka,mereka pun memasuki gerbang dengan menggunakan sidik jari jempol orang yang mereka bunuh tadi,Setelah bagian depan beres saatnya menuju bagian tengah dan banyak sekali orang disana mereka pun dengan cara yang sama langsung membunuh mereka tanpa suara dan di sembunyikan di suatu tempat,setelah mereka membereskan semuanya dengan sempurna,kini tinggal menu utama yang didepan,"Saatnya kita makan"ujar Ken dan menemukan sebuah ruangan,dia mendengar ketua black bear sedang mengobrol dengan para anak buahnya sambil tertawa terbahak bahak dia juga berkata "group Red Tiger itu C*up* sekali kita hancurkan bar mereka dan mereka hanya diam saja mereka pasti sedang ketakutan karena kita akan segera melenyapkan mereka semua"


Brak


Mendengar hal itu Ken sangat kesal dan mendobrak pintu itu dengan kakinya,seketika Manto ketua black bear dan anak buahnya pun kaget dengan kedatangan Ken


"Si si Siapa kamu kenapa kamu ada disini ucap ketua black bear tersebut" ,"aku?aku adalah orang yang akan menghancurkanmu"sorot matanya semakin tajam otot kepala dan rahangnya sampai menonjol karena Ken sangat marah kalau ada orang yang menceritakan hal buruk tentang pamannya,"wah Ken kau sudah mau makan hidangan utama ujar Irfan dan Panjul yang mulai menghampiri Ken","Paman kalian boleh mengurus mana saja tapai B**i gendut itu aku yang akan mengurusnya".


"Hahaha kalian semua dengar orang bertiga ini bilang akan menghabisi kita yang jumlah kita saja ada puluhan orang,akan aku hukum orang yang berada di depan karena membiarkan penyusup masuk ke sini,cepat panggil mereka kesini menggunakan telfon dan kita habisi 3 orang ini ucap manto"


Tut Tut nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan


"Bos mereka semua tidak ada yang menjawabu ujar anak buah Manto"cih lagi apa sih mereka


"Tentu saja mereka sudah tidur nyenyak karena kita sudah menghabisi mereka ujar paman Panjul"


"Apa?tidak mungkin di depan gerbang ada 15 orang dan di ruang tengah ada 20 orang dan mereka semua di habisi? kau pasti bercanda" jawab Manto."Bercanda?buktinya mereka semua tidak bisa di hubungikan"kemudian jawab Irfan.


"Ken kau urus saja yang besar itu biar kami yang urus para kroconya" ujar paman Panjul sambil maju dengan Irfan untuk membukakan jalan pada Ken agar bisa maju untuk bisa menghabisi Manto,Ken berjalan dengan santainya menuju Manto


"Jan jangan mendekat atau akan kuhabisi kau "sambil menodongkan pistol ke arah Ken,tapi Ken terus maju,"kau membuat kesalahan besar bocah kedua orang itu tidak akan bisa menang melawan 30 orang bawahanku" ucap Manto yang pandangannya terus tertuju pada Ken dan seketika sadar akan sekitar dia melihat anak buahnya sudah terkapar berceceran darah dan melihat Panjul yang melambaikan dadah untuknya,lalu dia fokus pada Ken lagi.


Dor


Manto menembak Ken akan tetepi Ken justru menghindari peluru itu dan bergerak cepat menuju Manto dengan sekejap mata dia sudah berada di depan Manto dan menghancurkan pistol yang di pegang Manto,lalu Ken menendangnya dengan teknik taekwondo miliknya,seketika Manto tersungkur sangat keras dan cepat hingga dia menabrak dinding dan dinding itu pun retak tak luput dia juga muntah darah.


Sekarang gantian Ken yang menodongkan pistol ke arah kening Manto,"Ken dia melakukan bisnis jual beli wanita ujar paman Irfan" dan membuat Ken menjadi semakin marah.


"Kau telah membuat keputusan yang salah karena berani mengusik kami" ucap Ken pada Manto,"memangnya siapa kau,aku tidak pernah mengusik kau lagian kau juga pakai topeng jadi tidak bisa melihat wajahmu' jawab Manto,"kau itu pura pura lupa atau bagaimana kau sendiri bukan yang menghancurkan salah satu Bar milik kami bukankah kau juga tadi sedang menjelek jelekan kami"ucap Ken.


"Tolong ampuni aku,aku menyesal dan tidak akan menggangu kalian lagi aku juga tidak akan pernah menampakan diriku lagi jadi tolong ampuni aku" ucap Manto dan sekujur tubuhnya gemetar ketakutan terlibih melihat sorot mata Ken di balik topeng seakan dirinya sedang tercabik cabik oleh seekor harimau


"Baiklah aku akan melepaskanmu" ucap Ken,"benarkah terima kasih karena sudah mengampuni ku"ucap Manto


Dor Dor


Ken menembak Manto di kepalanya sambil berkata aku akan melepaskan mu kedalam kematian tanpa rasa sakit


'Apa semua uang di brankas sudah terkumpul paman" tanya Ken,"sudah Ken sekarang tinggal bagian penutup Bom nya juga sudah di pasang untuk menghancurkan dan menghilangkan jejak para cecunguk ini"ucap paman Irfan dan panjul


Mereka bertiga keluar dari gedung dan dengan menekan satu tombol gedung itu hancur berkeping keping dan juga ada kobaran api yang besar membakar habis gedung itu


"Seharusnya kau tidak mempermainkan wanita" ucap Ken sambil membuka topeng nya dan tampak 3 orang itu berjalan dengan sangat keren dan mereka menuju mobil lalu pergi pulang.