I'M the mafia

I'M the mafia
Pertemuan Pertama



Ken Khafid Mahendra anak berusia 15 tahun yang baru saja lulus dari SMP.Kini sedang tengah mendaftar di Sekolah Menengah Atas atau bisa di singkat (SMA).


Khafid mendaftar di jurusan IPA dia mendaftar jurusan itu bukan semata mata karena dia suka melain karna ada banyak yang mendaftar di jurusan tersebut.


Ken sedang mengantri di ruang tunggu untuk membayar biaya pendaftaran awal di sekolah tersebut.Antriannya lumayan lama karena ada banyak yang mendaftar karena sekolahan yang dia daftar adalah sekolahan yang cukup terkenal.


Setelah menunggu lumayan lama nama Ken di panggil oleh petugas TU untuk di perjelas tentang perincian pembayaran serta di kasih beberapa bahan kain untuk dia bawa pulang dan di buat seragam baju yang sudah di kasih contoh sama petugas TU itu.


Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran,Ken diarahkan keruang pak Bondan untuk di perjelas kan tentang jurusan yang dia pilih.Ken berjalan dengan gaya yang cool dan juga raut wajahnya yang datar dia juga seseorang yang sangat tampan dan tingginya pun 179 CM proporsi ideal untuk seorang cowo.Sampai di depan ruangan yang terbuka dan terlihat seorang pria paruh baya yang berumur sekitar 50 tahunan dengan gaya kaki jegang dan muka yang terlihat sedikit galak.


Ken pun mulai bertanya sebelum masuk keruangan tersebut,dia bertanya "maaf pak apa bapak yang bernama pak Bondan"dengan gaya satu tangan di saku dan satu tangannya lagi memegang gendongan tas yang hanya satu dia kaitkan di pundaknya,dia memakai pakaian full Hitam dengan outfit bawah sepatu,celana panjang,kaos dan hodie yang tidak di slerep.


Pak Bondan pun menjawab "bener saya pak Bondan masuklah nak" jawab pak Bondan.Ken pun masuk keruangan tersebut,duduk lah nak ucap pak bondan,Ken pun menjawab baik pak dan duduk di hadapan pak Bondan.Lalu pak Bondan pun melontarkan pertanyaan "nak bapak rasa salam perkenalan mu kepada bapak kurang sopan terus kenapa kau pergi menggunakan kaos tidak memakai kemeja".


Ken pun menghela nafas dan menjawab "maafkan saya bila saya terlihat kurang sopan di hadapan bapak,tapi bagi saya kesopanan itu di mulai dari kita sendiri,dan saya merasa cukup sopan,bagi saya pergi ke sekolah untuk mendaftar yang penting pakai sepatu,celana panjang pun sudah sopan,dan kaos yang saya pakai juga bukan kaos yang saya pakai sehari hari jadi saya rasa hal ini sudah cukup sopan,maaf bila perkataan saya ada yang salah"Ken menjawab dengan rasa percaya diri dan tidak ada rasa takut dimatanya.


Pak Bondan pun sedikit terkejut dengan jawaban dari Ken karena baru kali ini ada yang berani menjawab pertanyaanya tanpa rasa canggung dan grogi terlebih dia adalah murid baru yang hendak dia terima,pak Bondan pun tersenyum miring dan di hatinya berkata 'menarik'.


Pak Bondan pun berkata kamu bapak terima nak,dan dia juga berkata "bapak tau kok kamu masuk jurusan ini bukan karena minat karena sudah terpampang jelas di wajahmu tapi bapak tetap terima kamu,karena jujur bapak tertarik kepadamu yang terang terangan mengatakan hal tersebut".


Ken pun menjawab "makasih pak apa boleh saya pulang sekarang?"ucap Ken,,,,"iya boleh"pak Bondan menjawab,,,"dia benar² anak yang dingin dan tidak mau basa basi"ucap pak Bondan dalam hatinya.Ken pun beranjak dari tempat duduknya dan mulai keluar dari ruangan.


Si cewe sedikit kesal karna ken tidak mengatakan apapun selain itu,"yah walau aku yang menabraknya sih" ujar si cewe dalam hatinya dan bibir yang agak sedikit manyun.


Ken kemudian keluar dari sekolah dan berjalan pulang,dia pulang bukan dengan kendaraan pribadi ataupun umum dia pulang dengan jalan kaki,akan tetapi dia bukan seperti manusia yang pada umumnya, walaupun dia terlihat jalan kaki tapi langkah kakinya sangat cepat bahkan seperti kasat mata.


Sesampainya di rumah dia bilang aku pulang,dan dia di sambut sekelompok banyak orang dengan muka yang sangat seram,banyak tato di badannya,mereka pun berkata dengan gembira "woy bocah bagaimana pendaftaran mu hari ini berjalan lancar atau tidak,haha perasaan baru kemaren kita memungutnya "mereka berbicara sambil tertawa dan meledek,,,"yah biasa saja sama seperti saat daftar sekolah waktu SMP dulu dan satu lagi jangan panggil aku bocah lagiankan aku udah masuk SMK"ujar Ken dengan sedikit kesal karena diledek terus seperti bocah.


Sret


Seseorang datang dari belakang dan merangkul Ken,dia adalah Akrom pria yang berusia 39 tahun dia juga ayah angkat sekaligus guru bagi Ken setelah ibu Ken meninggal.Akrom berkata "kalo bocah ga mau di bilang bocah terus mau di bilang apa hah? sambil tertawa terbahak bahak.


"Dasar pria tua sialan" Ken menjawab dengan kesal,,,"Akrom berkata Hay kawan kawan sudah jangan meledeki dia lagi kalo kalian mau dapat jatah makan hahaha"masih sambil tertawa.


"Woy Ken buatkan kami makanan yang enak kami sudah menunggu lama dan sudah lapar juga nih"ucap Akrom,,,Ken menjawab "cih dasar merepotkan, tunggu sebentasr gw mau ganti baju dulu".


Ken pun menuju kamarnya meletakan tas nya dan ganti baju, setelah itu dia pergi ke dapur untuk memasak karena paman pamannya sudah merasa lapar,Ken suka memasak karena turunan dari ibunya,masakannya pun sangat enak seperti buatan ibunya,Ken memasak dengan senyum karena dari hatinya dia juga suka memasak,dia teringat kata ibunya "Ken laki laki memasak bukan lah sebuah hal yang memalukan,bagi mama itu justru terlihat sangat keren,karena dengan memasak kita dapat memberikan cinta secara tidak langsung bagi orang yang terdekat bagi kita,jadi Ken suatu saat jika kau memasak,memasak lah dengan perasaan cinta,senang dan kasih sayang agar rasanya enak dan yang memakan pun bisa merasakan cinta yang di dalamnya,ibu Ken berkata pada Ken sambil tersenyum.


"Ken keren kan mah karena Ken bisa memasak,Ken pasti akan ingat terus mamah gak bakal Ken lupain,Ken sayang mamah jadi semoga mama bisa istirahat dengan tenang disana,dan mama juga jangan khawatir tentang Ken,Ken disini aman dan bahagia kok mah walau paman Akrom dan yang lain sedikit menyebalkan sih"ujar Ken di dalam hatinya sambil senyum dan mata yang agak berkaca kaca.