I'M the mafia

I'M the mafia
Bab 52



Terdapat seorang pria sedang berdiri tegap menghadap ke arah Nyonya Wina yang sedang duduk santai di sebuah kursi. Dengan meletakkan beberapa foto dan dokumen yang berisi identitas dari pemilik foto.


"Apa kau sudah berhasil menyelidiki identitasnya?" tanya Nyonya Wina dengan wajah serius dan tatapan mata yang tajam.


"Kami sudah berhasil mendapat informasi tentang penembak misterius itu, Nyonya."


"Siapa dia?" tanya Nyonya Wina sambil mengambil beberapa foto yang ada.


"Maxim, ketua geng mafia tiger, Nyonya. Dia memang mengincar Nona Adelia."


"Aku sudah menerkanya dari awal. Apa kau sudah menemukan tempat persembunyiannya?" tanya Nyonya Wina sambil membuang semua foto yang ada dan hanya menyisakan satu buah foto.


"Sudah, Nyonya. Apa kita akan melakukan penyerangan malam ini?"


"Tidak, kita harus punya rencana yang matang untuk menyerangnya." jawab Nyonya Wina sambil menatap sebuah foto yang ada di genggaman tangannya.


"Nona Adelia dan Tuan Adrian sudah sampai di Vila, Nyonya. Beberapa pengawal juga sudah berjaga di sana."


"Bagus, tetap perketat penjagaan jangan sampai lengah." perintah Nyonya Wina.


Foto seorang wanita cantik dengan menggenggam sebuah pistol dan menggunakan kaca mata hitam. Rambut hitam lurus tergerai dan sebuah kaos hitam yang di pasangkan dengan sebuah celana hitam pendek.


"Mama tidak tahu seberapa dendam pria itu padamu, sayang. Tapi yang Mama lakukan ini untuk melindungimu dari bahaya yang pernah kau ciptakan sendiri, Adelia."


Di Villa.....


Suasana kamar begitu sepi dan hening dan Adelia sudah tidak ada di dalam kamar itu meninggalkan Adrian seorang diri.


"Kemana perginya Adelia, apa dia keluar dari kamar. Kenapa suaranya tidak terdengar lagi." ucap Adrian dalam hati sambil membuka kedua matanya dan memandang sekeliling kamar yang tidak lagi menemukan wajah Adelia.


Adrian segera turun dari tempat tidur dan melihat ke arah luar, namun masih sama tidak ada Adelia di sana. Pintu kamar mandi juga ia buka, namun Adelia juga tidak ada di dalamnya.


"Selamat malam, Tuan. Apa anda memerlukan sesuatu?" tanya pelayan itu dengan menunduk hormat.


"Dimana dia? Maksudku dimana Adelia?" ucap Adrian sedikit bingung.


"Nona Adelia ada di kolam panas, Tuan."


"Kolam?" dengan cepat Adrian melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu yang akan menghubungkannya dengan sebuah kolam air panas.


Terlihat Adelia yang sedang berendam sambil memejamkan mata. Sebuah ketenangan terpancar dari wajah Adelia. Senyuman manisnya menambah nilai kecantikan di malam itu.


Adrian terpaku untuk beberapa saat, wajah Adelia sempat menghentikan putaran detik jam. Sebuah senyuman muncul di bibir Adrian. Senyuman bahagia saat melihat seorang wanita yang kini ada di hadapannya.


"Ada apa ini, kenapa jantungku berdetak begitu kencang, apa aku sakit?" batin Adrian sambil memegang dadanya.


"Adrian...." ucap Adelia saat mulai tersadar akan kehadiran Adrian.


"Adelia, kenapa kau tidak bilang jika ingin berendam di sini." ucap Adrian sambil duduk di pinggiran kolam yang tidak jauh daru posisi Adelia berada.


"Bukankah kau sudah tidur tadi, aku hanya tidak ingin mengganggumu." jawab Adelia santai.


"Cepatlah naik!" ucap Adrian berdiri dan berjalan menjauhi Adelia.


"Tapi aku belum selesai, Adrian!" protes Adelia tidak terima.


"Kau ingin membantahku?" ucap Adrian dengan tatapan tajamnya.


"Iya, aku sudah selesai." ucap Adelia kesal.


Ternyata Adelia masih jadi wanita yang penurut. batin Adrian.