
Setelah selesai makan Ken melihat Yohana dan temannya pergi, "ayo kembali ke kelas"ucap Ken pada Zidan,,,"owh lu duluan aja gw mau bayar dulu,toh kelas kita beda arah"jawab zidan ke Ken,dan Ken mulai pergi meninggalkan kantin menuju ke Kelas.
Di kelas dia terus memperhatikan Yohana secara diam diam yang sedang ngobrol dan bercanda dengan temannya "han menurutku Ken ganteng banget loh cuman rambutnya aja yang lumayan panjang"ucap tiara pada Hana,,"owh dia,emang sih ganteng tapi orangnya sombong,masa ya aku dulu waktu pertama daftar kan tabrakan sama dia,terus dia bilang *lain kali hati hati nona* lalu pergi gitu aja,nah terus ketemu dia lagi waktu mos,nah aku senyum nih ke dia,eh dia malah buang muka dong,padahal apa susahnya coba balas senyum,kalo di inget inget bikin Bad mood"ucap Hana pada tiara dengan nada kesal.
"Hmm ternyata kamu udah pernah ketemu!!,eh tapi ada gosip juga si katanya dia emang sombong,kalo ada yang ngedeketin,dia selalu nolak bukan hanya cewe tapi cowo juga iya,terus denger denger si dia deket cuman sama teman 1 bangku nya yang sekarang ga sekelas,teman sebangkunya juga gila,masa baru masuk sekolah langsung hajar temen sekelasnya sampai UKS dan hidungnya berdarah pula"ucap tiara yang menceritakan gosip tentang Ken.
"Wah gila aku sih ga pernah denger gosipnya,tapi berarti dia kaun Bad Boy dong"ucap Hana sambil mengejek Ken,,, "eh tapi Han dari tadi dia selalu curi pandang ke kamu loh,jangan jangan dia suka sama lo"ucap Tiara sambil meledek Hana,,,"ih ra jangan bilang gitu ah"ucap hana dengan cemberut,,,"hehe iya iya deh jangan marah dong nanti aku cubit nih pipinya"ucap Tiara yang terus mengejek Hana.
Ken yang mempunyai pendengaran yang tajam, mendengar jelas apa yang mereka ceritakan "cih,untung gw orangnya tanpa pamrih,udah di tolongin juga malah cerita yang engga engga tentang gw"ucap ken yang kesal dalam hatinya.
Pelajaran kembali dimulai,semua anak fokus pada pelajaran,dan sekarang Hana yang tanpa sadar terus memperhatikan Ken,entah mengapa ada rasa penasaran tentang sosok Ken dalam hatinya,karena seakan akan dia melihat sosok yang telah menyelamatkan dirinya"apa sih yang lu pikirin Han,mana mungkin dia yang nyelamati lu,ya kali anak SMA yang pendiam kaya gitu,punya ilmu bela diri yang tinggi"guman Hana dalam hatinya.
Kring Kringg Kring Kringg
Karena bel sudah berbunyi menandakan waktu belajar sudah selesai,dan semua anak mulai berkemas kemas untuk segera pulang,saat akan berjalan ke luar kelas Ken dan Hana bertabrakan karena secara tidak sengaja akan keluar secara bersamaan,akan tetapi Ken menghiraukannya dan langsung pergi.
"Ih kamu liat kan Ra,dia nyebelin banget tauuu"ucap Hana pada Tiara,,, "haha sabar,eh padahal kalian tuh cocok banget loh,yang satu ganteng dan yang satu cantik,kyaaa anaknya pasti imut banget"jawab Tiara yang terus meledek Hana,,,"Tiaraaa ih kamu mah bikin aku tambah kesel aja,bahas anak lagi,nikah aja belom masa punya anak"jawab Hana dengan nada tinggi yang sangat kesal dengan Tiara.
Ken bertemu Zidan "lu belum mau pulang"ucap Ken pada Zidan,,, "ah gw nanti soalnya ada acara ekskul,padahal niatnya kalo ga ada acara gw mau main kerumah lu,kan katanya sekarang lu pindah tinggal sendiri,lagain kan lu dari dulu ga ngebolehin gw main ke rumah lu"ucap Zidan pada Ken,,,"owh sekarang kalo lo mau main boleh aja si,tempat gw deket kalo misalkan mau main nanti gw sharelok"ucap Ken pada Zidan,,, "owh okeh weekend gw main"jawab Zidan,lalu kemudiam menuju keruang ekskul.
"Han kamu udah di jemput tuh,aku duluan ya"ucap Tiara pada Hana,,,"eh kamu ga ikut pulang bareng Ra"tanya Hana,,,"gak lah aku bawa motor sendiri,dadah"ucap Tiara yang kemudian pergi sambil melambaikan tangan.
"Hoo ternyata dia bodyguardnya"ucap Ken dalam hatinya yang tadi melihat mereka berdua.
Ken menghiraukannya dan berjalan pergi,akan tetapi Ken bukan berjalan pulang,melainkan pergi ke tempat yang sepi yaitu di sebuah bangunan tua yang sudah tak ter urus.
"Sudah sampai disini!!!,keluralah tak usah membuntutiku seperti itu,hasrat membunuhmu itu bisa kurasakan dengan jelas"ucap Ken dengan nada tinggi,sorot matanya pun berubah jadi tajam.
"Ternyata benar kau memang bukan anak yang biasa,katakan dengan jujur siapa dirimu,suruhan siapa dirimu, data yang ku cari tentangmu juga kurang valid,kau seorang yatim piatu dan belun lama ini Wali mu juga meninggal hanya sedikit yang bisa ku cari tahu"ucap Rian yang kemudian menunjukan dirinya.
"Aku?,perkenalkan namaku adalah Ken,dan aku tidak di suruh apapun,dan data yang tentang diriku itu juga valid memang apa adanya begitu"ucap Ken yang menjawab Rian dengan santai akan tetepi sorot matanya tajam.
"Huh kau kira aku anak kecil yang bisa di bohongi,karena aku tidak mau mengambil resiko jadi lebin baik kau kubunuh, tenang saja aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit"ucap rian yang bersiap ingin menyerang Ken.
"Hoo membunuhku?kau berlatih jutaan tahun pun tak akan mampu untuk mengalahkanku"ucap Ken yang juga bersiap untuk menyerang.
Mereka berdua bertarung dengan Sengit, dan Ken hanya bertarung menggunakan kakinya "sial bocah ini kuat sekali,setiap menangkis tendangannya tulang ku sakit semua,bukan hanya itu serangan demi serangannya tak terputus,bahkan dari tadi dia bertarung sambil mengejekku dengan tangannya yang di masukan ke saku celana,meski aku malu menggunakan ini,tapi aku harus melakukannya jika tidak aku yang bisa mati,karena bocah ini sangat kuat "ucap Rian dalam hatinya yang kewalahan menghadapi Ken dan kemudian mengeluarkan sebuah pisau kecil yang sangat tajam.
"Hooo sudah mulai pake senjata nih,tapi ya baiklah coba lakukan"ucap Ken yang memprofokasinya dan membuat Rian jadi semakin marah.
Rian terus melancarkan serangan demi serangan dengan teknik menusuk,menebas,akan tetapi Ken dapat menghindarinya dengan mudah,,, " bahkan cara dia menggunakan Step tinju juga bagus,apa apaan bocah ini,kenapa ada bocah kuat seperti dia di sekolahan non Hana "ucap Rian dalam hatinya dan dia sekarang sedang panik.