
Karena baby Gio dan Shasha hanya bisa tenang ketika ada Sofia. Akhirnya Lee mengizinkan wanita itu untuk tetap tinggal. Malam itu Sofia menemani kedua anak yang telah dilahirkan oleh istri kedua suaminya, karena dia ingin membujuk Lee agar mau membantu perusahaan sang ayah.
Istilah kata simbiosis mutualisme. Antara dia dan Lee saling menguntungkan.
Namun, hal tersebut tak lantas membuat Lee merasa tenang. Semakin dia memikirkan Alicia, dia merasa bahwa ada sesuatu yang hilang. Hingga dia memberanikan diri untuk menelpon ibunya.
Dia meminta Jennie untuk datang ke rumahnya, karena dia sedikit was-was untuk meninggalkan baby Gio dan Shasha bersama Sofia.
"Aku benar-benar butuh bantuan Mommy," kata Lee memohon. Dia tidak tahu harus bertindak bagaimana, sementara Alicia sudah pergi dari siang dan belum juga ditemukan.
Mendengar nada suara Lee yan tidak biasa, akhirnya Jennie tak tega untuk mencecar putranya. Tanpa bertanya dia langsung mengiyakan permohonan Lee.
"Iya, Mommy akan ke sana sekarang," balas wanita itu.
Setelah menunggu sekitar 40 menit, akhirnya Jennie tiba. Lee langsung pamit dan belum bisa menjelaskan apa-apa. Sebelum pergi dia hanya menitipkan kedua anaknya pada sang ibu dengan raut sendu.
Dan lagi-lagi Jennie hanya bisa menganggukkan kepala.
"Hati-hati, Nak."
Lee mendesaahkan nafas, antara rela tak rela, akhirnya dia pun kembali meninggalkan rumah untuk mencari Alicia.
Dia tidak peduli meskipun malam kian larut. Yang ada di pikirannya sekarang hanya membawa Alicia pulang bersamanya. Namun, sampai pagi menyapa, Lee tidak mendapatkan hasil apapun.
Sebab Arshlan—dokter yang menolong Alicia, langsung menutup akses orang-orang yang mencari wanita itu. Bukan apa, setelah mendengarkan cerita Ralia, dia pun iba pada kehidupan wanita yang baru melahirkan itu. Terlebih Arshlan adalah anak dari pemilik rumah sakit, orang yang cukup terpandang di kota itu.
"Sebenarnya kamu pergi ke mana, Alice?" gumamnya dengan perasaan bersalah. Dia mulai berpikir bagaimana sikapnya selama ini terhadap Alicia.
Ketika matahari mulai naik ke singgasana. Lee memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Karena dia ingin mengecek keadaan anak-anaknya.
Namun, baru saja dia tiba dan menginjakkan kaki di halaman rumahnya. Bajunya langsung ditarik oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya.
"Ikut aku bocah kepaarat!" umpat Aneeq, yang sudah tak bisa menahan diri lagi. Begitu Lee mengangkat kepala, dia didorong dengan keras hingga membuat dirinya terhuyung.
"Dad."
"Berhenti memanggilku seperti itu!" teriak Aneeq dengan kemarahan yang memuncak. Dia langsung melayangkan tinju ke arah Lee, tak habis pikir dengan kelakuan putranya. Di belakang seluruh keluarga, pria itu membeli seorang wanita dan menyuruhnya untuk melahirkan.
Sementara status Lee masih menjadi suami Sofia.
"Aku telah banting tulang untuk menghidupimu, memberikan pendidikan yang layak. Bahkan ibumu telah mencurahkan semua cinta dan kasih sayangnya, utuh untukmu. Tapi apa yang kamu perbuat? Apa balasan untuk kami? Kami hanya minta satu saja, hiduplah dengan baik, apakah kamu tidak bisa menuruti kemauan kami?!" bentak Aneeq sambil memperhatikan putranya yang tertunduk dengan sudut bibir yang berdarah.
"Di mana otakmu, Lee?!"
Bugh!
Aneeq menendang tubuh putranya. Dan melayangkan pukulan membabi buta. Karena dia sangat kesal, setelah mendengar informasi tentang Alicia dari Zack, awalnya Zack juga menutupi, tetapi Aneeq terus mencecar putra dari adiknya itu.
Kemarin dia sengaja menarik mundur semua anak buah Lee, tetapi tak ada satupun yang mau membuka mulut.
"Maafkan aku, Dad," kata Lee sambil meringis, tetapi seperti tak ada ampun untuknya, Aneeq terus memberikan pukulan, hingga Lee terlihat babak belur.
"Aku tidak tahu apa yang menjadi alasanmu melakukan ini semua. Tapi yang jelas, aku akan mengecam bahwa kamu lah yang bersalah! Pria tidak berpendirian!"
"Bagaimana jika ini semua terjadi pada adik atau keturunanmu? Hah, dibeli hanya untuk melahirkan keturunan! Cih, apa yang kamu lakukan benar-benar kejam!"
Nada suara Aneeq senantiasa meninggi, karena emosinya benar-benar sudah ada di puncak ubun-ubun.
"Aku minta maaf, Dad," lirih Lee, kini dia sudah menangis dan berlutut di bawah kaki Aneeq, namun pria yang sedang dikuasai amarah itu malah kembali menendang tubuh Lee dengan keras hingga Lee terkapar di tanah.
"Aku tidak butuh maafmu! Yang jelas kamu harus menyelesaikan kekacauan yang telah kamu perbuat. Dan ingatlah, bahwa apa yang kamu lakukan akan mendapatkan sebuah balasan. Daddy tidak sedang menakut-nakutimu, tapi orang yang menyakiti orang lain, mereka juga akan mendapatkan sesuatu yang sama! Tak peduli kesakitan itu akan datangnya dari mana!" kata Aneeq panjang lebar.
Setelah mengatakan itu Aneeq langsung pergi meninggalkan putranya. Sementara Lee merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.
***
Sementara itu, baby Gio dan Shasha tidak bisa jauh dari Sofia. Kedua bayi mungil itu hanya tenang ketika ada wanita itu, padahal Jennie pun turut andil dalam mengurus si kembar.
Hingga akhirnya mereka menuai kesepakatan. Setelah Lee berhasil menemukan Alicia, maka Sofia harus mundur. Dan tentunya dengan sebuah timbal balik, yaitu Lee bersedia mengalirkan dana ke perusahaan ayah Sofia.
Sejak saat itu tidak ada lagi rasa cinta di antara mereka, sebab rumah tangga mereka bertahan hanya karena sebuah kesepakatan bersama.
***
Abis noh 🥴