
Semua orang tampak bahagia hari ini. Apalagi Ken dan Zoya, karena semua anak, cucu serta cicitnya turut hadir di pernikahan Lee dan Alicia.
Setelah acara inti selesai, mereka berlanjut ke acara selanjutnya yaitu makan-makan. Ruangan luas itu benar-benar terlihat sangat ramai, karena banyak anak kecil seusia Gio dan Shasha berlari-larian.
"Lee, selamat yah, akhirnya setelah lima tahun ularmu bisa bebas," ejek Fierce, pria yang merupakan adik dari ayah Lee, namun, memiliki usia sebaya dengannya.
"Kamu sedang meledekku? Hah? Memangnya tidak cukup memberikan ucapan selamat?" balas Lee dengan ketus. Akan tetapi semua orang tahu, kedua orang itu sedang bercanda.
"Lho tapi apa yang aku katakan itu tidak salah kan?"
"Tentu saja salah!" sentak Lee.
"Hei, tidak sopan berteriak di depan pamanmu seperti itu!" Fierce mendelik, tetapi bibirnya terus tersenyum menggoda. Hingga akhirnya sebuah cubitan melandas di perut pria itu.
"Berhentilah mengacau, Sayang. Mereka sedang berbahagia," ucap Yuna, yang tak lain dan tak bukan adalah istri Fierce.
"Benar, dengarkan istrimu tuh. Mentang-mentang kamu bisa melakukannya setiap hari!" cetus Lee dengan tatapan sebal.
Fierce hendak menjawab, tetapi Zoya segera menghentikan perdebatan itu. "Lee, Fierce. Apa-apaan kalian? Ada banyak anak kecil di sini, jangan mengikuti jejak pria tua di sebelahku!"
Ken langsung tergagap karena sang istri malah membawa-bawa dirinya, sementara Zoya langsung menyuruh yang lain untuk makan. Jadi, tidak ada waktu bagi Ken untuk memprotes.
Kamu jahat, Baby! Ken berteriak di dalam hati.
Melihat itu semua orang yang ada di meja pun menahan tawa, tak terkecuali Alicia. Sebab dia merasa lucu dengan tingkah laku orang-orang yang ada di sekitarnya.
***
Malam harinya.
Lee dan Alicia sudah ada di dalam kamar. Setelah membersihkan tubuh masing-masing, mereka duduk di sisi ranjang dengan mulut yang saling bungkam.
Mereka persis pengantin baru yang masih merasa tabu tentang sesuatu yang dilakukan di malam pertama, sehingga mereka tidak tahu harus memulai dari mana.
Kamar itu menjadi hening, hingga membuat hembusan nafas mereka terdengar sangat nyaring. Lee yang sedari tadi tidak merasakan pergerakan Alicia, akhirnya memilih untuk menyerah, sebab dia sudah tidak bisa menahannya.
"Sayang, maukah kamu melakukannya?" tanya Lee to the point, membuat jantung Alicia langsung berdebar tak menentu. Karena sudah terlalu lama tidak melakukan hubungan intiim, membuat wanita itu kembali terlihat malu-malu.
Beberapa detik telah terlewat, tetapi Alicia tidak menjawab, hingga akhirnya Lee berinisiatif untuk menggeser tubuhnya. Pria itu menyilangkan satu tangan, mengunci tubuh Alicia. "Kalau kamu belum siap melakukannya lagi denganku, aku tidak apa-apa. Jangan terlalu memaksakan diri."
Alicia mengangkat pandangannya, hingga mereka saling tatap. Wanita itu tersenyum dengan pipi yang memerah. "Aku mau. Tapi ... apakah aku boleh meminta waktu untuk bersiap-siap?"
Lee mengerutkan keningnya, tak paham dengan siap-siap yang dimaksud oleh Alicia.
"Aku ingin mengganti baju dulu. Setelah itu akan menemuimu," ujar Alicia, menjawab tatapan Lee yang dipenuhi tanda tanya.
Mendengar itu, senyum di bibir Lee langsung merekah. Akhirnya dia pun melepaskan Alicia. Wanita itu mengambil sesuatu dari lemari pakaian, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sepanjang waktu Alicia bersiap-siap, wanita itu terus tersenyum malu-malu, merasa konyol dengan pikirannya sendiri. Sementara Lee mengganti pakaiannya dengan jubah tidur. Dia juga menyemprotkan minyak wangi ke beberapa titik, hingga aroma maskulin menguar dari dalam tubuhnya.
Lee menunggu dengan rasa tak sabar, rasanya satu detik yang terbuang membuat dia mati perlahan. Namun, ketika pintu kamar mandi terbuka. Lee langsung terpana dan melengkungkan bibirnya dengan sempurna. Seolah-olah Lee tengah melihat pemandangan yang sangat indah.
Tidak ada satupun yang Lee lewatkan, semua pergerakan Alicia telah dia lihat dengan mata telanjangg, hingga membuat salivanya berat untuk ditelan.
Alicia berhenti tepat di hadapan Lee, mereka saling tatap dengan desiran yang mulai menggeleyar.
"Benarkah kamu Aliciaku?" tanya Lee dengan tangan yang terangkat, dia menyentuh ikatan yang ada di perut Alicia.
Wanita itu tersenyum lalu menganggukkan kepala. "Aku Aliciamu. Malam ini dan seterusnya, aku menjadi milikmu. Sepenuhnya." Balas Alicia, yang membuat Lee tak dapat menahan diri lagi, dia segera menarik ikatan itu, hingga kain yang menutupi tubuh Alicia terjatuh.
Melihat itu, sorot mata Lee semakin berkabut. Hingga dengan cepat, pria itu menarik tubuh Alicia hingga jatuh ke pangkuannya.
"Jangan harap aku akan berhenti," bisik Lee dengan suara yang terdengar berat.
Malam ini tidak akan ada yang bisa menghentikan aksinya. Lee menyerang dengan beringas, seolah sesuatu dalam dirinya mendobrak ingin segera dikeluarkan.
Tubuh Alicia jatuh ke atas ranjang, dengan Lee yang mulai menindih. Cumbuuan nikmat dan penuh gairaah tercipta dengan buncahan rasa cinta.
Mereka terus berbagi suara desaah, hingga akhirnya menyatu di peraduan dan siap menuai puncak nirwana.
Alicia mencengkram kedua bahu Lee, sementara pria itu bergerak untuk menuntaskan hasraat. Tidak ada yang bisa Alicia lakukan kecuali memanggil nama suaminya, dan hal tersebut membuat Lee suka.
"Tidak ada yang berbeda, kamu masih dan selalu menjadi yang istimewa, Alicia. Aku mencintaimu, Sayang," bisik Lee sebelum gelombang pelepasan itu datang.
Lee terus membisikkan kata-kata cinta di telinga wanita itu. Hingga akhirnya mereka sama-sama melepas sesuatu pada pemiliknya.
Nafas kedua orang itu terdengar memburu, tetapi tak menghentikan Alicia untuk menatap mata prianya. Alicia tersenyum lebar sambil menangkup rahang Lee yang basah oleh keringat.
"Kamu tahu kenapa aku berinisiatif menyenangkanmu?" tanya Alicia. Dan Lee hanya bisa terdiam, tak tahu harus menjawab.
"Itu semua aku lakukan, karena aku ingin membuktikan bahwa cintaku juga besar. Aku telah lama menganggumimu. Dan karena rasa itu, aku menjadi kecewa. Tapi sekarang aku ingin kamu tahu, bahwa aku pun sangat, sangat mencintaimu, Lee. Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku harap kamu benar-benar menepati janjimu, untuk tetap menggenggam tanganku meskipun kapal kita sedang dilanda badai. I love you so much for so long."
Ungkapan hati Alicia membuat Lee tak dapat berkata-kata. Dia benar-benar merasa bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Karena pada akhirnya, ada sesuatu yang manis di ujung cerita mereka.
Setelah ini akan dia pastikan keluarga kecilnya bahagia. Bahkan mungkin menambah adik untuk Gio dan Shasha.
"Bisakah kita mengulanginya?"
...TAMAT...
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih banyak semuanya sudah mengikuti cerita Lee dan Alicia sampai akhir🤍🤍🤍
Sampai jumpa di cerita selanjutnya. Nanti kita bakal ketemu sama Fierce dan Yuna. Tunggu tanggal updatenya yaaa🤗
Salam anu👑