Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 26. Menutup Akses



Di ruangannya, Arshlan baru saja menerima panggilan video dari Regina, wanita yang merupakan adik tingkatnya. Regina mengatakan bahwa dia bertemu dengan Renata, seseorang yang diceritakan oleh Arshlan beberapa bulan belakangan.


"Benarkah kalian satu gedung? Kenapa Renata tidak cerita padaku? Biasanya dia akan menghubungiku lebih dulu," kata Arshlan dengan kening yang mengernyit. Sementara di seberang sana Regina terkekeh pelan.


"Kenapa kamu terlihat kesal? Apakah kamu menyukainya?"


Mendengar pertanyaan itu, Arshlan langsung melebarkan kelopak matanya. "Apa? Menyukainya? Tidak, aku sudah memiliki wanita lain."


Kini giliran Regina yang merasa sangat terkejut. Karena ia tahu betul bahwa Arshlan adalah seseorang yang gila kerja. Pria itu juga sulit mengungkapkan perasaannya. Meskipun sang wanita sudah ada di depan mata.


"Kamu benar-benar memiliki pacar? Hah, aku sungguh tidak percaya."


"Sebentar lagi dia datang," kata Arshlan dengan senyum mengejek. Membuat Regina benar-benar merasa gila. Dalam lima tahun terakhir, Arshlan sudah memiliki tambatan hati, sementara dia?


Dan benar saja, tak berapa lama kemudian pintu ruangan Arshlan diketuk. Ketika benda persegi panjang itu terbuka, muncul lah sosok cantik yang selama ini mengisi hati Arshlan.


"Kakak benar-benar akan mengajakku makan siang di luar?" tanya Ralia dengan senyum malu-malu. Karena baru beberapa hari ini, Arshlan mengungkapkan perasaannya. Dan mereka sepakat untuk menjalin hubungan.


"Tentu saja, ini kencan pertama kita. Aku akan mengajakmu ke restoran yang paling enak," jawab Arshlan dengan senyumnya yang menawan. Membuat gadis dua puluh tahun itu bergerak salah tingkah.


Sumpah demi apapun, dia tidak menyangka jika seseorang yang ia anggap sebagai malaikat penyelamat, kini telah menjadi kekasihnya. Yah, meskipun jarak usia mereka cukup jauh, tapi Ralia sangat menyukai Arshlan.


"Astaga, kamu benar-benar berpacaran dengan seorang gadis? Apakah dia tidak tahu bagaimana kamu yang gila kerja?"


Tiba-tiba terdengar suara ketus Regina dari balik ponsel Arshlan, karena wanita itu melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Arshlan mengeluarkan aura yang berbeda. Ya, sejenis virus cinta.


Ralia mengerutkan dahinya, karena telinga gadis itu mendengar dengan jelas suara seorang wanita. "Siapa?" Tanyanya dengan penuh kehati-hatian.


"Temanku, dan juga teman kakakmu. Mereka ternyata bertetangga," jelas Arshlan seraya meminta Ralia untuk mendekat. Dia ingin mengenalkan gadis itu pada Regina.


Tanpa tahu malu Arshlan memangku Ralia, hingga Regina bisa melihat wajah gadis yang sudah merebut hati Arshlan. Jujur saja, sebenarnya dada Regina merasa sesak. Akan tetapi sekuat tenaga dia tahan, agar Arshlan tidak curiga.


"Tentu saja, karena dia kekasihku," balas Arshlan.


"Tapi—apakah benar dia adik Renata? Kenapa tidak mirip?" tanya Regina dengan menelisik wajah Ralia, yang membuat Ralia langsung menganga. Sebenarnya selama ini ia dan Renata tidak dikenal sebagai saudara. Akan tetapi kenapa Arshlan bisa gegabah?


"Hei, mereka hanya saudara jauh!" kata Arshlan mencari alasan. Dan Ralia langsung bernafas dengan lega.


Regina pun manggut-manggut. Karena sudah merasa tak tahan, dia pun memilih untuk memutuskan panggilan itu. Dia tidak mau kalau sampai Arshlan melihat matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Kalau begitu aku akan kembali bekerja. Selamat bersenang-senang," kata wanita itu, dan sebelum Arshlan menanggapi ucapan Regina, panggilan video itu sudah terputus.


Regina langsung berlari ke arah toilet, dan menumpahkan segala rasa sesak yang telah menghimpit dadanya. "Sadarlah, Gin. Kamu tidak pernah ada di hatinya. Arshlan hanya menganggapmu sebagai adik."


***


Arshlan dan Ralia sudah ada di dalam mobil menuju restoran yang biasa dikunjungi oleh pria itu. Namun, di pertengahan jalan, ada seseorang yang menelpon. Dia adalah anak buah Arshlan.


Dengan cepat Arshlan memasang earphone, dan menerima panggilan itu. "Ada apa?"


"Tuan, mereka mulai mengganti rencana. Sudah ada beberapa orang yang kembali mencari kampus Nona Ralia. Sepertinya mereka akan mengorek informasi dari sana," kata anak buah Arshlan yang senantiasa ditugaskan untuk menutup akses pencarian Renata.


Karena sampai saat ini orang-orang itu belum menyerah. Dan Arshlan tidak akan membiarkan mereka membawa Renata kembali. Sampai Renata berhasil mengambil kedua anaknya, Arshlan akan senantiasa melindungi wanita itu.


"Aku akan urus!" kata Arshlan, dia pastikan orang-orang itu tidak akan mendapatkan informasi apapun. Dia baru saja membebaskan Ralia, karena selama ini gadis itu melakukan home schooling.


Namun, ternyata apa yang ia lakukan, menjadi celah bagi mereka yang ingin menyakiti Renata.


***


Jangan lupa ritualnya Oey 😌😌😌