Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 53. Tidak Tenang



Karena merasa tidak tenang, akhirnya Zack memutuskan untuk pergi menemui Renata. Dia ingat jika malam ini wanita itu pergi ke kampus, dan dia akan mencoba mengecek ke sana.


Zack melangkah dengan tergesa-gesa. Namun, ketika dia melewati ruang tamu, dia melihat sekelebat bayangan Lee keluar dari ruang kerja Aneeq.


Dan hal tersebut tentu membuat Zack menghentikan langkah. Dia menjadi gamang, antara ingin pergi atau tidak. Jika dia melanjutkan niatnya, sudah tentu akan menjadi tanda tanya.


Apalagi kini dia tahu bahwa Renata adalah Alicia. Akan tetapi jika dia tetap tinggal, dia tidak akan bisa tidur semalaman.


"Kenapa aku jadi serba salah?" gumam Zack dengan wajah gusar. Tak ingin menciptakan kesalahpahaman, akhirnya pria itu memutuskan untuk menghampiri kakak sepupunya.


"Kak Lee!"


Mendengar namanya dipanggil, Lee pun mengangkat kepalanya. Sementara Aneeq pamit lebih dulu, untuk menghampiri istrinya.


"Ada apa, Zack?" tanya Lee, dia mengamati wajah sang adik sepupu, terlihat jelas bahwa pria itu sedang menyembunyikan sesuatu.


"Eum, begini, Kak. Tadi Renata menghubungiku, tapi begitu aku mengangkatnya dia terus terdiam, bahkan seperti tidak ada orang. Aku tidak tahu apa maksudnya, tapi aku takut ada sesuatu yang terjadi, apalagi dia baru saja pulang kuliah, jadi aku ingin mengajakmu untuk mengeceknya," jelas Zack apa adanya. Dari pada dia harus pergi sendirian dan membuat dia semakin terikat dengan Renata, lebih baik dia mengajak Lee.


Mendengar itu, lagi-lagi ada kecemburuan di hati Lee. Apalagi Zack terlihat perhatian pada Renata. Namun, karena tidak ingin terlalu kentara, Lee langsung mengangguk.


"Biar aku yang pergi ke sana," putus Lee, yang membuat Zack menautkan kedua alisnya.


"Maksudnya?"


"Kamu tetap tinggal di sini. Biar aku yang menemuinya!"


"Tapi, Kak—"


Belum sempat melanjutkan kalimatnya, Lee sudah lebih dulu melangkah meninggalkan Zack. Langkah pria itu benar-benar lebar, hingga dengan cepat Lee sudah menghilang dari pandangan Zack.


"Hah, sudahlah. Biarkan saja," gumam Zack, lalu memilih untuk kembali bergabung dengan keluarganya.


Sementara Lee langsung masuk ke dalam mobil dan menancap gas. Agar dia bisa melihat keadaan Renata dengan cepat.


"Bisa-bisanya dia menyimpan nomor Zack, tapi tidak menyimpan nomorku!" gerutu Lee dengan perasaan kesal. Dia merogoh ponsel, untuk mengecek lokasi Renata saat ini.


Dan ternyata mobil wanita itu sudah kembali melandas menuju apartemen.


"Apa yang terjadi padanya sehingga menghubungi Zack malam-malam?" Lagi-lagi Lee menggerutu, merasa tak terima jika Renata menelpon pria lain, di saat membutuhkan sesuatu.


Selama perjalanan pria itu terus diliputi rasa was-was. Hingga dia terus membawa kendaraan roda empatnya dengan sangat kencang.


Setelah menghabiskan beberapa waktu di jalan raya. Akhirnya Lee tiba di apartemen Renata. Begitu dia keluar dari mobil, dia melihat Renata yang sedang berjalan menuju lift.


"Hah, lalu apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Lee, dia sedikit merasa lega melihat wanita itu masih berdiri kokoh. Namun, karena tak ingin perjuangannya sia-sia, Lee segera menyusul Renata.


Pria itu menyelinap ketika pintu lift hampir saja tertutup, membuat Renata merasa sangat terkejut.


Renata reflek mundur, sementara Lee terpaku melihat sudut bibir Renata yang terluka. Dia mengerutkan dahi, menelisik dengan penuh tanya.


Dengan nalurinya Lee mengangkat tangan, namun ketika pria itu hendak menyentuh bibir Renata, wanita itu segera menghindar.


Pria itu langsung terlihat kikuk dan beralih menyentuh tengkuknya yang terasa dingin. "Eum, aku baru saja mengantarkan Regina pulang, dan tak sengaja melihatmu." Jawab Lee, karena hanya alasan itu yang terlintas di kepalanya.


Renata langsung mengerutkan pangkal hidungnya. "Regina? Lalu di mana dia?"


"Dia di belakang. Lagi pula lantai apartemen kalian berbeda 'kan?"


Benar juga, alasan Lee terdengar masuk akal. Namun, kenapa dia malah merasa gelisah dengan adanya pria ini. "Iya, Tuan. Tapi untuk apa anda mengikuti saya? Ini sudah malam, saya tidak menerima tamu, karena saya akan segera beristirahat."


"Aku akan pulang setelah kamu menjawab pertanyaanku. Ada apa dengan bibirmu?"


Mendengar pertanyaan itu, Renata reflek menyentuh sudut bibirnya yang berdarah dan dia sedikit meringis. "Sstt ..."


"Aku akan mengobatimu!" cetus Lee, yang membuat Renata langsung mengangkat wajah.


"Tidak perlu, Tuan. Saya bisa sendiri." Renata menolak, dan membuat Lee menatap tak suka.


"Kamu adalah pegawaiku, jadi aku tidak akan membiarkanmu terluka!" kata Lee, dia langsung menarik lengan Renata ketika pintu lift terbuka, membuat wanita itu tak bisa membantah ucapan bosnya.


Namun, Lee malah dibuat bingung karena dia belum tahu yang mana unit apartemen milik Renata. Melihat itu, Renata pun mendesaah, dia segera menarik tangannya dari genggaman Lee, lalu melangkah lebih dulu.


Hingga kini mereka berakhir duduk berdua di sofa. Lee langsung menyiapkan air dingin, lalu pelan-pelan membersihkan sudut bibir Renata.


"Kamu masih tidak ingin mengatakannya?" tanya Lee.


"Bukan urusan anda, Tuan!" jawab Renata. Dia tidak mau mengadu, atau dia akan semakin diganggu oleh Sofia.


Lee tak menimpali lagi ucapan wanita yang ada di hadapannya. Karena ia tahu Renata tidak akan mungkin mudah mempercayainya begitu saja. Padahal dia sudah bisa menebak, kalau semua ini adalah ulah Sofia.


Dan setelah semuanya beres, Lee meminta Renata untuk membuka ponsel. "Catat nomorku, karena aku akan lebih sering menghubungimu sekarang!"


"Menghubungi apa maksudnya?"


"Tentang pekerjaan."


Sebenarnya Renata merasa enggan, tetapi dia tidak lupa posisinya di perusahaan. Mau tidak mau dia pun menyimpan nomor Lee.


"Terima kasih atas kebaikan anda, Tuan, tapi sebaiknya anda segera pergi, ini sudah sangat malam," ujar Renata seraya berdiri, agar Lee lekas keluar dari tempat tinggalnya.


Lee memerhatikan sorot mata Renata, sebuah keindahan yang kerap dia lihat di pagi hari, ketika dia baru saja bangun tidur. "Baik, lain kali jangan ceroboh, karena Minggu ini pekerjaan kita menumpuk."


Renata mengangguk sekilas. Sementara Lee seperti tidak rela meninggalkan wanita itu. Namun, mau seperti apapun, dia tidak bisa seenaknya.


Lee segera pergi tanpa bicara. Dan ketika dia sudah berada di luar, dia segera menghubungi anak buahnya.


"Sekali lagi kalian membiarkan Sofia menyentuh Renata, aku akan memecahkan kepala kalian satu persatu!"


***