Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 43. Bercerai



Mendapatkan surat gugatan cerai itu secara tiba-tiba tentu membuat Sofia merasa sangat terperangah. Dia tidak menyangka jika Lee akan benar-benar melakukannya. Tangan Sofia terasa lemas, sehingga amplop itu terjatuh ke lantai, sementara bola matanya turut berkaca-kaca, seolah hendak luruh membasahi pipinya.


"Kamu sudah menemukan wanita itu? Dan sekarang kamu benar-benar ingin membuangku?" tanya Sofia seraya menahan sesak di dadanya. Walau bagaimanapun, rasa cintanya terhadap Lee masih ada. Hanya saja keegoisan selalu lebih mendominasi, sehingga dia tidak sadar bahwa sikapnya selama ini telah melukai harga diri pria itu.


Lee terdiam sesaat, sambil menatap suasana di luar sana yang sudah mulai menggelap, sebab awan hitam telah menutup langit, menyisakan senja dengan gurat jingga.


"Aku belum menemukannya. Tapi ini murni keputusanku, dan kamu tenang saja, aku akan tetap menyokong perusahaan ayahmu sekalipun kamu bukan istriku lagi!" kata Lee dengan gamblang, membuat air mata Sofia langsung terjatuh.


Hidupnya benar-benar hancur setelah pertengkaran malam itu, apa yang dimilikinya telah lepas, termasuk cinta yang pernah Lee berikan utuh untuknya.


"Tapi kenapa, Lee? Bukankah kita sepakat untuk bercerai setelah kamu menemukan wanita itu? Selama ini aku sudah mengurus Gio dan Shasha, lalu apa yang membuat kamu ingin menceraikan aku begitu saja? Apa salahku?" tanya Sofia, meminta penjelasan. Dia tidak tahu jika Lee telah menyelediki apa yang terjadi kemarin.


Lee membalik badannya. Dia juga tidak menyangka kehidupan rumah tangganya akan menjadi sekacau ini, hanya karena keegoisannya. Seharusnya dari awal dia menceraikan Sofia, jika memang sudah merasa tidak dihargai. Namun, karena terlalu menjunjung harga dirinya. Dia ingin membuktikan pada wanita itu, kalau dia tidak mandul.


Dan berakhir menjerat Alicia.


"Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku?" Lee mengatakan itu bukan karena dia merasa dikhianati, tetapi dia marah, kenapa harus anaknya yang melihat itu semua?


Tadi pagi dia juga sempat mengumpulkan para pelayan. Dia bersikap tegas, agar mereka bicara dengan jujur mengenai apa yang terjadi di dalam rumah ketika dia tidak ada. Dan ada salah satu dari mereka mengatakan, bahwa Gio dan Shasha sempat mengintip kamar karyawan.


Yang ternyata ada Sofia di dalamnya. Dan Lee menyimpulkan apa yang dilihat menjadi salah satu alasan perubahan sikap anak-anaknya terhadap Sofia.


Sofia terisak-isak. "Aku minta maaf, Lee. Apa yang aku lakukan karena aku tidak bisa mengendalikan diriku."


Karena nyatanya keutuhan keluarga yang dia ciptakan bersama Sofia. Membuat luka tersendiri bagi kedua anaknya. Mereka sudah semakin besar, bahkan sudah bisa melihat akan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di antara kedua orang tuanya.


"Lee, sampai kapan kamu akan mencari dia? Jika kamu tidak dapat menemukannya, apa kamu akan tega pada Gio dan Shasha? Tidak bisa kah kita perbaiki saja semuanya? Dan menutup rapat luka lama itu? Aku berjanji akan berubah, Lee. Beri aku kesempatan itu."


Bukannya lekas pergi dari ruangan kerja suaminya, Sofia justru memohon agar Lee tidak menceraikannya. Sekarang tumpuan hidupnya hanya ada pada Lee, karena perusahaan sang ayah pun disokong oleh pria itu.


"Jangan membuatku berubah pikiran, Sofia. Segeralah pergi … dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan kedua anakku. Aku tahu kamu tidak pernah benar-benar menyayangi mereka. Aku yang bodoh, karena terlalu percaya padamu!" kata Lee, dia sudah mengetahui semua-muanya.


Itupun karena dia menggertak semua karyawan. Agar mereka membuka mulut. Dan ternyata ada konspirasi antara mereka dengan Sofia, wanita itu selalu mengancam akan memecat, jika ada seseorang yang berani mengadukkan kelakuan Sofia padanya.


"Lee …." panggil Sofia dengan lirih, bahkan dia hendak bersimpuh di hadapan pria itu. Namun, Lee sudah tidak sudi melihat ke arah Sofia.


Dengan perasaan kesal yang menggunung, akhirnya Lee memilih untuk meninggalkan ruang kerjanya. Dia membanting pintu, dan membuat Sofia berjengit.


Wanita itu menangis tersedu-sedu sambil mengusak wajahnya yang basah oleh air mata.


"Lee, aku tidak mau bercerai!" teriak Sofia dengan tergugu. Namun, yang dipanggil namanya hanya bersikap acuh tak acuh. Karena nama Sofia sudah lama hilang dari hatinya.


***