Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 46. Aku Bodoh



Lee tergugu dengan hasil tes DNA yang ada di tangannya. Perasaannya campur aduk, antara haru, bahagia, sedih dan menyesal, karena baru bisa menemukan Alicia sekarang.


Penantian selama lima tahun akhirnya datang, meksipun dia sadar kini wajah dan identitas Alicia telah berbeda. Akan tetapi mau seperti apapun perubahannya, semua itu tidak dapat memungkiri bahwa wanita itu adalah istrinya, ibu dari Gio dan Shasha.


"Maafkan aku, Alice. Aku sudah terlalu banyak membuat luka, sampai kamu bersembunyi sebaik mungkin," lirih Lee dengan ludah yang tercekat, juga dadanya yang sesak.


Perasaan bersalah kian menyelimuti hati pria itu, dia sudah terlalu lama menyiksa anak-anaknya, terlebih Alicia, hanya karena sebuah ego, dia berubah menjadi sosok yang begitu tega.


"Aku tidak tahu, apa yang kamu rencanakan untuk saat ini sampai kamu melakukan ini semua. Tapi sepertinya, kamu benar-benar membenciku, hingga tak ingin membuat aku mengenalimu, barang sedikitpun," kata Lee dengan tersedu-sedu, untuk pertama kalinya dia kembali menangis seperti ini. Perasaan menggila saat kehilangan Alicia bahkan masih menggebu di dadanya.


Dia ingin berteriak sekencang mungkin, menyuarakan semua apa yang bercokol di dalam hatinya. Namun, dia sadar betul dia sedang berada di mana.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Alice. Ingat itu, ke manapun kamu pergi, kamu akan selalu ada dalam pengawasanku," gumam pria tampan itu seraya mencengkram erat kertas yang ada di tangannya.


Dia terkulai lemah di lantai dengan tangis yang mendera.


Melihat keponakannya yang begitu menyedihkan, De pun lantas menepuk pelan bahu Lee. "Jadi, dia adalah wanita yang kamu cari selama ini?" Tanya De dengan kening yang mengernyit, seluruh keluarga memang tahu bagaimana permasalahan antara Lee dan Sofia.


Karena setelah identitas si kembar terkuak, Lee langsung dipanggil oleh Aneeq, dan mereka terlibat cekcok besar, hingga berakhir baku hantam.


Mendengar pertanyaan itu, Lee terdiam dan hanya terisak-isak. Dia masih sangat terkejut, karena fakta yang baru saja dia ketahui. Dia yakin, ada sesuatu yang sedang Renata incar, menjadi sekretaris hanyalah sebuah alasan.


"Aku bodoh, Uncle," lirih Lee dengan bibir bergetar, dia membiarkan air mata itu mengalir membasahi janggutnya. Pikirannya melambung, bagaimana dia bisa mendapatkan maaf dari Alicia? Akankah wanita itu sudi memaafkannya?


"Kamu hanya bodoh, Li. Tapi setidaknya kamu tidak pengecut. Kamu sudah berusaha sekeras mungkin, aku yang menjadi saksi bagaimana kamu memperjuangkan dia, bahkan sampai detik ini," balas De, mencoba menenangkan sang keponakan yang sedang terpuruk.


Dia tahu bahwa selama ini anak buah Aneeq dan Lee terus mencari Alicia. Tidak ada kata istirahat, karena Lee sudah berjanji tidak akan pernah menyerah sebelum menemukan ibu dari anak-anaknya.


Dan sekarang wanita itu sudah ditemukan, De ikut merasakan haru sekaligus bahagia. "Kamu boleh menyalahkan dirimu, tapi tugasmu sekarang bukan hanya itu. Yakinkan dia bahwa kamu menyesal. Pelan-pelan kamu juga harus memberi pengertian pada Gio dan Shasha."


"Aku sudah mengatakannya, Uncle. Anak-anakku sudah tahu kalau Sofia bukan ibunya," jawab Lee, dia bangkit saat De memapahnya, hingga kini kedua pria itu berdiri kokoh.


"Bagaimana reaksi mereka?"


De menepuk-nepuk pelan bahu Lee. "Jangan khawatir, sebentar lagi mereka akan paham situasi yang kalian hadapi. Semoga dia mau mendengarkan penjelasanm dan menerima alasannya."


Lee mengangguk pelan, dia mengusap wajahnya yang kusut, karena dia tidak mau terlalu berlarut-larut. "Terima kasih, Uncle, sudah membantuku."


"Hei, hentikan omong kosongmu! Segeralah kembali, dan lekas lakukan langkah selanjutnya."


Lee sedikit mengulas senyum, dia bersyukur memiliki keluarga yang begitu menyayanginya. Lantas setelah itu dia pamit pada De untuk kembali ke perusahaan.


***


Sampai di perusahaan, Lee meminta Zack untuk menemuinya di basemen. Dia seperti belum sanggup untuk bertemu dengan Renata.


Zack yang kala itu merasa heran, hanya bisa menuruti apa kata bos sekaligus kakak sepupunya. Dia masuk ke dalam mobil, lalu berhadapan langsung dengan Lee. "Ada apa, Kak?"


Tanpa berkata apapun, Lee menyerahkan hasil tes DNA antara Renata dengan dua anaknya. Zack meraihnya dengan ragu, masih bertanya-tanya apa tujuan Lee.


"Apa ini, Kak?"


"Buka saja!"


Patuh, Zack membuka amplop yang ada di tangannya. Dia melirik ke arah Lee, pria itu hanya menatap dengan datar.


Zack menghela nafas, lalu membaca kata demi kata. Hingga matanya tiba-tiba terbelalak lebar. "Positif? Kak, ini—?"


Lee menoleh dengan raut wajah sendu, keningnya berkerut lengkap dengan bola mata yang kembali berkaca-kaca. "Itu milik Renata dengan Gio dan Shasha."


Deg.


***


Jangan lupa sajennya guys, biar lanjayyyy 😩😩😩