
Sementara di sisi lain, lebih tepatnya di perusahaan. Tiba-tiba Sofia datang dengan wajah yang terlihat muram. Tanpa meminta izin terlebih dahulu, dia langsung naik ke atas ruangan Lee, tak peduli meskipun beberapa orang meneriakinya.
"Lee benar-benar keterlaluan, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi!" gumam wanita itu dengan langkah yang begitu lebar. Sementara tatapan matanya terus menghunus dengan nyalang.
Dia sangat kesal sebab Lee tiba-tiba mencabut dana yang selama ini mengalir ke perusahaan ayahnya. Kalau terus seperti itu, yang ada perusahaan akan bangkrut. Dan dia juga yang disalahkan.
"Ini semua pasti karena wanita itu mengadu yang tidak-tidak! Cih, dasar wanita tak tahu diri. Sudah mengambil suami orang, sekarang dia seenaknya mencuci otak Lee!"
Lagi-lagi Sofia menyalahkan Renata atas apa yang menimpanya. Dia tidak sadar kalau kecerobohannya sendiri yang membuat hidupnya menjadi hancur.
Beberapa orang yang sempat mengejar Sofia langsung ditarik mundur, sebab resepsionis sudah melapor pada Lee, bahwa mantan istrinya datang.
Pria itu ingin melihat ada drama apalagi yang akan dimainkan Sofia setelah berani menyentuh wanitanya.
Tanpa mengetuk pintu, Sofia langsung masuk begitu saja. Dan yang pertama kali dia lihat adalah Renata yang sedang berdiri di sisi Lee, karena wanita itu sedang pamit untuk pulang.
Mendengar suara pintu terbuka, tentunya Lee dan Renata kompak mengarahkan tatapan pada benda persegi panjang itu.
Renata sedikit tertegun ketika melihat Sofia datang, dia yakin wanita itu pasti ingin memarahinya lagi. Jadi, dia memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Tuan, saya tunggu di basemen," ucap Renata, karena mereka sepakat untuk pulang bersama.
Lee menganggukkan kepala, sementara Sofia langsung mendelik. Apa maksudnya menunggu di basemen?
Tatapan Renata dan Sofia bertemu dalam satu garis lurus. Mereka benar-benar terlihat seperti musuh, hingga tak ada satupun yang mengalah.
Ketika pintu sudah tertutup karena Renata yang keluar meninggalkan mereka berdua. Sofia langsung mendekat ke arah Lee. "Aku tidak tahu apa kesalahanku kali ini, hingga kamu tiba-tiba menghentikan semua dana yang masuk ke perusahaan Papa. Kamu sengaja ingin menghancurkanku? Kamu ingin melanggar kesepakatan di antara kita?"
Mendengar itu, Lee langsung mengangkat kepala. "Jadi, kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan semalam?"
"Semalam? Memangnya apa yang aku lakukan?"
"Apa semua ini karena wanita itu? Astaga, Lee! Aku dan dia memiliki masalah pribadi, tapi kamu menyangkut pautkannya dengan hubungan kita. Aku rasa itu tidak adil," cerocos Sofia, dia ingin meluluhkan hati Lee, agar pria itu tidak berlaku semena-mena.
Lee langsung berdiri, dia pun menghunuskan tatapan tajam ke arah Sofia. Wanita yang dulu sangat dia cintai, kini benar-benar sudah berubah. "Tapi kamu berurusan dengan orang yang salah! Dan semua itu aku anggap bahwa kamu telah melanggar kesepakatan di antara kita!"
Sofia mengerutkan kedua alisnya. Dia semakin yakin, bahwa Lee sudah terkena virus sekertaris barunya.
"Wanita itu bicara apa? Hem? Apakah dia menjelek-jelekkanku? Apakah kamu juga tidak bisa menilai dengan mata kepalamu sendiri? Aku yang terluka karena diserang olehnya, dia itu suka memutarbalikkan fakta! Playing victim!" ujar Sofia dengan menggebu-gebu. Dia sampai menunjuk beberapa luka yang dia dapat semalam, sebagai bukti bahwa Renata menyerang dirinya secara brutal.
Namun, apa reaksi Lee? Pria itu justru menarik sudut bibirnya ke atas. Karena dia tidak akan percaya begitu saja pada ucapan Sofia.
"Tanpa dia menjelek-jelekkanmu, penilaianku padamu itu sudah jelek, Sofia. Jadi, lebih baik kamu urus perusahaanmu, dari pada mencari masalah lagi denganku," balas Lee, yang membuat Sofia mengepalkan tangannya.
"Aku tidak percaya akan begini jadinya. Tahu begitu kubuat anak-anakmu membenci ayahnya! Kamu benar-benar tidak konsisten, Lee!" cetus Sofia dengan perasaan kesal yang sudah menggunung.
Dan perkataan itu justru membuat Lee meradang. "Berhenti bicara omong kosong!"
Sofia berdecih keras.
"Apakah sebenarnya dia adalah wanita yang kamu cari, sehingga kamu membelanya mati-matian? Kamu tidak ingat bagaimana aku mengurus kedua anak kalian? Kamu pikir itu mudah bagiku?" tebak Sofia tepat sasaran. Dia mulai menjual kesedihan, agar Lee sedikit saja iba padanya.
Namun, hal tersebut justru membuat Lee semakin merasa jijik.
"Heuh, tapi aku tidak lupa. Kalau aku membayarmu dengan uang. Hanya itu kan yang kamu mau? Oh, aku lupa, bahkan aku juga memberimu kebebasan. Ya, kebebasan yang bahkan kamu dapatkan sebelum aku menikahi Alicia!" teriak pria itu hingga suaranya begitu menggema.
Sofia langsung bungkam, karena memang itulah kenyataannya. Sementara Lee memilih untuk segera pergi dan menyusul Renata.
"Jangan ganggu hidupku lagi, karena kita telah impas. Jika kamu tidak mendengarkan ucapanku, aku akan berubah menjadi monster yang paling menyeramkan dalam hidupmu!" bisik Lee ketika melewati Sofia, membuat bulu kuduk wanita itu langsung meremang seketika.