Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 20. Merasa Tidak Berguna



Sesuai dengan ucapannya, sepulang dari perusahaan, Lee menjemput Gio dan Shasha di rumah kedua orang tuanya. Dia membawa mobil sendiri, dan membiarkan Zack pulang ke apartemennya.


Berbeda dengan Renata, karena wanita itu harus pergi ke kampus untuk mengurus data dirinya. Minggu depan dia sudah harus berkuliah, dengan mengambil kelas karyawan, jadi dia hanya membutuhkan waktu Sabtu dan Minggu untuk belajar.


Sepanjang perjalanan Lee hanya bisa termenung, dengan tatapannya yang terlihat nyalang. Bahkan dia tak menghiraukan telepon dari Sofia, karena dia terlalu malas untuk mendengarkan ocehan wanita itu.


Lagi pula sudah ada pengasuh Gio dan Shasha, jika ada apa-apa sudah tentu Sofia bisa menghubungi wanita yang bernama Fenny itu.


"Sial, Lee pasti sengaja mengabaikanku. Apa karena sudah ada pengasuh, dia jadi seperti ini? Hih, dasar, lagi pula untuk apa memperkerjakan si Fenny itu! Buang-buang uang saja," gerutu Sofia seraya mengayunkan tangannya kasar.


Dia benar-benar geram, karena sedikitpun Lee tidak memberinya kesempatan. Akhirnya dia pun kembali masuk ke dalam kamar, tetapi di pertengahan jalan dia tak sengaja melihat supir pribadinya keluar dari dapur.


"Roky, siapkan mobil, aku ingin pergi!" ucap Sofia yang membuat pria itu langsung mengangguk patuh.


"Baik, Nyonya."


Pria itu pun segera keluar untuk menyiapkan mobil, karena dia memang diperkerjakan secara khusus untuk mengantarkan Sofia ke manapun wanita itu pergi.


***


Lee sampai di kediaman rumah kedua orang tuanya ketika hari sudah gelap, karena perjalanan sangat macet. Dia segera turun dan masuk ke dalam mansion, dan melihat beberapa asisten rumah tangga sedang menyiapkan makan malam.


Dan kebetulan Jennie juga ada di sana, melihat putranya datang, Jennie segera menghampiri Lee, lalu melepaskan jas pria itu. "Mandilah dulu, anak-anakmu ada di kamar Grandma dan Grandpa, mereka sedang mengajak kedua Eyang Buyutnya bicara."


Lee pun mengangguk, kemudian mengecup pipi Jennie. Namun, sebelum masuk ke dalam kamarnya, dia menyinggahi kamar nenek dan kakeknya terlebih dahulu, di mana ada Gio dan Shasha di sana.


Tok Tok Tok …


Lee mengetuk pintu yang terbuka setengah itu, membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Per—"


"Daddy!" panggil Gio dan Shasha berbarengan, ketika melihat Lee datang, padahal pria itu belum menyelesaikan kalimatnya.


"Wah, sepertinya kalian bersenang-senang di sini," ucap Lee sambil merentangkan kedua tangannya, karena si kembar mulai bergelayut manja.


"Eyang sedang bercerita tentang Daddy waktu kecil, katanya Daddy sudah berpacaran dengan Mommy dari umur tujuh tahun," balas Shasha sambil terkekeh. Membuat Lee ikut tersenyum.


Dia mengelus kepala putrinya dan mengecupi pipi gembul Shasha. "Jangan terlalu didengarkan, itu semua tidak sepenuhnya benar."


"Hei, kamu menuduhku berbohong? Dasar cucu kurang ajar!" timpal Ken, kakek Lee, yang sampai saat ini masih hidup bersama isterinya. Meskipun sudah tua renta, mereka masih terlihat cukup sehat, sehingga bisa merasakan bermain dengan cicit kembarnya.


"Tapi itulah kenyataannya, Eyang. Aku hanya iseng-iseng, tidak cinta betulan," kata Lee, mencari pembelaan.


Ken menjelaskan dengan terbatuk-batuk karena saking semangatnya. Membuat Zoya geleng-geleng kepala.


"Jangan terlalu banyak bicara. Lidahmu nanti keselo, Eyang. Minum dulu!" kata Zoya sambil mengulurkan air putih ke arah Ken.


"Lagi pula aku tidak suka wanita, mereka itu berisik seperti Shasha!" ketus Gio, yang membuat Ken hampir menyemburkan air di dalam mulutnya.


Sementara Zoya dan Lee langsung tergelak kencang. Karena Gio tidak terlalu menanggapi ucapan Ken, tetapi mereka melupakan satu orang yang sudah bersiap-siap untuk berteriak karena tidak terima dikatai berisik oleh kakaknya.


"DADDY, JANGAN TERTAWA!!!" teriak Shasha tepat di telinga Lee, membuat pria itu menganga.


***


Makan malam telah tiba, bahkan Aneeq—ayah Lee—sudah ikut bergabung, karena dia sudah pulang dari perusahaan dari 10 menit yang lalu.


Di mansion besar ini, hanya ada kedua orang tua Lee, serta kakek dan neneknya saja. Selebihnya asisten rumah tangga dan security. Sebab semua saudara Lee sudah menikah dan memiliki rumah masing-masing.


Hanya di hari-hari besar saja mereka berkumpul, dan mansion ini akan sangat mirip dengan kos-kosan, karena saking banyaknya saudara sepupu Lee.


"Dad, kapan Kak Ziel pulang dari luar negeri, aku dengar dia sedang melakukan perjalanan bisnis?" tanya Lee setelah meneguk air putih. Karena dia sudah menyelesaikan makan malamnya.


Sementara kedua anaknya sedang disuapi oleh ibu dan neneknya. Mereka sama-sama memberikan perhatian yang sangat besar untuk Gio dan Shasha, tak membandingkan dua bocah itu keluar dari rahim yang mana.


"Iya, Lee. Mungkin lusa dia sudah di ibu kota, lagi pula istrinya juga sedang hamil, dia pasti mempersingkat waktunya," jawab Aneeq apa adanya. Sambil menikmati dessert.


Lee pun mengangguk-anggukkan kepala, tetapi Aneeq selalu merasa prihatin dengan hidup sang anak yang seolah kehilangan gairah. Meskipun Lee selalu berusaha menutupinya, tetapi sebagai sesama lelaki, dia tahu sang putra sedang tidak baik-baik saja.


"Selesai makan ikutlah Daddy ke ruang kerja, ada sesuatu yang ingin Daddy bicarakan," sambung Aneeq, membuat Lee mengangkat pandangannya.


"Iya, Dad."


Karena kesepakatan itu, di sinilah dua orang pria itu sekarang. Lee duduk di sofa, sementara Aneeq berdiri di depan jendela sambil memperhatikan langit yang gelap karena tertutup awan hitam.


Pria paruh baya itu mendesaah kasar, bergerak untuk memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Daddy belum berhasil menemukan apapun, Lee. Maaf …."


Mendengar itu, Lee menundukkan kepalanya dan tersenyum getir. Semua usahanya seolah sia-sia, karena selama lima tahun, dia masih belum menemukan Alicia ada di mana. "Sebenarnya aku bosan mendengar jawaban itu, Dad. Tapi aku tidak akan pernah bosan untuk mencari dia. Ke manapun! Hidup atau mati, aku akan lakukan semuanya."


Aneeq memejamkan matanya dengan erat, sebagai ayah dia merasa tidak berguna untuk saat ini.


***


Udah setahun ya gue ninggalin si Lee sama Renata 😂😂😂