Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 72. Saya Adalah Saya



"Sampai kapan, Alice?" tanya Lee, yang membuat Renata semakin terperangah. Jadi, Lee sudah mengetahui semuanya? Namun, dia tidak akan semudah itu mengakui bahwa dirinya adalah Alicia.


Tidak akan!


"Apa maksud anda, Tuan? Saya tidak paham," Renata balik bertanya dengan bibirnya yang senantiasa bergetar. Dia dan Lee terus saling tatap, hingga tiba-tiba pria itu berjalan keluar.


Dia ingin mengajak Renata bicara, tetapi tidak di dekat anak-anaknya. Dia ingin menjelaskan semuanya berdua.


Hingga tiba di ruang tengah, Lee menghentikan langkahnya. Sementara Renata mengekor, posisinya sekarang benar-benar terancam. Namun, mengingat Gio dan Shasha dia tidak akan menyerah untuk berjuang. Dia harus mendapatkan hak asuh si kembar.


Tanpa membalikkan badan, Lee kembali berkata. "Ternyata kamu masih kukuh dalam pendirianmu. Kenapa? Kamu marah padaku?"


Renata terdiam sesaat, rasanya sulit sekali hanya untuk sekedar menelan ludahnya. "Saya tidak mengerti dengan apa yang anda bicarakan."


Lee mendesaahkan nafas kecil, lalu menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. Otak pria itu berputar ke masa lalu, di saat dia telah kehilangan cahaya hidupnya.


"Aliciaku telah pergi lima tahun lalu. Sejak saat itu aku terus mencarinya. Ke manapun, di manapun. Aku terus berusaha meskipun aku tahu jawabannya sama. Tapi aku tetap tidak mau menyerah, karena sekalipun Aliciaku sudah tidak ada, aku harus menemukan di mana makamnya. Namun, ditengah pencarianku tiba-tiba dia datang dengan wujud yang berbeda. Dia berdiri seperti sosok lain, bahkan berpura-pura tak mengenalku. Awalnya aku tidak berpikir sampai ke sana, tapi dari bukti yang ada, aku yakin bahwa dia adalah Aliciaku ...."


Lee membalik badannya, hingga mereka kembali berhadapan. Namun, kali ini Renata terus menundukkan kepala dengan mata yang terus berkaca-kaca.


"Dan aku sadar, kedatangannya kali ini bukan untukku. Tapi untuk buah hati kami. Dua malaikat yang membuatku bertahan sampai detik ini. Jadi, aku mohon bicaralah ... katakan bahwa kamu adalah wanita yang selama ini aku cari," jelas Lee sambil terus menatap tubuh ringkih yang ada di hadapannya.


Dia tak peduli pada air mata yang mulai mengalir membasahi janggut. Dia sudah tidak tahan, dia ingin semuanya segera jelas.


Sementara Renata hanya mampu untuk bergeming. Dia mengepalkan tangan, seperti mencari kekuatan batinnya.


"Anda salah!" cetus Renata dengan tarikan nafasnya yang terdengar terengah. "Saya adalah saya, jadi saya bukan wanita yang anda cari."


Mendengar jawaban itu, tentu Lee tahu bahwa wanita yang ada di hadapannya masih teramat kecewa.


Deg!


Renata tidak menyangka jika ternyata Lee sudah mengetahui sejauh itu. Renata menggigit bibir bawahnya, dia mulai ketakutan. Takut jika pada akhirnya dia kalah untuk mendapatkan hak asuh kedua anaknya.


"Ayo jelaskan padaku dari mana kamu mendapatkan itu semua, kalau kamu memang bukan Alicia!" cetus Lee yang membuat Renata semakin terpojokan.


"Anda tidak berhak mencecar saya!" kata Renata dengan sedikit berteriak.


"Kamu masih bersikeras seperti ini. Kenapa? Apa kamu tidak mau aku, bahkan Gio dan Shasha mengetahui identitas aslimu?"


"Itu bukan urusan anda! Yang jelas saya bukan orang yang anda cari!"


"Begitukah? Lalu siapa Arshlan? Apakah dia adalah seseorang yang berhasil merubahmu?" Lee melangkah semakin dekat dengan Renata, hingga membuat wanita itu mundur secara perlahan.


Renata merasa tak tahan, hingga dia mendorong dada bidang Lee sekuat tenaga. "Saya bukan Alicia. Saya adalah Renata. Saya bukan wanita lemah, yang bisa anda injak-injak lagi! Dan saya akan berjuang, mendapatkan anak-anak saya kembali," tegas Renata sambil menunjuk wajah Lee.


Mendengar itu, Lee langsung memejamkan matanya kuat-kuat. Benarkan, Alicia sungguh sangat membencinya sekarang.


"Anda bisa bicara seperti itu, karena merasa saya yang salah. Padahal anda yang egois, anda yang telah memisahkan kami bertiga!" sambung Renata dengan menggebu.


"Itu karena kamu pergi begitu saja, Alicia, kamu tidak mendengarkan bagaimana penjelasanku lebih dulu," balas Lee, yang membuat mata Renata langsung mendelik.


"Apa? Apa yang ingin anda jelaskan? Sementara di saat saya kembali, anda masih bertahan dengan istri anda dan menyuruh anak-anak saya memanggilnya seperti itu. Saya bersumpah, saya tidak akan pernah rela mereka menyebut Sofia sebagai ibu!"


Renata benar-benar mengamuk, karena sudah merasa frutasi membendung semua kesakitan yang selama ini terpenjara di dalam hatinya.


"Tapi apakah kamu juga tahu bagaimana posisiku saat itu? Kamu pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak, sementara anak-anak terus menangis. Aku sangat bingung, aku frustasi, dan tiba-tiba saja Sofia datang. Kamu tahu apa yang terjadi? Dalam gendongan Sofia mereka mau diam, lalu aku bisa apa, Alicia? Aku bisa apa?" tanya Lee sambil berlutut.