
Tugas Alicia untuk melahirkan keturunan Lee memang sudah selesai. Namun, pria itu tidak mungkin membiarkan keselamatan Alicia terancam. Dia berpikir bahwa di tangan Zack semuanya akan beres, jadi dia sedikit lebih tenang.
Seharian itu Lee benar-benar sibuk, hingga nyaris tak dapat memegang ponselnya. Dia bekerja mati-matian, demi perusahaan cabang yang ia kelola tidak mendapatkan kerugian.
Sementara di sisi lain, Sofia merasa kesal, karena dia tidak berhasil menemukan wanita yang ia cari, padahal salah satu temannya sempat mengatakan bahwa Lee membawa wanita lain ke rumah sakit ini.
Diam-diam dia mengadu pada Jennie, namun dia tidak berhasil menunjukkan kelakuan bejat suaminya. Sebab bukti itu tidak ada, Alicia sudah berhasil dipindahkan oleh Zack ke rumah Rendra.
"Sialan!" umpat wanita itu dengan perasaan kesal yang menggunung. Setiap kali dia mencoba untuk mencari identitas Alicia, dia selalu gagal. Jadi, tidak ada yang dapat dia lakukan.
Pagi harinya, Lee benar-benar kembali ke ibu kota. Dia langsung ke rumah sakit untuk menemui anaknya, dan membawa pulang dua bayi itu. Dia ingin menunjukkan pada Sofia, bahwa dia tidaklah mandul.
"Bagaimana dengan Alice?" tanya Lee pada Zack, ketika mereka masih di halaman rumah sakit. Karena begitu bahagia dengan kelahiran si kembar, hari itu juga Lee langsung memperkejakan dua pengasuh sekaligus.
"Dia sudah ada di rumah, Kak. Di sana, aku sudah menyuruh dua orang untuk berjaga. Dan hari ini aku juga meminta dokter untuk datang memeriksa keadaannya," jawab Zack apa adanya. Mendengar itu, perasaan Lee terasa lebih lega.
"Kerja bagus, tapi hari ini aku belum bisa menjenguknya. Pekerjaanku masih sangat banyak, Zack. Terlebih anak-anakku akan segera pulang. Jadi, aku memutuskan untuk bekerja di rumah," jelas Lee, dia sudah berusaha untuk mempersingkat waktu di luar kota.
Namun, karena hal itu pekerjaan dia jadi lebih menumpuk. Sementara target harus segera dia capai, dia tidak bisa berleha-leha sekarang.
"Kalau begitu biar nanti aku yang menyempatkan waktu untuk pergi menjenguknya, Kak. Mungkin setelah makan siang, karena aku juga harus kembali ke perusahaan kan?"
Lee sedikit mengulas senyum. "Terima kasih ya, Zack."
"Sama-sama, Kak."
Lantas setelah itu, Zack mengantar Lee ke rumah yang selama ini pria itu tinggali bersama Sofia. Lee benar-benar menunjukkan keangkuhan di depan wanita itu, karena dia tidak mau harga dirinya kembali diinjak-injak.
Bahkan Lee sudah menyiapkan surat gugatan cerai dengan beberapa bukti yang ada di tangannya, tentang perselingkuhan Sofia selama 6 bulan belakangan ini. Dan yang tak bisa Lee percaya, Sofia berselingkuh dengan sepupunya sendiri.
***
Matahari mulai naik ke atas singgasananya. Dokter yang ditugaskan oleh Zack untuk mengecek keadaan Alicia datang ke rumah Rendra.
Namun, ketika dia mengetuk pintu, tidak ada sahutan dari dalam. Bahkan sampai sepuluh menit dia menunggu, dia tidak mendapatkan hasil apapun.
"Halo, Tuan?" sapa dokter wanita bernama Mia.
"Ya, ada apa, Dok?"
"Tuan, bisakah anda cek alamat rumah yang anda kirim? Karena sepertinya di rumah ini tidak ada orang," jelas Mia sambil melihat sekeliling. Suasana di sekitar rumah itu terlihat sepi, karena hanya ada beberapa orang yang lalu lalang.
Mendengar itu, Zack langsung mengerutkan dahinya. Dia mengecek alamat yang sebelumnya dia kirim, namun tidak ada yang salah.
"Alamatnya benar, Dok. Mungkin orang yang ada di dalam rumah itu tidak mendengar, coba anda ketuk lagi."
"Saya sudah sepuluh menit di sini, Tuan. Tapi tidak ada yang keluar."
Zack langsung berubah kalang kabut, dia bangkit dari duduknya dan mulai berpikir ke mana-mana.
"Kalau begitu, biar saya hubungi anak buah saya dulu."
Zack langsung memutuskan panggilan dan beralih menelpon anak buah yang dia tugaskan untuk menjaga Alicia. Namun, entah kesialan apa yang menimpa pria itu, pagi tadi seluruh anak buah Lee telah dikumpulkan oleh Aneeq, tanpa adanya konfirmasi.
Sebagai bos besar, tidak ada yang berani membantah perintah Aneeq, apalagi mengkhianati pria itu untuk sekedar memberitahu putranya, bahwa seluruh anak buahnya telah ditarik mundur.
Zack berusaha untuk menghubungi mereka, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah Rendra.
"Sebenarnya ke mana mereka semua?!"
Di pertengahan jalan, baru anak buahnya menelpon balik. Salah satu dari mereka menjelaskan, bahwa semua anak buah telah dibawa ke markas utama oleh Aneeq.
"Sial, sial, sial!" gerutu Zack dengan perasaan kalut. Dan dia semakin dibuat frutasi ketika tidak mendapati Alicia di rumahnya.
Wanita itu kabur.
"Astaga!" Zack meraup wajahnya dengan kedua tangan. Dia keluar rumah dan tepat pada saat itu beberapa anak buahnya datang. Matanya langsung menatap nyalang, dia berteriak. "Cari wanita itu sekarang!"