Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 76. Hilang



Setelah mengatakan itu semua, Lee langsung pergi ke kamar si kembar. Dia melihat kedua anaknya yang digendong oleh pengasuh masing-masing. Dua bayi itu tampak tak mau diam, hingga akhirnya Lee turun tangan.


"Sedari tadi mereka terus seperti ini, Tuan. Padahal kami sudah berusaha memberikan mereka susu," jelas salah satu pengasuh tanpa diminta.


Lee hanya melirik sekilas sambil menimang-nimang. Berusaha untuk menidurkan keduanya. Namun, apa yang ia lakukan tak membuahkan hasil, sebab Baby Gio dan Shasha malah menangis kencang.


"Daddy harus bagaimana supaya kalian mau diam, hem? Ayolah, Daddy kasihan melihat kalian yang terus-menerus menangis."


Lee mengoceh dengan mengajak kedua anaknya bicara. Hingga tiba-tiba salah satu pengasuh menasehatinya, bahwa sepertinya si kembar ingin bertemu dengan ibu kandungnya.


Lee tampak berpikir, dan teringat dengan Alicia. Namun, lamunannya buyar ketika dia mendapatkan sebuah panggilan dari anak buahnya.


Dia merasa bahwa ada sesuatu penting yang ingin disampaikan, jadi dia memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.


"Aku harus mengangkat telepon dulu," kata Lee, sambil menyerahkan botol susu yang ada di tangannya pada sang pengasuh.


Wanita yang berdiri tak jauh dari Lee hanya menganggukkan kepala. Lalu Lee menyingkir dengan melangkah ke arah jendela.


"Ada apa?"


"Halo, Tuan, saya sudah berusaha mencari di bagian selatan, tapi sampai saat ini tidak ada hasil apapun," kata anak buahnya. Sebuah informasi yang membuat Lee mengernyitkan dahi, padahal Zack sudah melarang seluruh anak buah yang sedang mencari Alicia untuk menghubungi kakak sepupunya.


Namun, salah satu dari mereka lupa. Hingga kini dia menghubungi nomor Lee.


"Memangnya siapa yang kalian cari?"


Ketika pertanyaan itu terlontar, sang anak buah baru sadar, dia melihat ponselnya dan melihat nama yang tertera dalam panggilan. Dia memejamkan mata, karena ternyata bukan nomor Zack.


"Maaf, Tuan, saya salah bicara."


"Siapa yang ingin kamu hubungi?"


"Ti—"


"Katakan siapa yang ingin kamu hubungi?!" bentak Lee, merasa ada yang tidak beres. Hingga membuat pria yang ada di seberang sana menjadi ketar-ketir.


"Kalau kamu tidak menjawab, kamu akan menerima konsekuensinya!" ancam Lee, karena anak buahnya terus bungkam.


"Maaf, Tuan, tadinya saya ingin menghubungi Tuan Zack," jawabnya dengan terpaksa.


"Zack?" ulang Lee dengan mata yang melotot. "Kalau begitu katakan siapa yang sedang Zack cari!"


"Itu—"


"Jawab dengan benar!" cetus Lee dengan penuh penekanan. Hingga akhirnya pria yang ada di ujung sana pasrah.


"Nyonya Alicia."


Deg!


Seperti ada yang menghantam dada Lee saat itu juga. Apa maksudnya Zack mencari keberadaan Alicia? Apakah wanita itu pergi dari rumah Rendra?


Tanpa berkata apapun lagi, Lee langsung mematikan panggilannya. Dia menatap ke arah dua pengasuh yang sedang berusaha menidurkan kedua anaknya. Dia pun memberi perintah. "Tolong jaga anakku, ada sesuatu yang harus aku kerjakan."


Baru saja dua pengasuh itu ingin menjawab, Lee langsung melangkah keluar. Dia masuk ke dalam mobilnya dan membawa kendaraan roda empat itu membelah jalan raya.


Dalam perjalanan itu, Lee berusaha untuk menghubungi Zack, malam ini juga dia ingin bertemu dengan adik sepupunya itu.


"Di mana kamu sekarang?" potong Lee sebelum Zack bicara.


"Aku? Aku ada di markas di bagian utara, Kak."


"Tunggu aku di sana, dan jangan ke mana-mana!" kata Lee dengan nada suara yang terdengar sangat serius. Lantas setelah itu, Lee langsung menancap gas, hingga mobil itu melandas cepat seperti angin.


Tak berapa lama kemudian, Lee tiba di tempat yang Zack sebutkan. Dengan langkah lebar, pria itu menyusuri pintu masuk, dan dia bisa melihat Zack yang menunggu di samping mobilnya.


Zack menyambutnya dengan senyum tipis, tetapi Lee justru membalas dengan tatapan tajam. Dan satu buah pertanyaan. "Di mana Alicia?"


Deg!


Zack langsung terkejut setengah mati, karena pada kenyataannya dia belum bisa menemukan wanita itu sampai sekarang. Padahal dia sudah sangat yakin bisa menyelesaikan masalah ini, tetapi ternyata dugaannya salah, masalah bertambah semakin runyam, dan dia harus siap menerima kemarahan Lee.


"Di mana Alicia, Zack?!" bentak Lee dengan mata yang melotot tajam.


"Maafkan aku, Kak," balas Zack sambil tertunduk lesu. Membuat Lee langsung membuka mulutnya.


"Jadi, dia benar-benar pergi? Dia pergi dan kamu tidak memberitahuku? Kamu ingin menutupinya dariku?!"


Zack memejamkan mata, dia hendak menjawab tetapi satu buah pukulan justru melayang ke wajahnya.


Bugh!


Zack terhuyung dan Lee langsung mencengkram kerah kemeja pria itu. Lee hendak menyerang Zack secara brutal, tetapi dia masih cukup sadar, siapa pria yang ada di hadapannya.


"Bagaimana bisa kamu tidak memberitahuku masalah sebesar ini?!"


"Aku benar-benar minta maaf, Kak."


"Jangan hanya minta maaf, tapi jelaskan bagaimana dia bisa pergi!" sentak Lee. Dan akhirnya Zack pun bicara apa adanya. Dia mengakui kelalaiannya, hingga terjadi hal seperti ini. Dan hal tersebut membuat Lee semakin bertambah frustasi.


Belum lagi pengasuh anaknya terus menelpon. Karena mereka ingin memberitahu padanya bahwa baby Gio dan Shasha tetap tak mau diam.


"Terus lakukan pencarian, aku tidak mau tahu, Alicia harus ketemu!" kata Lee, dia tidak bisa mencari Alicia sebab kedua anaknya pun membutuhkannya.


Lee kembali membawa mobilnya dengan kecepatan penuh dan juga hati yang kemelut. Entah kenapa dia merasa bahwa separuh nyawanya telah hilang mendengar informasi ini, padahal sebelumnya dia terus mengelak bahwa dia telah mencintai sang istri.


Tiba di rumah, Lee langsung pergi ke kamar kedua anaknya, namun dia dibuat terperangah saat ada Sofia yang sedang menggendong baby Gio. Yang membuat Lee merasa aneh, bayi mungil itu terlihat anteng dalam gendongan istri pertamanya.


"Sedang apa kamu?!" sentak Lee, masih dengan tatapan tajamnya.


"Anakmu terus menangis, kamu pikir, aku harus diam saja?" jawab Sofia. Merasa memiliki kesempatan untuk bertahan di sisi Lee.


***


Buat yang bingung dengan flashbacknya, gue juga bingung kenapa lu pada bingung 🤣 jadi pikirin ndiri dah 🤣


Oh iya, ada yang bilang juga flashbacknya jangan kebanyakan.


Lah terus gimana mau jelas? 😩 Jadi, dari pagi gue terus mikirin itu, apa udahan gitu sampe bab kemaren aja. Tapi ternyata, pendirian gue gak bisa gitu, gue ngerasa harus jelasin sejelas-jelasnya. So, bisa kan kalian nikmatin aja alurnya?


Jangan lupa kembang kopinyaaa 🤸