Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 97. Malam Yang Indah



"Jangan bicara! Jangan buat aku semakin terlihat egois dan keras kepala. Aku adalah Alicia, aku Aliciamu!"


Kini wanita itu tidak ingin dipanggil dengan nama orang lain. Dia ingin kembali menjadi Alicia. Ya, dia akan lebih suka dengan nama itu, karenanya dia bisa melahirkan Gio dan Shasha. Dua malaikat kecil yang sangat dicintainya.


Alicia terus memeluk tubuh Lee sambil sesenggukan. Menumpahkan rasa sesalnya yang begitu menggunung. Dia tidak ingin terus menyiksa kedua anaknya, begitu pun juga dengan Lee.


Dia bersedia memaafkan pria itu dan mencoba melupakan masa lalu. Sementara Lee terus membeku, dia seperti sedang bermimpi sekarang, karena tiba-tiba Alicia-nya datang dengan sebuah pelukan hangat.


Dia mengangkat tangan, lalu meraaba tubuh Alicia, dia takut ini semua tidak nyata. Namun, ternyata benar, sosok yang sedang memeluk tubuhnya adalah sosok yang telah dia tunggu-tunggu kehadirannya.


Mata pria itu mengembun karena merasa sangat bersyukur.


"Maafkan aku karena tidak bisa memahami perjuanganmu," lirih Alicia dengan bibir yang bergetar. Sementara air matanya terus mengalir deras.


Mendengar itu bibir Lee langsung melengkung dengan sempurna. Penantian panjang yang telah ia lalui kini telah usai, sebab Alicia-nya telah datang. Tanpa ragu Lee membalas pelukan wanita itu, erat, sangat erat seperti tak ingin melepaskannya kembali.


"Jangan harap kamu bisa pergi lagi. Aku akan mengikatmu lebih kencang. Hingga kamu tidak bisa lari ke mana-mana," balas Lee sambil merasakan kenyamanan yang sempat hilang dari hidupnya.


Jiwa pria itu seolah kembali hidup. Hingga banyak bunga bermekaran di sana. Alicia menganggukkan kepala, dia tidak akan menolak apa yang akan dilakukan oleh Lee. "Aku akan terima. Lakukan apa yang kamu mau terhadapku."


Alam di sekitar mereka seolah merestui, hingga mereka semakin berpelukan dengan erat. Tak ada salah satu di antara mereka yang ingin melepas lebih dulu. Hingga cukup lama mereka dalam posisi itu.


Keheningan dan suara isak tangis mendominasi, tetapi kebahagiaan yang membuncah di hati keduanya jauh lebih mendebarkan dari apapun.


Hingga akhirnya perlahan-lahan Lee mencoba untuk mengangkat kepala Alicia, dia menatap dua bola sendu milik wanitanya dengan senyum yang tak habis-habis. "Itu artinya kamu mau memaafkan segala kesalahanku?"


Alicia langsung mengangguk tanpa ragu. Benar apa yang dikatakan oleh Aneeq, memelihara dendam hanya akan membuat hidupnya tidak tenang. Sekarang dia ingin melepas segala dendam itu, dan kembali berusaha untuk mencintai pria yang ada di hadapannya.


Bibir Alicia memang tersenyum, tetapi ada getar yang membuat dia tak bisa menahan tangis harunya. Satu tangan wanita itu terangkat, lalu menyentuh rahang tegas Lee, dia mengusapnya perlahan, seolah tengah menikmati pahatan yang sudah lama tidak dia tatap lamat-lamat.


"Apakah akan terdengar aneh jika sekarang aku menjawab kalau aku juga mencintaimu?" tanya Alicia sambil terus memberikan tatapan teduhnya. Lee langsung menggelengkan kepala, karena dia tahu sebenarnya hati Alicia masihlah miliknya.


"Tidak! Aku tahu apa yang ada di dalam hatimu. Kalau saja kamu sudah melupakan semua tentangku, mungkin di ruangan tadi kamu akan langsung melepas genggaman tanganku," ucap Lee, karena sebenarnya dia hanya pura-pura mengigau untuk melihat apa reaksi Alicia. Dan ternyata semua itu sesuai harapannya.


Kelopak mata Alicia sedikit membola. "Jadi kamu?"


Lee mengulum senyum tipis, sebelum menjawab dia kembali memberikan kecuupan singkat di kening wanita itu. "Ya, aku mengatakannya secara sadar. Bahkan jujur dari dalam lubuk hatiku. Aku benar-benar ingin hidup denganmu. Selamanya ...."


Mendengar itu, pipi Alicia langsung tersipu. Karena Lee pasti menyadari apa yang dilakukannya saat itu. Ya, diam-diam Alicia mengelus kepala Lee, memberikan perhatian kecil ketika orangnya sedang tidur.


"Ayo mulai semuanya dari awal," sambung Lee, yang membuat Alicia menghentikan lamunannya. Wanita itu kembali mengangkat pandangannya ke arah Lee, dan pria itu tersenyum hangat.


"Kamu juga bersedia memaafkanku?" tanya Alicia.


Sebelum menjawab Lee menautkan kedua tangan mereka berdua. Lalu menyimpannya di depan dada. "Kata Shasha wanita tidak pernah salah. Jadi sudah jelas, kamu tidak perlu meminta maaf. Hanya aku yang pantas melakukan itu."


Alicia mengulum senyum tipis, merasa lucu dengan pernyataan putri kecilnya. "Kalau begitu boleh tidak aku menghukum orang yang bersalah?"


Kening Lee mengeryit, dia bertanya dengan menggunakan tatapan matanya. Akan tetapi tiba-tiba Alicia berjinjit untuk mengecuup bibir pria tampan itu.


Lee langsung tercengang. Dia menatap Alicia dengan tatapan tak percaya. Hingga detik selanjutnya giliran pria itu yang beraksi, Lee langsung menangkup rahang Alicia, dan melabuhkan ciuumannya di sana.


Malam yang indah untuk mereka berdua.