Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 30. Makan Malam (2)



"Aunty Re tidak hanya akan makan di sini, dia juga akan tidur bersamaku dan Shasha," kata Gio tiba-tiba, yang membuat semua orang terperangah. Bahkan Renata sangat terkejut mendengar kalimat itu keluar dari mulut putranya yang terkenal ketus dan datar seperti sang ayah.


"Untuk apa meminta orang asing tidur di sini? Apa dia juga tidak memiliki tempat tinggal?" cetus Sofia, tidak ingin membiarkan Renata semakin menguasai Gio dan Shasha, karena bisa saja hal tersebut membuat dia tersingkirkan.


Lee telah lama kehilangan wanita itu, Sofia tahu bahwa selama ini sang suami sedang mencari keberadaan Alicia. Kelak, jika ternyata Alicia tidak dapat ditemukan, Lee pasti mencari wanita lain, yang bisa membuatnya kembali merasakan jatuh cinta.


Dan pastinya mampu dekat dengan kedua anaknya. Dia tidak mau itu semua terjadi sekarang.


"Dia bukan orang lain, dia sekretaris Daddy. Orang yang bekerja dengan keluarga kita! Lagi pula Shasha menyukai Aunty Re, dan selama ini tidak ada yang menginap di rumah kita," balas Gio dengan tegas. Seolah tak membiarkan sang ibu mengusir Renata dengan cuma-cuma.


Mendengar itu, Sofia bertambah semakin mendelik. Dia semakin dibuat tak percaya dengan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut bocah sekecil itu.


Sementara Lee seperti melihat sesuatu dari dalam diri Gio. Bocah tampan itu memberikan tatapan tak biasa pada Sofia, seakan ada kemarahan yang terpendam.


"Tuan Kecil, lebih baik saya pulang, saya tidak ingin kehadiran saya hanya mengundang keributan," timpal Renata, dia sengaja berkata seperti itu supaya Lee lekas bicara. Dia mengalah untuk menang.


Renata hendak pergi meninggalkan meja makan, tetapi dengan cepat Gio mencekal pergelangan tangan wanita itu. "Tidak! Duduklah."


Astaga, Renata seperti dibuat jantungan karena lagi-lagi Gio seperti pria dewasa yang sedang berusaha mempertahankan dirinya.


"Gio!" sentak Sofia secara tidak sadar, karena terlalu muak dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


"Turunkan intonasi suaramu!" sambar Lee, yang tak suka jika Sofia membentak anak-anaknya dengan alasan yang tidak jelas. Padahal Gio hanya menginginkan Renata untuk bermalam. Apalagi sekarang mereka sedang ribut di depan makanan.


"Berhentilah bersikap kaku. Biarkan dia tetap di sini, karena aku yang akan mengawasinya secara langsung! Aku tidak akan segan memenjarakan dia jika memang dia macam-macam. Kamu bicara seolah aku mengekang mereka, tapi kamu sendiri bersikap layaknya ibu yang sangat posesif!" sambung Lee dengan menggebu. Terlanjur kesal karena Sofia selalu meributkan hal-hal kecil.


Kalau bukan karena Gio dan Shasha, dia tidak akan mungkin mempertahankan wanita itu di sisinya.


Suasana menjadi sangat mencekam, karena Sofia tidak bisa membantah ucapan suaminya. Dia membeku, sementara Renata sudah kembali duduk di samping Shasha.


"Daddy, kapan kita akan makan? Shasha sudah sangat lapar," ujar bocah cantik yang sedari tadi diam. Dia mencoba mencairkan suasana, agar semua orang kembali ceria.


"Ah iya, Sayang. Kita makan sekarang," ujar Lee berusaha menggerakkan bibirnya, hingga membentuk sebuah senyum tipis.


Fenny langsung bergerak untuk menyendokkan makanan untuk sang nona.


Namun, Renata langsung menahan laju tangan Fenny. "Biar aku saja." ucapnya sambil mengulum senyum ramah. Membuat Fenny ikut tersenyum pula.


Andai istri Tuan seperti Nona yang ini, mungkin aku tidak akan tekanan batin. Fenny bicara di dalam hati, karena dari kacamatanya, dia melihat bahwa Renata adalah seorang wanita yang lemah lembut perangainya, dan juga memiliki jiwa keibuan.


"Nona Shasha mau ikan atau ayam?" tanya Renata terlebih dahulu.


"Aku mau ikan, supaya aku jadi pintar berenang," jawab Shasha dengan cengiran khas, yang membuat siapa saja menjadi gemas.


Renata terkekeh kecil, membuatnya jadi terlihat semakin cantik.


"Kata siapa itu?"


"Grandma suka bilang seperti itu, saat aku tidak mau makan dengan ikan."


Mendengar itu, kekehan Renata justru menjadi tawa. Dia tidak sadar bahwa sedari tadi semua orang memandang ke arahnya. Akan tetapi dengan tatapan yang berbeda.


Di bawah meja, Sofia mengepalkan tangannya, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia teramat kesal, karena suami dan anaknya justru membela Renata.


Aku tidak akan membiarkan dia semakin dekat dengan Gio dan Shasha! Wajah lugunya itu pasti palsu, dia sengaja ingin menantangku.