Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 64. Senjataku Ampuh



Di dalam pesawat.


Ketiga orang yang ada di sekitar Renata terus tersenyum sumringah. Berbeda dengan dirinya yang terlihat kikuk, karena tak memahami situasi yang sedang dia hadapi.


Bukankah suasana akan menjadi sangat canggung ketika mereka berlibur berempat? Lalu bagaimana mengalihkan perhatian Lee, ketika dia ingin bicara dengan Gio dan Shasha.


Aku tak menyangka akan begini jadinya. Kenapa aku tidak bertanya terlebih dahulu.


Renata mengangkat kepala, menatap Lee dan juga kedua anaknya. Mereka terus tersenyum kegirangan, dan tentunya hal tersebut membuat Renata merasa heran.


Dia terus bertanya-tanya meskipun tak mendapat jawaban.


"Tuan," panggil Renata, yang membuat Lee mengalihkan perhatiannya. Ini untuk pertama kalinya dia membawa Gio dan Shasha berpergian jauh, jadi dia memanfaatkan waktu untuk menyenangkan kedua anaknya di sepanjang perjalanan.


Beberapa kali Lee memperlihatkan pemandangan di luar sana, hingga membuat kedua anaknya sangat berantusias.


"Ada apa, Re?" balas Lee. Kini Gio dan Shasha pun ikut menatap ke arah Renata yang menampakkan wajah gelisah.


Sedari tadi Renata sudah berusaha untuk menikmati perjalanan, tetapi ada perasaan bimbang yang membuatnya ingin mendengar sebuah penjelasan.


"Maaf sebelumnya, tapi jangan membuatku bingung kali ini, Tuan. Di mana Nyonya Sofia? Kenapa dia tidak ikut? Apakah dia tidak keberatan kita pergi bersama?" tanya Renata, dia tak tahan dengan rasa penasaran yang bercokol di dadanya. Hingga akhirnya tercetuslah pertanyaan itu.


Lee terdiam sesaat sambil melihat pemandangan di luar sana. Sementara Gio dan Shasha tampak saling pandang. Dua bocah itu menarik sudut bibir masing-masing, seperti telah menyiapkan sebuah rencana.


"Jadi, Aunty Re, tidak tahu?" Gio balik bertanya, yang membuat Renata langsung menggerakkan kepalanya.


"Apa? Apa yang tidak saya tahu?"


"Daddy dan Mommy sudah berpisah. Apakah Aunty Re sengaja bertanya seperti itu untuk menyinggung Daddy?" tanya Gio lagi. Dan kali ini Renata langsung mendelik dengan mulut yang sedikit terbuka.


Mendengar itu, Lee langsung bangkit dan meraih pergelangan tangan Renata. Membawa wanita itu pergi dari hadapan kedua anaknya.


"Tuan, apa maksud semua ini?" tanya Renata sambil menarik pergelangan tangannya hingga terlepas. Dia tidak tahu apa rencana Lee, tetapi sungguh rasanya sangat tidak nyaman jika keadaannya seperti ini, meskipun dalam hatinya dia merasa senang bisa berlibur dengan kedua anaknya.


Kini mereka ada di dekat toilet, Lee menatap Renata dengan intens.


"Apa yang ingin kamu tahu?" tanya Lee dengan sorot matanya yang teduh. Entah kenapa meskipun wajah Alicia telah berubah, dia tetap membayangkan wajah Alicia yang dulu.


"Apakah yang dikatakan Tuan Kecil itu benar?" tanya Renata, dia berusaha membalas tatapan mata Lee, meksipun akhirnya dia menghindar.


"Ya. Lalu apakah aku salah mengajakmu berlibur dengan kedua anakku karena mereka menyukaimu?"


"Apa?"


"Aku mengajakmu karena aku tahu anak-anakku cukup dekat denganmu, Re. Kamu berpikir apa?"


"Tapi tidak seharusnya seperti ini. Di antara kita tidak ada ikatan apapun, jadi anda tidak bisa seenaknya membawa saya!" tegas Renata, namun hal tersebut justru membuat Lee merasa lucu. Tidak ada ikatan? Benarkah seperti itu?


"Bagaimana kalau aku jawab karena kamu sekretarisku, apakah itu juga tidak cukup?"


Renata langsung mendesaahkan nafas kecil. Apakah itu jawaban yang masuk akal? Atau jangan-jangan Lee menyukai sosok Renata, hingga ingin menceraikan Sofia?


Astaga, dia benar-benar pria badjingan! Ketika ada sosok baru yang masuk ke dalam kehidupannya, dia langsung menyingkirkan orang-orang sebelumnya, termasuk aku?


"Tuan, sekretaris itu tugasnya hanya di perusahaan! Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan pribadi anda!" cetus Renata yang mulai tersulut emosi. Namun, Lee selalu nampak tenang, membuat wanita itu jadi kian kesal.


Bahkan Renata sampai mengepalkan tangannya. Ingin sekali menghajar wajah Lee sekali saja.


"Bukankah kamu yang bilang, bahwa kamu melakukan ini semua karena tidak ingin mengecewakan Shasha? Lagi pula apakah kamu tahu bagaimana perasaan anak-anak ketika tahu orang tuanya bercerai?" tanya Lee, membalikan kata-kata Renata tempo hari, bukankah wanita itu sempat berkata seperti itu padanya?


"Apakah aku salah? Sebagai seorang ayah aku ingin menyenangkan anak-anakku. Meskipun itu dengan cara gila ...."


"Aku hanya takut mereka tertekan, aku takut merasa terus bersedih dan kian bertanya-tanya apa yang menjadi masalah di antara kedua orang tuanya, tidak bisakah kamu membantuku untuk itu? Hanya beberapa hari saja ...."


"Aku mungkin dikenal sebagai pimpinan yang baik dan bertanggung jawab di perusahaan. Tapi aku selalu merasa gagal sebagai seorang ayah ketika anak-anakku bersedih, Nona Re!"


Renata langsung bungkam, dia terpojokan apalagi saat Lee memangkas jarak di antara mereka. Dadanya tiba-tiba sakit mendengar kata demi kata keluar dari mulut pria itu.


Hingga akhirnya Renata menyerah. Dia langsung menyingkir dari hadapan Lee dan kembali ke tempat duduknya. Sementara di balik punggung itu, Lee tersenyum tipis.


Dia benar-benar khawatir pada Gio dan Shasha kan? Hah, senjataku ampuh.