
Makan malam telah tiba, tetapi Gio tidak mau beranjak dari kamarnya. Dari tadi dia terus termenung, dan memilih untuk berpura-pura tidur. Ini untuk pertama kalinya Gio merajuk, dan hal tersebut membuat Shasha ikut-ikutan tidak mau makan.
"Kakak, kenapa tidak mau keluar?" tanya Shasha dengan wajahnya yang murung.
"Kamu saja. Aku sedang tidak nafsuu makan," balas Gio, tanpa berpindah posisi. Bahkan dia memunggungi adiknya.
"Tuan Muda, kalau kamu tidak makan yang ada nanti kamu sakit, dan kalian tidak akan bisa bermain bersama," timpal Fenny berusaha untuk membujuk. Akan tetapi bocah tampan itu bergeming, dia terus berpikir bagaimana caranya agar bisa mendapatkan keluarga yang harmonis. Tidak seperti ini, meskipun satu rumah, tapi seolah-olah semuanya serba berjalan sendiri.
"Aku tidak akan makan, kalau Kakak tidak makan!" tegas Shasha dengan berteriak, dia duduk di sisi ranjang, dengan kakinya yang senantiasa terayun.
"Lho kenapa Nona Shasha jadi ikut-ikutan. Nanti Daddy marah bagaimana?" Fenny pun cemas, karena dia pasti akan terkena imbasnya.
Sementara di luar sana, Sofia baru datang ke meja makan. Dan dia tidak melihat siapapun. Sofia mendesaahkan nafas, karena merasa bahwa kedua anaknya sedang membuat masalah.
"Di mana anak-anakku?" tanya Sofia pada pelayan yang sedang menghidangkan makanan.
"Belum keluar, Nyonya," balas pelayan itu. Membuat Sofia merasa jengkel, karena mood-nya benar-benar sedang tidak bagus. Selama pergi Lee sama sekali tidak menghubunginya, dan sekarang Gio dan Shasha mulai sulit diatur.
"Gio, Shasha! Keluarlah, Mommy hitung sampai tiga, kalau kalian tidak datang ke meja makan, Mommy akan memberikan kalian hukuman!"
Sofia mulai berhitung, tetapi selama itu pula tidak ada tanda-tanda bahwa kedua bocah itu akan keluar. Hingga akhirnya Sofia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar anaknya.
"Apa kalian tidak dengar apa kata Mommy?" tanya Sofia dengan nada menyentak. Membuat Shasha langsung menundukkan kepala.
"Maaf, Nyonya. Tuan muda sepertinya sedang tidak berselera makan. Jadi, Nona Shasha juga jadi ikut-ikutan," jelas Fenny dengan takut-takut. Apalagi saat melihat mata Sofia yang melotot.
"Kapan ayah mereka akan pulang?"
"Saya juga tidak tahu, Nyonya. Tuan tidak memberitahu saya."
Jujur saja, Fenny merasa aneh dengan keluarga ini, kenapa seorang istri justru bertanya seperti itu pada pengasuh seperti dirinya. Bukankah seharusnya Sofia yang paling tahu, ke mana, dan kapan Lee akan pulang.
"Kalau kalian tidak menurut, biar Mommy telepon Daddy!" cetus Sofia mengancam, agar kedua bocah itu lekas pergi ke meja makan.
"Telepon saja, Daddy juga sedang dalam perjalanan pulang. Aku akan makan dengan Daddy!" timpal Gio menantang, membuat Sofia terperangah, sejak kapan Gio berani membantah ucapannya seperti itu?
Sementara Shasha langsung mengangkat wajah, dia dan Fenny tidak tahu kalau Lee akan pulang malam ini. Lalu dari mana Gio mendapat informasi itu.
"Apa Daddy menelpon Kakak?" tanya Shasha.
"Yah, aku sengaja tidak mau makan karena menunggu Daddy!" balas Gio dengan tatapan datar. Padahal dia hanya meminjam ponsel milik Fenny, dan mengunduh aplikasi yang bisa mengetahui di mana titik lokasi Lee. Dia juga sempat mengirim pesan, kemudian langsung dia hapus karena tak ingin Fenny tahu apa yang sudah dia lakukan.
Mendengar itu, kepalan tangan Sofia pun melemah. Dia yakin pasti Lee sebentar lagi akan datang. Kalau dia berbuat semena-mena, yang ada pria itu akan tahu kalau dia sering menghukum Gio dan Shasha.
Sementara di sisi lain, Lee dan Renata baru saja tiba di ibu kota. Di dalam taksi Lee membuka ponsel dan mendapati pesan dari Fenny.
[Tuan, kapan anda pulang? Nona Kecil bilang ingin mengundang Kakak Cantiknya untuk makan malam.]
Lee mengernyitkan dahinya, lalu melirik ke arah Renata yang terlihat sedang memperhatikan jalanan. Lee memasukkan kembali ponselnya, lalu mengajak wanita itu bicara. "Eum, malam ini ikutlah denganku."
Renata menggerakan bola matanya karena mendengar suara Lee. "Tuan bicara dengan saya?"
Renata tersenyum lebar di dalam hati, karena ikatan batin antara anaknya benar-benar membuat mereka menjadi dekat. Hah, dia tidak akan pernah melewatkan kesempatan itu, dia akan ikut dengan Lee untuk pulang ke rumah.
"Baiklah, saya akan ikut."
"Tapi jangan berpikir bahwa ini akal-akalanku."
"Hah, saya tidak pernah berpikir begitu, Tuan."
"Baguslah!"
Renata menarik sudut bibirnya, merasa aneh dengan pemikiran Lee. Siapa juga yang berharap diundang oleh pria itu.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Akhirnya mobil itu tiba di depan rumah besar yang selama ini Lee tempati, para security langsung sigap membantu sang tuan membawa barang-barang, tetapi gerakan mereka terhenti karena melihat sosok Renata yang berjalan di belakang Lee.
Untuk pertama kalinya, sang tuan membawa wanita lain ke rumah ini.
Renata menatap kagum tempat tinggal Lee dan kedua anaknya. Dia cukup bersyukur karena Gio dan Shasha tidak kekurangan apapun.
Keduanya terus melangkah hingga sampai di depan kamar. Tanpa mengetuk, Lee langsung membuka pintu. "Surprise!"
Gio dan Shasha langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Lee. "Daddy." Panggil mereka secara berbarengan. Lalu turun untuk menyambut kedatangan sang ayah.
Lee langsung menciumi kedua anaknya, dan tak lupa dia memberitahu bahwa dia membawa seseorang yang Shasha nantikan.
"Kakak cantik," seru Shasha seraya melepaskan pelukan Lee, dia beralih untuk menyalimi tangan Renata, membuat wanita itu sangat bahagia.
"Ini hadiah untuk Nona Kecil dan Tuan Kecil," kata Renata seraya menyerahkan beberapa paper bag.
"Wah banyak sekali," ucap Shasha sambil menatap ke arah Gio yang kini sudah tersenyum. "Nanti kita main sama-sama ya, Kak." Sambung gadis cilik itu, mengajak Gio bicara.
"Yah nanti kita main," balas Gio.
Lantas setelah itu, Lee mengajak anak-anaknya untuk makan malam, karena Gio dan Shasha benar-benar menunggunya.
Dan pada saat itulah, Sofia menghadapi kenyataan, bahwa kini Lee mulai berani membawa wanita lain ke dalam rumah mereka.
"Kenapa dia ada di sini?" tanya Sofia dengan tatapan tak ramah.
"Dia akan makan malam di sini," balas Lee seraya menarik kursi untuk kedua anaknya.
"Apakah dia tidak memiliki cukup uang untuk makan di luar?" Sofia terlihat sangat tidak suka dengan kehadiran Renata. Apalagi kalau sampai wanita itu ikut campur untuk sok-sokan mengurus Gio dan Shasha.
"Aunty Re tidak hanya akan makan di sini, dia juga akan tidur bersamaku dan Shasha," sambar Gio, yang membuat semua orang terperangah.
***
Entar tiba-tiba bapaknya juga nyempil di tengah😌