Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 100. Pernikahan



Waktu mereka hanya seminggu untuk menyiapkan pernikahan. Namun, mereka sepakat untuk mengadakannya secara sederhana. Cukup ada anggota keluarga dan sanak saudara, karena mereka hanya ingin melegalkannya saja.


Satu buah gaun cantik yang didesain oleh Yuza—saudara kembar Zack. Telah disiapkan untuk Alicia. Begitu pun juga dengan tuksedo yang akan dipakai Lee, meskipun serba mendadak, tetapi Yuza masih memiliki beberapa stok yang pas di tubuh kakak sepupunya itu.


Hingga tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Tepatnya hari ini tanggal pernikahan itu jatuh. Semua orang sibuk dengan tugas masing-masing, sementara Lee dan Alicia sedang bersiap-siap.


Mereka akan kembali mengukir sejarah cinta yang sempat terjeda. Menjadikan kisah yang lama menyemai bahagia.


Kedua insan itu terus mengulum senyum. Kini hati Alicia benar-benar merasakan kelegaan yang begitu luar biasa, semua kebencian yang sempat menggunung kini telah luruh.


Berganti dengan buncahan rasa cinta yang mengalir untuk orang yang sama. Yaitu ayah dari kedua anaknya.


Setelah selesai didandani, Ralia masuk ke dalam kamar kakaknya. Dia tersenyum dengan tatapan haru, karena pada akhirnya Alicia dapat menemukan kebahagiaannya.


Gadis itu duduk di sisi Alicia, lalu menggenggam tangan sang kakak. "Selamat ya, Kak. Semoga pernikahan kalian selalu dilimpahi kebahagiaan. Dan berjanjilah padaku, jangan terluka lagi. Karena aku pasti tidak akan diam saja."


"Terima kasih, Ralia. Terima kasih karena sudah ada di samping Kakak, bahkan di saat Kakak merasa sangat terpuruk. Kakak berjanji untuk itu. Dan Kakak harap kamu juga begitu. Berbahagialah dengan Arshlan. Dia adalah pria yang baik, maka dari itu jangan kecewakan dia," jawab Alicia dengan bola mata yang berkaca-kaca. Mereka sama-sama menyelami pikiran masing-masing, hingga teringat akan masa lalu mereka yang begitu terjal.


Ralia pun menganggukkan kepala, dia menghapus air matanya ketika cairan bening itu ingin terjatuh. "Aku pasti ingat kata-kata Kakak. Jangan menangis ya ... Kakak sudah cantik hari ini, jadi Kakak hanya boleh tersenyum."


"Iya, Sayang," jawab Alicia sambil menarik lengan Ralia. Dan akhirnya mereka saling memeluk satu sama lain. Mencurahkan kasih sayang di hati masing-masing.


Hingga tak berapa lama kemudian, pintu kamar itu kembali terbuka, menampilkan Gio dan Shasha yang sudah nampak rapih dengan pakaiannya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Alicia, dia pun bangkit dari duduk hingga gaunnya mengembang.


Kedua bocah itu nampak takjub dengan penampilan Alicia. Mereka sama-sama terperangah dengan bola mata yang berbinar.


Bukannya menjawab, Gio dan Shasha malah mengitari tubuh Alicia.


"Wah, Ibu cantik sekali seperti Cinderella," ungkap Shasha sambil memindai penampilan sang ibu dari atas sampai bawah.


"Benar, dan kita beruntung bisa ikut pernikahan Ibu dan Daddy. Aku dengar teman-temanku tidak ada yang seperti itu," timpal Gio, yang membuat Ralia dan Alicia terkekeh kecil.


Ada-ada saja pemikiran bocah satu ini. Tentu saja mereka tidak akan ada, karena mereka dibuat setelah menikah.


"Oh iya, kata Grandma Ibu sudah boleh keluar. Kami akan menjemput Ibu untuk bertemu dengan Daddy," jawab Gio dengan wajah yang terlihat sangat sumringah.


"Memangnya yang lain sudah datang?"


"Tadi sebelum aku masuk ke sini, ruang tamu sudah ramai," timpal Ralia dan kedua bocah itu langsung menganggukkan kepala.


"Baiklah, ayo kita keluar!" ajak Alicia, dia mengulurkan kedua tangannya ke arah Gio dan Shasha hingga mereka berjalan sambil bergandengan.


Ketika pintu baru saja terbuka. Semua mata langsung tertuju pada Alicia. Begitu juga dengan sepasang mata milik Lee, dari kejauhan dia sudah bisa melihat sang wanita yang tampak anggun dengan gaun pengantinnya.


Alicia tersenyum tipis dengan rona merah di pipinya. Dia terus berjalan sambil menggandeng tangan kedua anaknya. Dia benar-benar merasa seperti seorang putri di negeri dongeng, sementara Lee adalah pangerannya.


Ketika dia sampai di hadapan pria itu. Lee langsung berjongkok, mensejajarkan diri dengan tinggi tubuh kedua anaknya.


Kedua tangan pria itu terulur, siap menerima tangan Alicia yang digenggam oleh Gio dan Shasha.


Gio melakukannya lebih dulu, dia menyerahkan tangan Alicia sambil berkata. "Semoga Ibu dan Daddy selalu bahagia."


Lalu disusul oleh Shasha yang senantiasa tersenyum sumringah. "Dan berjanjilah pada kami untuk tetap bersama. Kami tidak akan membiarkan kalian berpisah."


Mendengar itu, Lee dan Alicia langsung melempar senyum. Mereka benar-benar beruntung karena memiliki anak secerdas Gio dan Shasha.


"Kami berjanji, Sayang. Daddy pastikan bahwa kami akan selalu ada bersama kalian," jawab Lee, yang membuat Gio dan Shasha semakin merasa bahagia.


Dan setelah itu acara sakral pun dimulai, ini untuk kedua kalinya Lee mengucapkan janji suci untuk Alicia. Namun, semuanya tampak berbeda karena sudah ada rasa cinta di hati mereka.


Bahkan Lee tidak segan lagi untuk menciuum bibir Alicia di depan semua orang. Membuat hati para jomblowan dan jomblowati kepanasan.


Mereka saling mengumpat, tetapi ketika lempar bunga dilakukan, mereka langsung rebutan. Dan tidak ada yang seberuntung Zack hari ini, sebab dialah yang mendapatkan bunga tersebut.


Dia langsung berjongkok di depan Fenny, lalu mengutarakan niatnya. "Untuk kekasihku, Fenita. Will you marry me?"


Semua orang melongo, tetapi detik selanjutnya tepuk tangan langsung bergema dengan suara teriakan 'terima, terima, terima'