Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 55. Menonton Film (2)



Akhirnya siang itu mereka pun memutuskan untuk menonton film bersama. Lee menyuruh Zack memesan tiket melalui online, agar mereka tidak kehabisan.


"Kak, bagaimana denganku? Apakah aku harus ikut?" tanya Zack dengan berbisik. Karena sebenarnya dia tidak ingin menjadi nyamuk di antara Lee dan Renata.


"Tentu saja, kamu temani Fenny," balas Lee dengan berbisik pula.


Zack langsung mengalihkan pandangannya pada pengasuh si kembar, wanita itu sedang duduk di sofa menemani Gio dan Shasha. Jika dipikir benar juga apa yang dikatakan oleh Lee, kalau dia tidak ikut sudah tentu tidak ada yang menemani Fenny.


"Baiklah, kalau begitu aku pesan sekarang," ujar Zack, lalu kembali fokus pada ponselnya.


Ketika jam makan siang telah tiba, keenam orang itu langsung keluar dari ruangan. Gio dan Shasha benar-benar terlihat senang, karena misi untuk mendekatkan Renata dan Lee sepertinya akan berjalan lancar.


Di dalam mobil, Fenny duduk di samping Zack. Sementara Renata duduk di kursi penumpang bersama anak-anaknya, dan juga Lee. Hal itu dijadikan kesempatan untuk Lee, supaya dia bisa menatap Renata lebih dekat.


Dia tahu Renata merasa sedikit gugup.


"Kak, ada waktu dua jam sebelum film dimulai, sebaiknya kita makan siang dulu," ujar Zack, memecahkan keheningan.


"Ya, kita cari restoran di dalam mall saja," jawab Lee, tanpa melepas tatapannya pada sosok cantik yang ada di sampingnya. Sementara Zack langsung menganggukkan kepala.


"Daddy, saat menonton aku mau pop corn dan cola," rengek Shasha seraya mendongak.


"Oh iya, nanti kita beli," jawab Lee.


"Aku juga. Tapi aku mau bola-bola daging," timpal Gio.


"Kalian tenang saja, Daddy akan belikan semuanya," balas Lee.


Mendengar jawaban itu, Shasha pun langsung mengulum senyum dan memeluk ayahnya. "Daddy memang terhebat, selalu menuruti kemauan kami. Aku beruntung punya ayah seperti Daddy."


Renata yang sedari tadi diam dan memerhatikan, merasa terenyuh mendengar ungkapan Shasha. Dari sana dia bisa menilai bahwa anak-anaknya sangat menyayangi Lee, lalu bagaimana ketika dia mengaku sebagai ibu dari keduanya? Apakah Gio dan Shasha akan terima?


"Kalau Kakak cantik mau apa?" tanya Shasha, beralih menatap Renata yang duduk di samping Gio.


Dan pertanyaan itu sukses membuat Renata sedikit tergagap. "Ah saya tidak ingin apa-apa, Nona Shasha, dengan menemani kalian saja saya sudah senang."


Gio dan Shasha langsung saling pandang, mereka seperti bicara melalui sorot mata masing-masing, lalu tiba-tiba terbit senyum dari bibir keduanya.


***


Tiba di mall mereka langsung makan siang terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka menuju gedung bioskop. Gio dan Shasha memesan banyak makanan, hingga membuat Fenny sedikit kesulitan.


"Biar saya bantu," tawar Zack, namun Fenny yang merasa tak enakan, lantas menolak tawaran pria itu.


Fenny yang teguh pendirian, membawa semua makanan yang dipesan anak asuhnya, tetapi tiba-tiba ada salah satu makanan yang ingin terjatuh, membuat Zack sigap. "Saya sudah bilang, biar saya bantu."


Fenny langsung menunduk. Sementara Renata yang sudah membawa beberapa makanan pun ikut menoleh.


"Maaf, Tuan," ucap Fenny.


Tanpa banyak kata Zack langsung mengambil alih makanan yang ada di tangan Fenny. Lalu mereka melangkah masuk studio nomor 1, tempat di mana film akan diputar.


Awalnya Lee hendak menyewa satu deret kursi yang dia duduki bersama Gio dan Shasha, namun ternyata sudah ada banyak orang yang memesan tiket.


"Daddy di sini, Kakak Cantik di sini, aku dan Kak Gio di sini," kata Shasha mengatur tempat duduk. Kini Lee dan Renata duduk berdampingan, sementara Gio ada di ujung.


Lalu di mana Fenny dan Zack? Mereka duduk di belakang berdua, berdasarkan nomor tiket.


Renata tak sempat memprotes, karena Lee dengan senang hati menerima itu. Dia langsung duduk, begitu pun juga dengan Gio dan Shasha.


Astaga, kenapa jadi seperti ini?


Wanita itu membatin, mau membantah tetapi sepertinya tidak bisa karena penonton yang lain sudah menempati tempat duduk masing-masing.


"Aunty Re, cepatlah duduk, filmnya sudah mau dimulai," seru Gio, membuat Renata mau tak mau duduk di samping Lee.


"Iya, Tuan Kecil."


Renata merapatkan kedua kakinya, dia benar-benar terlihat tidak nyaman, hingga tak menikmati film yang dia tonton. Namun, ketika melihat anak-anaknya tertawa, perasaan Renata jadi menghangat.


Hingga dia ikut mengulum senyum. Dan hal tersebut tak lepas dari perhatian Lee. Dari pada menonton yang ada di depan sana, pria itu lebih suka menonton Renata.


Akhirnya pelan-pelan Renata pun jadi terbawa suasana. Bahkan dia tidak tahu ketika Gio dan Shasha saling berbisik.


"Lakukan dengan pelan-pelan," ucap Gio, memberi titah.


Shasha mengangguk, lalu tiba-tiba ada tangan kecil yang menyelinap untuk mengambil rambut Renata.


"Kakak, aku berhasil!" kata Shasha dengan tangan yang mengepal.


***


Hari Senin serasa Minggu, ampe lupa minta vote🤸🤸🤸