
"Dari mana dia mendapatkan jahitan ini? Apakah dia pernah terluka?"
Mulutnya mungkin bertanya seperti itu, tetapi ingatan Lee langsung jatuh pada masa Alicia operasi. Dia ingat betul, karena dia lah yang senantiasa menemani istri keduanya itu.
Tangan besar nan hangat milik Lee semakin menyentuh permukaan perut Renata, dengan berani dia menyingkap celana piyama yang Renata kenakan hingga luka bekas jahitan caesar itu terlihat dengan sempurna.
Kelopak mata pria itu terbelalak, kemudian tatapannya beralih pada wajah Renata yang terlelap nyenyak. "Mungkinkah itu kamu? Tapi kenapa?" Gumam Lee dengan bibir yang bergetar. Rasanya sungguh tak percaya.
Dan dengan cepat, Lee keluar dari kamar kedua anaknya. Dia melangkah tergesa-gesa untuk mengambil ponsel, dia tidak peduli pada panggilan tak terjawab yang Aneeq berikan, karena fokusnya sekarang hanyalah pada Renata, dia ingin memastikan apa yang ada dalam pikirannya.
Meskipun ia jelas tahu, wajah Renata sangatlah berbeda dengan Alicia.
Lee terus memperhatikan wallpaper ponselnya dengan tatapan nanar dan mata yang memerah. Seolah harapan itu telah datang untuknya.
Begitu Lee kembali ke sisi ranjang yang ditempati oleh Renata, dia langsung meraih tangan Renata dengan penuh hati-hati. Dia mencocokkan tangan itu dengan gambar yang ada di ponselnya.
Deg.
Tiba-tiba mulut Lee menganga dengan jantung yang bergemuruh hebat. Karena ternyata semuanya sama, tangan langsing ini pernah dia genggam dengan erat ketika bercinta, dan tangan ini yang kerap melayaninya selama hampir satu tahun.
"Alice," gumam Lee dengan mata yang mengembun. Satu kali saja dia berkedip, maka air matanya akan jatuh memenuhi janggutnya.
Bahkan saking tercengangnya, ponsel milik pria itu hampir terjatuh.
"Benarkah ini kamu?" tanyanya seraya merundukkan tubuh, agar sejajar dengan Renata. Dia terus menggenggam tangan itu, dengan hati yang lara, juga tak percaya. Kenapa bisa wajah Alicia jadi berbeda? Kenapa identitasnya menjadi Renata.
Lee membuang pandangannya dan tergugu. Menyesali semua perbuatan dia di masa lalu, mungkin jika tidak ada kesalahpahaman itu, Alicia dan kedua anaknya sudah merasakan kebahagiaan yang utuh.
"Maafkan aku, Alice," lirih Lee dengan tangis tertahan. Dia sangat yakin, bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah istrinya yang kabur lima tahun silam. Karena dia begitu mengenali lekuk tubuh Alicia, bahkan sampai suara nafas pun masih terngiang-ngiang di telinganya. Dia tidak lupa.
Karena merasa sedikit terganggu, Renata pun menggeliat, hingga genggaman tangan Lee terlepas. Sementara pria itu terus memperhatikan wajah Renata, pantas saja dari awal dia selalu merasa aneh dengan wanita satu ini, bahkan kedua anaknya langsung merasa dekat. Padahal saat itu adalah pertemuan pertama mereka.
Dia mengusap pelan pipi wanita itu, dan semuanya memang nyata, ini bukanlah mimpi. Wanita yang selama ini ia cari ternyata tak jauh darinya. Alicia datang sendiri kepadanya, tanpa harus ia bersusah payah.
Merasa tak tahan, karena rindu yang teramat menggebu, dengan berani Lee memajukan wajah untuk sekedar mengecup kening Renata. Akan tetapi sebelum itu terjadi, tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.
"Daddy, sedang apa?"
Mendengar itu, Lee langsung gelagapan, seperti seorang maling yang tertangkap basah. Dia langsung menjauh dari tubuh Renata, dan mendapati Gio sedang menatap ke arahnya.
"Ah, tidak! Tadi—tadi ada nyamuk di kening Aunty, Daddy hanya ingin mengambilnya," kata Lee memberi alasan, dan semoga saja kali ini Gio tidak menggunakan kepintarannya. Karena hal itu, hanya akan membuat dia kalah.
"Oh, lalu kenapa Daddy ada di sini? Apakah Daddy ingin tidur bersama kami?"
"Hem?"
Gio segera menggeser tubuhnya, padahal tanpa dia melakukan itu pun, masih ada ruang yang tersedia, karena ranjang itu tipe king size. "Tidurlah di sampingku, kalau Daddy ingin tidur di sini."
Lee semakin gelagapan, suasana haru beberapa saat lalu langsung ambyar gara-gara Gio terbangun. Dan semoga saja, bocah tampan itu tidak melihat apa yang sedari tadi dia lakukan. Karena semua itu hanya akan membuat anak-anaknya kebingungan.
"Ya, baiklah. Daddy akan tidur di sini," ucap Lee, kemudian melangkah ke sisi Gio. Dia naik ke atas ranjang, dan tidur bersama anak dan istrinya—ya—bukankah Alicia masih menjadi istrinya? Karena selama ini tidak ada perceraian di antara mereka.
Lee menarik selimut dan memiringkan tubuhnya. Sebelum menutup mata, dia memerhatikan Renata yang kini tengah memeluk Shasha. Dia tidak menyangka, jika akan begini akhirnya.
Mereka kembali tidur di ranjang yang sama. Bahkan dengan buah cinta mereka berdua.
***
Doain buat kesehatan ngothor ya, karena tiba-tiba gue sakit oey, makanya kemaren gak update 😔😔