Hidden Mommy

Hidden Mommy
Bab 99. Kamu Tetaplah Aliciaku



Hari itu Lee sudah bisa keluar dari rumah sakit. Rencananya keluarga pria itu akan mengadakan makan malam di mansion untuk membahas pernikahan antara Lee dan Alicia. Karena Aneeq ingin hubungan mereka segera diresmikan.


Alicia pun langsung menghubungi adiknya yang ada di luar kota. Wanita itu bercerita kalau pada akhirnya, dia dan Lee kembali bersama.


Awalnya Ralia menolak dan menentang keras. Karena dia adalah saksi bagaimana penderitaan kakaknya pasca melahirkan Gio dan Shasha. Namun, setelah dijelaskan secara perlahan-lahan gadis itu pun akhirnya mau mengerti, dan hari ini dia memutuskan untuk menyusul Alicia ke ibu kota.


Di mansion keluarga Tan mulai terlihat ramai. Para asisten rumah tangga hulu-hilir menyiapkan makanan untuk acara nanti malam.


Sementara Alicia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar yang biasa digunakan Lee ketika menginap. Karena dia dilarang untuk mengerjakan sesuatu.


Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka, menampilkan wajah sang pria dengan uluman senyum manisnya. Lee melangkah ke arah Alicia, lalu duduk di samping wanita itu.


Lee meraih tangan Alicia untuk digenggamnya, hingga membuat wanita itu mengangkat wajah. Mereka saling tatap dengan jarak yang sangat dekat. "Semoga semuanya berjalan lancar. Aku berharap tidak ada lagi yang menghalangi kita untuk bersama."


Namun, entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di hati Alicia. Wanita itu menampilkan raut sendu, membuat Lee berpikir bahwa Alicia tidak senang dengan keputusan orang tuanya.


"Kamu keberatan dengan ini semua?" tanya Lee menebak. Dan Alicia langsung menggelengkan kepalanya, bukan itu yang sedang dia pikirkan.


"Lee, kita sama-sama tahu, wajah dan identitasku telah berubah. Apa semua itu tidak akan menjadi masalah?" ujar Alicia, mengeluarkan sesuatu yang bersarang di pikirannya. Dia khawatir orang-orang di luar sana tahu, dan pada akhirnya pernikahan mereka menjadi bahan pembicaraan media.


Lee mengusap pipi Alicia dengan lembut. Dia tahu bagaimana ketakutan Alicia mengenai itu semua. "Aku memang memiliki banyak uang, Alice. Bagiku mengembalikan wajahmu itu sangat mudah. Tapi aku juga tahu, kalau operasi yang kamu jalani itu menyakitkan, dan aku tidak mau kalau sampai kamu merasakan itu lagi. Satu yang harus kamu yakini, bahwa aku tidak mencintai fisikmu, ada sesuatu yang jauh lebih mempesona dari pada itu, yaitu jiwamu. Jadi, mau seperti apapun bentuk wajahmu, kamu tetaplah Aliciaku." Jelas Lee panjang lebar, mencoba menenangkan Alicia dari pikiran-pikiran buruknya.


Sepasang mata Alicia mulai terasa panas, merasa haru dengan kalimat yang keluar dari mulut Lee, menandakan betapa besarnya cinta yang pria itu berikan untuknya.


"Tapi jika aku siap menanggung itu semua. Kamu akan mengizinkanku 'kan?" tanya Alicia. Walau bagaimanapun dia ingin kembali hidup menjadi dirinya sendiri, bersama pria yang dicintainya serta kedua anaknya.


Lee tersenyum tipis, dia mengecuup bibir Alicia sekilas lalu menganggukkan kepala. "Aku akan menuruti kemauanmu. Aku yakin, kamu juga ingin memberikan yang terbaik untukku dan anak kita."


Lantas setelah itu keduanya pun berpelukan. Mulai saat ini mereka akan melangkah bersama dengan saling menguatkan, saling percaya dan saling memahami satu sama lain.


***


Awalnya Ralia ingin pergi sendiri, tetapi sang kekasih tak akan mungkin membiarkannya. Hingga akhirnya kini mereka berdua sampai di ibu kota.


Arhslan tidak menyangka jika ternyata orang yang selama ini dia hadapi adalah keluarga Regina.


Melihat kedua orang itu datang, Alicia pun nampak bahagia. Dia langsung memperkenalkan adik serta kekasihnya itu pada Lee dan seluruh keluarga. Semua orang terlihat senang, tetapi tidak dengan Regina.


Sampai saat ini dia masih berusaha untuk menghilangkan rasa cintanya terhadap Arshlan. Namun, dia malah melihat kemesraan keduanya.


"Kamu kenapa?" tanya Zack, karena melihat raut wajah Regina yang nampak berbeda. Kebetulan dia duduk di samping wanita itu.


"Ah tidak. Aku hanya merasa kepanasan di sini, mungkin karena terlalu banyak orang," jawab Regina dengan sedikit tergagap. Namun, Zack tidak bisa dibohongi, sedari tadi dia tahu kalau pandangan mata Regina tertuju pada Ralia dan Arshlan.


Tiba-tiba Zack merangkul bahu Regina, lalu mengusapnya dengan pelan. "Masih banyak yang menunggumu di luar sana. Jangan hanya berfokus pada satu orang."


"Kamu bicara apa?" cetus Regina dengan kening yang berkerut.


"Aku hanya menasehatimu."


"Tidak perlu. Aku tahu kalau aku cantik, jadi sudah tentu banyak yang menyukaiku!" ucap Regina dengan penuh percaya diri. Dan Zack hanya terkekeh menanggapi ucapan sepupunya itu.


Akhirnya setelah makan malam selesai, mereka pun mulai membahas tentang pernikahan antara Lee dan Alicia. Mereka sepakat bahwa pernikahan itu akan diadakan satu minggu lagi. Dan mengenai perubahan wajah Alicia, mereka akan mengurusnya setelah pernikahan itu selesai.


Lee terus meyakinkan bahwa tidak akan ada yang berani untuk mengambil berita tentang kehidupan pribadi mereka. Karena ia akan melakukan pengamanan yang begitu ketat.


"Kamu harus percaya padaku," bisik Lee sambil menggenggam tangan Alicia di bawah meja. Wanita itu pun menganggukkan kepala.


"Iya, aku percaya pada Priaku," balas Alicia yang membuat Lee tersenyum lebar.