
Jia Li merasa kasihan kepada Zhi Ruo, ia sudah tau rahasia Zhi Ruo tentang ayah tirinya dan rumah bordil sampai Qing Shan berjanji membantunya.
Semenjak pertengkarannya dengan A Hua, Qing Shan tidak pernah menemuinya.
"Nona... apa nona mau meminta maaf kepada Yang Mulia Raja? saya akan mengantarkan nona...tiga hari ini Yang Mulia Raja tidak menemui nona sama sekali"
"Aku tidak peduli... aku tidak salah... biarkan saja dia marah, walaupun dia akan membunuhku aku tidak takut"
Jia Li merasa khawatir,
Sore harinya Jia Li pergi ke tempat berlatih kerajaan, dimana setiap sore Qing Shan selalu berlatih kecepatan pedangnya disana.
Tok.. tok.. tok
"Yang Mulia Raja... saya Jia Li pelayan nona Zhi Ruo"
Pintu terbuka, terlihat Qing Shan hanya mengenakan celana hitamnya dan bertelanjang dada dengan keringat bercucuran.
Jia Li berlutut.
"Yang Mulia Raja, saya ingin mengatakan sesuatu tentang nona Zhi Ruo"
"Berdirilah.... dan katakan"
"Sebenarnya kemarin nona Zhi Ruo membela saya, selir A Hua dan selir Bao Yu menampar nona terlebih dulu dan mengatakan bahwa nona wanita murahan dari tempat pelacuran, nona hanya diam tapi nona marah saat selir A Hua menampar saya... Yang Mulia Raja.. tolong maafkan saya dan nona Zhi Ruo" jelas Jia Li sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah.. kau boleh pergi sekarang, nanti malam aku kesana, pastikan nona mu tidak mengenakan riasan tebalnya"
Jia Li tersenyum lega "Baik Yang Mulia Raja".
Zhi Ruo berendam di air hangat dengan taburan mawar, Jia Li membersihkan rambutnya.Entah mengapa Zhi Ruo merasa Jia Li berlebihan, biasanya ia hanya berendam biasa tanpa taburan bunga tanpa lilin terapi yang wangi.
Selesai mandi, ia memakai gaun berwarna putih. Jia Li mengeringkan rambut Zhi Ruo.
''Jia Li... aku tidak suka warna ini"
"Nona harus memakai gaun berwarna putih dan riasan tipis karna ini hari penting"
"Hari penting apa?"
"Ummm.. salah satu jendral terbaik kerajaan menikah, semua wanita memakai gaun putih"
"Emmm... "
Jia Li memakaikan riasan tipis dan membiarkan rambut Zhi Ruo terurai sampai kering.
"Nona... saya ke dapur istana dulu sebentar"
Zhi Ruo berbaring di ranjangnya, aroma badan dan rambutnya terasa lebih segar dari biasanya. Zhi Ruo memejamkan matanya, suara pintu terbuka.
Zhi Ruo tetap berbaring menghadap tembok.
"Jia Li... kenapa cepat sekali?"
Seseorang berbaring disebelahnya, memeluknya dari belakang.
Zhi Ruo menoleh dan terkejut melihat Qing Shan berada dibelakangnya.
"Malam ini kau wangi sekali, apa kau berencana menggodaku?"
"A.. apa?... tidak.. Jia Li yang melakukannya, aku hanya menurutinya"
Qing Shan duduk yang diikuti oleh Zhi Ruo.
"Yang Mulia Raja.. ada apa menemui saya?"
Qing Shan menyentuh rambut hitam panjang Zhi Ruo.
"Maaf aku susah berperasangka buruk tentangmu... aku sudah tau kebenarannya, Jia Li menceritakanku bahwa A Hua lah yang salah, kau mau memaafkanku?"
Zhi Ruo mengangguk pelan.
Qing Shan membelai pipi Zhi Ruo.
"Aku menginginkanmu malam ini.."
Wajah Zhi Ruo terlihat gugup seketika, jantungnya berdegup kencang tak beraturan.
"Tenang saja,lihat mataku... aku tidak akan menyakitimu.."
Zhi Ruo memejamkan matanya dengan rapat, Qing Shan menggenggam tangan Zhi Ruo yang terasa dingin, diciumnya bibir Zhi Ruo yang terasa manis.
Qing Shan menyentuh paha Zhi Ruo, ia segera menghentikan aktivitasnya ketika melihat Zhi Ruo yang menangis ketakutan tanpa suara, badannya sangat dingin.
Qing Shan berbaring disebelah Zhi Ruo dan memeluknya.
"Maaf" sahut Zhi Ruo.
"Tidak apa apa... aku akan menunggu sampai kau siap"
Zhi Ruo merasa lebih tenang, pertama kali baginya diperlakukan lembut seperti ini, ia bertekad untuk menghilangkan ketakutannya secepat mungkin.