GUIREN

GUIREN
Tidakkah kau cemburu?



Qing Shan duduk di bangku taman dengan wajah malas bersama A Hua, sudah dua hari semenjak kejadian A Hua dan mentri Ping, ia selalu menemani A Hua atas permintaan A Hua sendiri dengan alasan takut terjadi kejadian yang sama.


A Hua duduk disebelah Qing Shan sambil merangkul lengan Qing Shan dengan manja.Zhi Ruo hanya terdiam walaupun selama dua hari ini Qing Shan tidak mengunjunginya lagi, ia menyadari bahwa A Hua juga salah satu selir disini yang juga berhak mendapat perhatian dari Qing Shan.


Jia Li selalu menemani Zhi Ruo di kamarnya, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Zhi Ruo dan janinnya. Zhi Ruo menikmati irisan buah yang telah Jia Li siapkan, entah mengapa ia lebih suka makan buah buahan karna tidak akan membuatnya mual.


Jia Li menyisir pelan rambut panjang Zhi Ruo.


"Nona... apa setelah ini nona mau jalan jalan diluar?"


"Baiklah"


Setelah selesai menghabiskan buah buahannya, Jia Li mengajak Zhi Ruo jalan jalan mengelilingi istana. Jia Li menggandeng tangan Zhi Ruo.


"Nona... apa nona mau saya ambilkan makanan dari dapur?"


"Tidak perlu,tapi aku ingin mengunjungi suatu tempat"


Jia Li mengikuti Zhi Ruo, mereka berhenti didepan pintu ruang penyiksaan.


"Nona.... untuk apa nona kemari?"


Zhi Ruo melepas gandengan tangan Jia Li lalu hendak membuka pintu yang berada tepat dihadapannya.


Belum sempat ia membuka pintu itu, Qing Shan muncul dari dalam sana dengan wajah sedikit terkejut melihat Zhi Ruo dihadapannya.


Zhi Ruo terdiam seketika, ia menunduk tak berani menatap wajah Qing Shan yang berdiri dihadapannya.


"Yang Mulia Raja"... sapa Jia Li.


Qing Shan memberi kode agar Jia Li pergi meninggalkannya berdua bersama Zhi Ruo.


Setelah Jia Li pergi, Qing Shan masih menatap Zhi Ruo yang hanya menunduk di hadapannya.


"Yang Mulia Raja..." sapa Zhi Ruo dengan pelan.


Qing Shan membelai rambut Zhi Ruo.


"Kenapa tidak memandang wajahku?"


Dengan cepat Zhi Ruo mendongakkan wajahnya, menatap wajah Qing Shan yang menatapnya dengan lembut.


Qing Shan tersenyum lalu mencium kening Zhi Ruo.


"Maafkan saya Yang Mulia Raja, saya hanya ingin mengetahui keadaan.."


Qing Shan menutup bibir Zhi Ruo menggunakan jari telunjuknya.


"Sshhh..."


Qing Shan menggendong Zhi Ruo dengan hati hati lalu membawanya ke kamarnya.


Zhi Ruo memandang wajah Qing Shan, mencium aroma tubuh Qing Shan yang ia rindukan.


Sampai didalam kamar, Qing Shan membaringkan Zhi Ruo ke ranjangnya.


"Jangan kembali ke ruang penyiksaan, masalah ibu dan saudaramu sudah aku urus.. kau jagalah calon anak anakku di perutmu ini" sahut Qing Shan sambil mengusap usap perut rata Zhi Ruo.


"Apa yang Yang Mulia Raja lakukan terhadap mereka?"


"Aku memberikan mereka ke rumah bordil, agar mereka merasakan apa yang kau rasakan dulu... sayangnya ibu angkatmu meninggal, dia menggores pergelangan tangannya sendiri... apa kau merasa kasihan?"


Zhi Ruo menggeleng "Tidak... itu hukuman yang pantas bagi mereka"


Qing Shan menggenggam tangan Zhi Ruo.


"Lalu.. apa kau tidak merindukanku?"


Wajah Zhi Ruo memerah.


Qing Shan mencium lembut bibir Zhi Ruo.


"Tidakkah kau cemburu ketika aku menemani wanita lain selain dirimu?"


Zhi Ruo menatap mata Qing Shan


"Tentu saja saya merasa cemburu... tapi, A Hua juga salah satu selir Yang Mulia Raja yang berhak mendapatkan perhatian dari Yang Mulia Raja"


Qing Shan menciumi leher Zhi Ruo, Zhi Ruo mengalungkan kedua tangannya pada leher Qing Shan.


"Tenang saja, aku hanya menginginkanmu saja... aku tidak tertarik pada mereka"


Zhi Ruo tersenyum, entah mengapa walaupun tidak adil bagi para selir, Zhi Ruo merasa sangat senang mendengarnya.