GUIREN

GUIREN
Pemakaman



Para pasukan bantuan dari istana datang membawa beberapa kereta untuk membawa jasad para prajurit yang gugur. Qing Shan tidak akan membiarkan perjuangan mereka sia sia, ia akan memberikan pemakaman yang layak bagi mereka.Li Zicheng ikut ke dinasti Ming untuk mendapatkan perawatan dari tabib agar lukanya tidak memburuk.


Qing Shan menaiki kudanya bersama Zhi Ruo yang duduk didepan.Qing Shan memeluk pinggang Zhi Ruo dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya mengendalikan kudanya.


Zhi Ruo terus menatap jasad Ma Chou yang secara khusus dibawa menggunakan kuda miliknya.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Yang Mulia Raja.... saya turut bersedih atas gugurnya Ma Chou, kalau boleh saya tau... bagaimana bisa pria tangguh seperti Ma Chou bisa terkalahkan?”


"Dia mati karna melindungiku... seharusnya aku yang tertusuk tombak itu"


Zhi Ruo hanya diam menunduk, ia masih memikirkan perkataan Ma Chou yang ingin mengajak putrinya jalan jalan.


Dinasti Ming


Para selir berdiri di belakang gerbang untuk menyambut kedatangan Qing Shan.


A Hua tidak sabar ingin melihat kondisi Zhi Ruo, dengan kondisi kuda yang sakit itu, tidak menutup kemungkinan bahwa Zhi Ruo akan terjatuh dari kudanya dalam hujan deras, A Hua sangat menginginkan melihat sekujur tubuh Zhi Ruo penuh luka.


Pintu gerbang dibuka, para penjaga berteriak menyambut kedatangan kaisar mereka yang berhasil pulang dengan selamat membawa kemenangan. A Hua membelalakkan matanya melihat Qing Shan dan Zhi Ruo dalam satu kuda yang sama, bahkan mereka terlihat sangat romantis disana.


"Umm..Yang Mulia Raja... biarkan saya berjalan sendiri"


"Kakimu akan sakit nanti, cukup pandang wajahku saja, abaikan orang orang yang memandangimu"


Zhi Ruo menurut, dipandanginya wajah Qing Shan yang terlihat lelah setelah berperang.


Para pelayan telah menyiapkan air hangat untuk mandi, Qing Shan melepas bajunya dan melepas hanfu kotor milik Zhi Ruo, mereka berendam bersama di bak mandi yang besar itu. Zhi Ruo membersihkan tubuh Qing Shan menggunakan kain.


Wajah Qing Shan terlihat lelah dan sedih atas kematian Ma Chou pengawal setianya. Tak ada sesungging senyuman di wajah tampannya, baru kali ini Zhi Ruo melihat wajah sedih Qing Shan.


Zhi Ruo menyentuh wajah Qing Shan dengan lembut, berharap dapat mengurangi kesedihan yang dirasakannya.Qing Shan menarik tangan Zhi Ruo, mendekatkan tubuhnya.Disentuhnya pipi lembut Zhi Ruo, Zhi Ruo selalu saja terlihat cantik di matanya,seperti ibunya yang selalu mencintai kaisar walaupun cintanya dikhianati. Qing Shan tak lagi menyentuh selir selirnya agar Zhi Ruo tidak merasakan apa yang ibunya pernah rasakan.


Mungkin Qing Shan adalah satu satunya Raja atau Kaisar yang tidak tertarik kepada selir selirnya demi satu orang wanita saja.


Selesai mandi, mereka berdua memakai hanfu berwarna putih untuk melakukan pemakaman para prajurit yang gugur.Qing Shan mengubur Ma Chou disebelah makam istrinya. Suara tangis dari istri dan anak anak para prajurit yang gugur membuat siapapun yang mendengarnya ikut bersedih pilu.


Qing Shan berdiri disebelah makam Ma Chou bersama Zhi Ruo dan Lian putri Ma Chou yang tak bisa berhenti menangis memeluk batu nisan ayahnya.


Para prajurit dinasti Shun juga dikubur ditanah dinasti Ming, Li Zicheng berdiri tak jauh dari Qing Shan, ia sangat paham bagaimana rasa sedih Qing Shan atas kematian Ma Chou yang menjadi pengawal setianya.