GUIREN

GUIREN
Ciuman pertama Liqin



Qing Shan dan Li Liang sampai di penginapan.


Li Liang segera berlari masuk ke kamarnya, sementara Qing Shan segera masuk ke kamarnya menemui Zhi Ruo.


Brakk


Dengan semangat Qing Shan membuka pintu kamar.


"Yang Mulia Raja mengagetkan saya"


Qing Shan terdiam melihat Zhi Ruo yang sedang duduk di sofa sambil menikmati kue kue yang ada di meja.


"Yang Mulia Raja .. ?"


Qing Shan menghampiri Zhi Ruo lalu duduk di sebelahnya.


"Emm... Li Liang berkata padaku bahwa kau membeli pakaian"


"Pakaian ? oh... ya.. saya membeli pakaian"


"Lalu ?"


"Saya memberikannya pada Liqin,pasti sangat pas untuk Liqin"


Qing Shan berdiri seketika.


"Apa ? kenapa memberikannya pada Liqin ? bukankah Liqin masih kecil ? kenapa... tidak kau pakai sendiri saja"


"Yang Mulia Raja... Liqin sudah dewasa... lagipula hanfu merah muda itu sangat cantik dipakainya"


Wajah Qing Shan memerah.


"Ha.. hanfu ?.. "


"Tentu saja.. Yang Mulia pikir saya membeli apa ?"


Qing Shan diam tak menjawab pertanyaan Zhi Ruo.


"Aahh... saya tau maksud Yang Mulia Raja sekarang" sahutnya.


Qing Shan menyilangkan kedua tangannya.


"Ehem... a.. aku hanya bertanya saja"


Zhi Ruo menyentuh dagu Qing Shan.


"Ternyata Yang Mulia Raja juga bisa menggemaskan seperti ini"


Yelu dan Liqin beristirahat disebuah pondok kecil.


Mereka membeli aneka kue kue yang dijual disana.


Liqin memberikan sebuah anting anting pada Yelu.


"Ini.. aku membelinya tadi"


Sebuah anting berbentuk naga melingkar.


"Saya kira putri Liqin tidak menyukai pria yang memakai anting anting... maka dari itu saya melepas semua anting anting saya"


"Siapa bilang ? a.. aku sangat menyukainya..."


"Terimakasih"


Yelu memakai anting pemberian dari Liqin,terlihat cocok untuknya.


"Bukankah kau semakin terlihat tampan menggunakan anting anting ?" sahut Liqin


Yelu terdiam.


Liqin merasa malu seketika "Ah.. mm.. maksudku....amm"


Sebuah ciuman mendarat di bibir mungilnya.


Sesaat Liqin sangat terkejut, namun perlahan ia menikmati ciuman lembut dari bibir Yelu.


Yelu melepas ciumannya, dipandangnya wajah Liqin dalam dalam.


Kedua mata mereka bertatapan.


Liqin memandang setiap inci wajah Yelu yang tampan, rahang kokoh dengan hidung mancung serta bibir yang selalu tersenyum hangat padanya.


Liqin melihat sedikit luka pada bibir Yelu, ia menyentuhnya dengan telunjuknya.


"Apa aku melukaimu?" tanya Liqin


"Hmm ?"


"Bibirmu terluka"


"Ini hanya luka kecil dan bukan putri Liqin yang melakukannya, saya terjatuh saat berlatih bersama Zuyu"


"Oh... jadi begitu"


Liqin terdiam sesaat, ia baru sadar kalau jemarinya masih menyentuh bibir bawah Yelu.


"M.. maaf.. haha.." sahutnya sambil menarik jemarinya.


"Benarkah?"


Yelu mengangguk "Tentu saja"


"Padahal hari ini aku sudah mencoba agar terlihat dewasa"


Yelu tersenyum " Haah.. jadi begitu ? pantas saja putri tidak seceria biasanya... padahal saya lebih suka putri Liqin yang ceria dan menggemaskan seperti biasanya"


Wajah Liqin memerah, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"A.. a..aku tidak menggemaskan... umm.. lagipula.. aku tidak suka kakak selalu memanggilku gadis kecil"


Yelu menarik kedua tangan Liqin agar tidak menutupi wajah cantiknya.


"Putri Liqin... saya.. benar benar sangat menyukai putri... izinkan saya untuk mendampingi dan melindungi putri Liqin dimanapun putri berada..."


Liqin merasakan hangatnya genggaman tangan Yelu.


Ia mengangguk dan tersenyum.


"Tentu saja aku mengizinkannya"


Penginapan


Qing Shan berjalan menuju kamar Li Liang.


Tok tok


"Li Liang... ayah masuk"


Qing Shan membuka pintu kamar Li Liang.


Ia melihat Li Liang tertidur di sofa dengan sebuah apel ditangan kirinya.


Qing Shan berdiri di samping Li Liang.


"Baiklah... ayah tau kau berpura pura..."


Li Liang terduduk seketika.


"Maafkan aku ayah" sahutnya.


"Dimana adikmu ?"


"Mm... bisakah ayah berjanji untuk tidak marah padaku ? karna sebetulnya ini tidak ada sangkut pautnya denganku"


Qing Shan tidak menjawabnya, ia hanya mengangkat sebelah alisnya.


"Baik baik... maafkan aku.. aku akan mengatakannya"


Setelah mengatakan dimana Liqin berada, Qing Shan kembali ke kamarnya.


Zhi Ruo memandang wajah Qing Shan yang terlihat kesal.


"Apa ada sesuatu yang Yang Mulia Raja pikirkan ?"


"Liqin berada diluar berdua dengan Yelu"


"Lalu ? apa masalahnya ?"


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya ? tidak ada pengawal yang menjaganya"


"Bukankah ada Yelu ?"


Qing Shan duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.


"Aku akan memenggal kepalanya kalau sampai terjadi sesuatu pada Liqin"


Zhi Ruo tertawa kecil, ia duduk di samping Qing Shan.


" Yang Mulia Raja... lagipula Liqin sudah dewasa... apa Yang Mulia Raja mau kalau Liqin tidak menikah sampai dia tua ?''


Qing Shan hanya diam tak menjawab perkataan Zhi Ruo.


"Qing Shan" panggil Zhi Ruo dengan lembut.


Tentu saja seratus persen dapat membuat Qing Shan luluh dan teralihkan perhatiannya.


"Panggil aku lagi" sahutnya sambil tersenyum.


"Yang Mulia Raja ?"


"Namaku !!"


"Ah.. tiba tiba saya lapar"


Zhi Ruo hendak berdiri namun Qing Shan menariknya.


Qing Shan merobek hanfu bagian atas Zhi Ruo.


"B..b.. baiklah... Qing Shan..?" sahut Zhi Ruo sambil menahan tubuh Qing Shan yang sudah bersiap diatasnya.


Qing Shan tersenyum,


"Sudah terlambat"