GUIREN

GUIREN
A Hua



Make up tebal menjadi favorit Zhi ruo, itu membuatnya menjadi orang yang berbeda.


Ia duduk di ranjangnya sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia dapat mengontrol emosinya nanti. Nyonya Ru Shi menyarankan agar Zhi Ruo melihat kakak kakak seniornya yang sedang bekerja, namun ia juga masih belum siap dan canggung walaupun hanya menonton.


Zhi Ruo memikirkan wajah Raja Qing Shan yang tampan, ia bersyukur Raja tidak memukulnya karna kejadian kemarin.


Nyonya Ru Shi masuk kedalam kamar Zhi Ruo.


"Zhi Ruo... saudaramu datang ingin bertemu denganmu"


"Aku tidak punya saudara"


"Dia bernama Fang Yin"


Zhi Ruo segera berdiri dengan malas dan keluar menemui Fang Yin yang berdiri didepan kamarnya dengan tatapan benci.


Nyonya Ru Shi meninggalkan mereka berdua.


Plakk...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.


"Jalang!!! Gara gara kau Ayah dan Ibu bertengkar setiap hari... kenapa kau harus menggoda Ayahku? kenapa kau harus tidur dengannya? seharusnya kau berterima kasih karna keluargaku sudah menampungmu!!"


Zhi Ruo mengepalkan tangannya.


"Menggoda ? tidur dengannya? kau bahkan sudah tau aku yang jadi korban!! kenapa kau memutar balikkan kesalahan?" bela Zhi Ruo


Plakk...


Lagi lagi Fang Yin menamparnya.


"Aku tidak peduli, kau yang salah Yue Ying... dasar murahan, kau sangat pantas bekerja disini"


Zhi Ruo tersenyum kecil, membuat Fang Yin kebingungan.


"Apa yang kau tertawakan hah?"


Zhi Ruo menarik tangan Fang Yin dan menyeretnya ke tangga.


"Cepat pergi dari sini Fang Yin"


Fang Yin hanya tertawa "Aku ingin melihatmu melayani para lelaki dibawah sana... bagaimana kalau kau menunjukkannya padaku?"


Zhi Ruo menatap tajam mata Fang Yin.


"Aku akan memperlihatkannya padamu, dan aku bukan Yue Ying... aku Zhi Ruo"


Zhi Ruo menatap tajam Fang Yin yang meringis kesakitan dan kembali ke kamarnya.


Di istana Ming.


Qing Shan duduk ditemani salah satu selirnya yang bernama A Hua sambil menikmati secangkir teh hijau.


Ma Chou datang menghadap Rajanya.


"Yang Mulia Raja, saya kembali"


Qing Shan menaruh tehnya.


"Bagaimana?"


"Nona Zhi Ruo hari ini hanya dikamarnya, dan baru saja kakaknya datang menemuinya"


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Ia menyalahkan nona Zhi Ruo karna orang tuanya sering bertengkar"


"Apa wanita itu diam saja?"


"Tidak Yang Mulia Raja, Nona Zhi Ruo mendorong kakaknya jatuh dari tangga yang menyebabkan kepalanya terluka"


Qing Shan tersenyum.


"Bagus...kau boleh pergi... kita kesana nanti malam saja"


"Baik Yang Mulia Raja"


A Hua membelai dada bidang Qing Shan, mencoba untuk menggodanya.


"Yang Mulia Raja...bagaimana kalau malam ini A Hua menemani Yang Mulia Raja?" sahut A Hua sambil memamerkan pahanya.


"Aku sibuk malam ini" sahut Qing Shan datar dan meninggalkan A hua yang terdiam di sofa besarnya.


A Hua berlari menuju istana para selir, ia mengumpulkan para selir dan menceritakan tentang Zhi Ruo.


"Sepertinya Yang Mulia Raja tertarik dengan wanita itu" sahut salah satu selir.


"Kalau begini... kita akan kesusahan mengambil posisi Ratu.. bahkan Yang Mulia Raja tidak pernah menyentuk kita semenjak pulang" ujar selir lainnya.


A Hua selaku selir yang paling cantik diantara selir lainnya memukul meja dengan telapak tangannya.


"Yang Mulia Raja tidak tertarik dengan kecantikanku... aku akan memberi wanita itu pelajaran.. kita lihat saja nanti, secantik apa wanita itu"