GUIREN

GUIREN
Mengambil kembali perhatian Qing Shan



Berita kehamilan Zhi Ruo telah menyebar keseluruh istana, Qing Shan hendak merayakannya dengan mengadakan pesta jamuan makan malam bersama seluruh orang yang berada didalam istana, bahkan para pelayan dan koki diperbolehkan untuk ikut.


Sedangkan selir Bao Yu dan selir Tao mencoba menenangkan A Hua yang mengamuk mendengar kabar Zhi Ruo hamil, ia mulai memecahkan barang barang.


"Kak A Hua... tenanglah" sahut Tao.


A Hua memandang pantulan dirinya di cermin, ia berteriak sambil mengacak acak rambutnya.


"Wanita murahan itu telah mengambil semuanya dariku!!! aku akan membunuhnya, mengeluarkan bayi yang ada diperutnya!!!!Lihat saja nanti!!" teriak A Hua


Bao Yu dan Tao hanya mundur, mereka merasa takut akan ambisi A Hua yang berlebihan. Meskipun mereka juga tidak menyukai Zhi Ruo, mereka tidak berani membunuh.


A Hua berlari menuju kamar mentri Ping, ia membuka paksa pintu kamar mentri Ping.


Mentri Ping yang tidur seketika terbangun ketika A Hua masuk kedalam kamarnya.


"Selir A Hua?"


A Hua memeluk mentri Ping.


"Mentri Ping!! bantu aku!! aku ingin Zhi Ruo dan bayi yang dikandungnya mati!!"


Mentri Ping mendorong tubuh A Hua hingga terjatuh.


"Selir A Hua!! saya tidak akan membantu untuk hal semacam itu, apalagi itu adalah keturunan Yang Mulia Raja!! Saya tidak akan mencelakai keturunan Yang Mulia Raja"


A Hua melepas hanfunya, ia mendorong mentri Ping ke ranjangnya dan duduk diatasnya dengan tubuh telanjang.


"Mentri Ping, kau harus membantuku... aku akan melayanimu sepuasnya"


"Jangan bodoh selir A Hua!!! saya lebih memilih nyawa saya dari pada tubuh selir A Hua"


Mentri Ping mendorong A Hua, ia hendak pergi meninggalkan A Hua yang semakin menggila.


A Hua berlari mengambil patung besi di meja dan memukulkannya tepat di kepala mentri Ping.


A Hua meletakkan jarinya dibawah hidung mentri Ping,mentri Ping tak lagi bernafas,ia segera memukul kepalanya sendiri agar berdarah lalu berteriak memanggil penjaga.


Qing Shan masuk kedalam ruang pengobatan, ia melihat A Hua dan tabib disana.


A Hua menangis ketika melihat Qing Shan datang, ia memeluk Qing Shan.


"Yang Mulia Raja...huuuuu...."


Qing Shan melepas pelukan A Hua.


"Beristirahatlah, ada yang ingin aku tanyakan kepada tabib"


Qing Shan dan tabib istana berbicara diluar.


A Hua menguping dari dalam.


"Yang Mulia Raja, berdasarkan pernyataan selir A Hua, mentri Ping memaksa agar selir A Hua melayani nafsunya, tapi selir A Hua menolak dan mentri Ping langsung memukul selir A Hua hingga terluka di bagian kepala. Selir A Hua mendorong mentri Ping lalu memukul kepala mentri Ping menggunakan patung besi yang ada di meja"


"Oh... lalu bagaimana keadaan mentri Ping?"


"Mentri Ping telah tewas Yang Mulia Raja"


"Baiklah... tolong rawat A Hua sampai sembuh, setelah itu kau pergilah ke kamarku untuk memeriksa keadaan Zhi Ruo"


"Baik Yang Mulia Raja"


A Hua kembali ke ranjangnya, ia tersenyum senang karna mulai sekarang Qing Shan akan mempedulikannya.


Qing Shan kembali ke kamarnya, ia melihat Zhi Ruo tertidur di ranjangnya. Seharian ini Zhi Ruo mual mual, Qing Shan sampai kesusahan bagaimana caranya agar Zhi Ruo tidak merasakan mual yang teramat sangat.


Qing Shan duduk di sebelah Zhi Ruo dengan pelan agar tidak membangunkannya.


"Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi kalian berdua" gumam Qing Shan sambil membelai rambut Zhi Ruo yang terurai