
Qing Shan kembali ke kamarnya,tidak ada Zhi Ruo disana, ia sangat marah terhadap kelakuan selir dan juga salah satu mentri nya. Qing Shan melepas jubah hitamnya lalu berbaring di ranjangnya, para pelayan segera menyiapkan teh herbal dan mengupas beberapa buah buahan, mereka selalu melakukannya agar Qing Shan kembali berenergi dan segar.
Selir Bao Yu dan selir Tao duduk di bangku taman sambil membicarakan tentang A Hua, mereka tak percaya A Hua melakukan tindakan yang melebihi batas seperti itu.
Bao Yu menghela nafas berat
"Sepertinya Yang Mulia Raja mencintai Zhi Ruo... salah satu dari kita tidak akan mungkin menjadi permaisuri"
"Seorang selir yang tidak pernah disentuh sang kaisar.... ahhh... apa yang harus kita lakukan?"
"Aku masih menyayangi nyawaku.... aku tidak akan melakukan apa yang A Hua lakukan"
Sore harinya
Qing Shan mengajak Zhi Ruo menaiki kereta kudanya, Zhi Ruo duduk di sebelah Qing Shan yang terlihat lebih diam dari biasanya.
Terlihat beberapa penjaga dengan kereta kuda mengekor dibelakang.
Zhi Ruo masih tidak mengerti Qing Shan akan membawanya kemana, ia juga tidak berani bertanya karna sepertinya Qing Shan sedang tidak ingin berbicara.
Satu jam kemudian kereta berhenti, Qing Shan membantu Zhi Ruo turun.
Zhi Ruo memandangi sekitar, kini ia berada dalam halaman yang luas dikelilingi tembok besar dan tinggi, terdapat sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan penjaga di depan pintunya.
Qing Shan memberikan kode pada penjaga, penjaga itu mengangguk lalu mulai membuka pintu kereta yang berada dibelakang kereta Qing Shan.
Zhi Ruo terkejut bukan main melihat A Hua bersama mentri kerajaan memakai hanfu putih dengan tangan terikat kebelakang.
A Hua dan mentri Ping berlutut dihadapan Qing Shan, Qing Shan menghela nafas panjang.
"Kalian akan tinggal disini sampai bayi itu lahir!! setelah bayi itu lahir aku akan memenggal kepala kalian berdua!!" sahut Qing Shan dengan wajah marah.
Qing Shan membelai rambut Zhi Ruo dengan lembut.
"Mau berkeliling sebentar ?"
Zhi Ruo mengangguk, Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo lalu mengajaknya berkeliling.
Tidak banyak yang bisa dilihat, hanya sebuah rumah yang dikelilingi pohon pohon besar.Tidak ada tetangga dan bahkan tidak ada hewan yang tinggal di tempat ini, siapapun yang tinggal disini pasti akan merasakan kebosanan yang sangat luar biasa.
Mereka duduk di salah satu bangku dibawah pohon besar.
"Emm.. Yang Mulia Raja, sebelumnya maaf apabila saya lancang..."
"Katakan saja"
"Bukankah kasihan kalau setelah bayi itu lahir, Yang Mulia Raja memenggal kepala kedua orang tua bayi itu? kasihan bayi itu tidak sempat merasakan kasih sayang orang tuanya"
Qing Shan memandang wajah Zhi Ruo yang terlihat sedih, ia mengerti maksud perkataan dari Zhi Ruo, Zhi Ruo tidak ingin bayi itu tumbuh tanpa kasih sayang orang tua seperti dirinya.
Setelah berkeliling, mereka kembali menaiki kereta kuda lalu pulang kembali ke istana.
A Hua duduk termenung di kamarnya yang hanya berisi lemari pakaian dan tempat tidur saja, tidak ada kemewahan didalam sana.
Mentri Ping mengetuk pintu lalu masuk ke kamar A Hua, ia berdiri tak jauh dari A Hua.
"Semua adalah kesalahanmu... sebaiknya kau fokuskan untuk merawat janin itu sampai dia lahir, walaupun begitu dia juga anakmu darah dagingmu"
A Hua menoleh, menatap tajam mata mentri Ping kemudian tertawa dengan kencang.
"Hahahahaha.... aku akan merawat janin ini, aku akan membuatnya membalaskan dendamku kepada wanita kurang ajar itu!!!"