
Liqin menghampiri Zhi Ruo yang sedang mengobrol bersama Jia Li.
"Ibu"
Zhi Ruo tersenyum lalu memeluk putrinya yang manja itu.Liqin memerintahkan Yelu untuk meninggalkannya bersama ibunya.
"Ada apa putri cantikku?"
"Menurut Ibu.. Yelu itu bagaimana?"
"Hmm.. ibu tidak tau, ibu tidak pernah berbicara dengannya.. tapi dia laki laki yang tampan, kenapa? apa putriku ini menyukainya?"
Wajah Liqin memerah seketika "Tentu saja tidak... hanya saja.."
"Kenapa ?"
"Waktu aku dan kakak ke kota, aku pernah dihadang segerombolan pria mabuk, dan seorang pria menolongku.. pria itu Yelu"
Zhi Ruo terkejut " Syukurlah kamu tidak apa apa, ibu harus berterimakasih padanya"
Liqin terdiam, Jia Li tertawa kecil.
"Tuan putri... apa tuan putri menyukai Yelu?"
Zhi Ruo ikut tertawa melihat wajah Liqin yang semakin memerah.
"A... aku hanya merasa jantungku berdegup sangat kencang saat berada didekatnya"
"Itu tandanya tuan putri menyukai Yelu"sahut Jia Li
"Ya.. itu benar, seperti Jia Li yang gugup dan berwajah merah semerah tomat saat berbicara dengan Changyi" sahut Zhi Ruo kemudian yang berhasil membuat Jia Li malu.
"Nona..."
Zhi Ruo dan Liqin tertawa melihat ekspresi malu malu Jia Li.
Yelu kembali memberi makan kuda putih milik Qing Shan, ia sangat menyukai kuda putih yang sangat penurut itu, bahkan ia menamai kuda itu Bibin.
Yelu menoleh kebelakang, Liqin,Zhi Ruo dan pelayannya menghampirinya.
Yelu membersihkan tangannya.
"Yang Mulia Ratu... tuan putri"
"Yelu... aku hanya ingin berterimakasih padamu karna telah menyelamatkan Liqin waktu itu saat dia dihadang oleh segerombolan pria pria mabuk... entah apa yang akan terjadi kalau tidak ada dirimu"
Yelu tersenyum "Tidak apa apa Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Ratu tidak perlu khawatir lagi karna saya akan selalu menjaga putri Liqin"
Wajah Liqin merona, Zhi Ruo tersenyum melihatnya.
Liqin mendongak menatap wajah ibunya.
"I...ibu..."
Yelu tertawa kecil " Saya juga senang bersama putri Liqin, saya berjanji akan selalu menjaga putri Liqin dengan baik"
"Baiklah kalau begitu"
Zhi Ruo dan Jia Li kembali ke kamarnya meninggalkan Yelu dan Liqin.
Liqin tak berani menoleh kearah Yelu karna malu.
Dikejauhan, Li Liang berjalan kearahnya bersama Qing Shan.
Liqin tersenyum ceria melihat kedatangan kakak tercintanya.
Li Liang balas tersenyum lalu memeluk adik manjanya itu.
"Yang Mulia Raja... pangeran Li Liang"
Qing Shan hanya mengangguk.
"Nanti sore kaisar dinasti Shun datang bersama permaisuri dan anak anaknya, berdandanlah yang sopan dan cantik" sahut Qing Shan pada Liqin.
"Pangeran dinasti Shun sekarang tumbuh menjadi pangeran yang sangat tampan, kakak akan mengenalkanmu padanya"
Liqin menghela nafas " Haaah... baiklah, tapi aku tidak mau cepat cepat menikah"
Qing Shan mencubit pelan pipi Liqin.
"Iya... ayah tau itu, Yelu jagalah Liqin dengan hati hati... kita tidak akan tau nanti, takutnya akan ada penyusup yang berpura pura menjadi salah satu prajurit dinasti Shun"
"Baik Yang Mulia Raja"
Yelu mengantar Liqin kembali ke kamarnya setelah kepergian Qing Shan dan Li Liang.
"Apa putri pernah bertemu dengan kaisar dinasti Shun sebelumnya?"
Liqin menggeleng "Umm... ya waktu aku berumur 10 tahun, kaisar dinasti Shun sangat ramah, pangeran juga sangat baik"
Yelu terdiam mendengarnya.
"Aku masuk dulu"
"Baik putri Liqin"sahut Yelu dengan senyuman diwajahnya.