
Liqin memeluk ibunya dengan erat, ia menangis terisak isak mendengar cerita ibunya.
"Jangan menangis, bukankah nanti sore kau akan bertemu dengan Yelu? nanti wajahmu bengkak dan tidak terlihat cantik lagi" goda Zhi Ruo.
"Umm... terima kasih ibu.. aku akan mengatakan perasaanku sebenarnya kepadanya, aku tidak takut lagi berkat ibu"
Zhi Ruo tersenyum, ia kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah lemari kayu.
Zhi Ruo mengambil sebuah hanfu merah muda.
"Ibu membelikannya untukmu kemarin"sahutnya sambil memberikan hanfu yang ada ditangannya pada Liqin.
"Ini sangat cantik...terimakasih ibu"
Sore harinya
Liqin selesai merapikan rambutnya, hanfu pemberian ibunya terlihat sangat pas dan cocok seolah olah hanfu itu memang khusus dibuat untuknya.
Pita merah muda dan bunga dengan warna senada menghiasi rambut hitamnya dengan cantik.
Liqin mengenakan riasan untuk yang pertama kali. Biasanya ia tidak pernah memakainya, namun demi terlihat cantik, ia menyempatkan diri untuk merias wajahnya secantik mungkin.
Setelah semuanya selesai, Liqin menunggu Yelu di bawah pohon yang berada di samping penginapan. Pohon dengan bunga bunga berwarna merah muda, bunga bunga itu sedikit demi sedikit berjatuhan, seolah olah takhluk akan kecantikan Liqin.
Satu persatu orang yang berjalan di depannya, menoleh memandanginya dengan tatapan kagum. Beberapa dari mereka memberanikah diri untuk berkenalan, namun ia tolak dengan sopan.
Dua pengawal dibelakangnya bersiap dengan pedangnya, mereka takut akan ada pria hidung belang yang nekat akan mengganggu Liqin.
Seorang pria berpakaian rapi dengan senyuman manis diwajahnya menghampiri Liqin.
Tampaknya pria itu seorang kaisar atau pangeran dari dinasti lain.
Pria itu tersenyum dan membungkuk menghormati wanita cantik yang ada dihadapannya.
"Nona.. beruntungnya saya bertemu bidadari cantik disini"
"Terimakasih"
"Apa nona keberatan kalau saya ajak berkeliling ? umm maaf saya belum memperkenalkan diri"
Liqin hanya membalasnya dengan sedikit senyuman.
"Saya Xin Rui, pangeran dari dinasti Shang"sahutnya dengan lembut sambil menyodorkan tangan kanannya.
Liqin balas tersenyum "Saya Liqin dari dinasti Ming"
"Oh... kaisar Qing Shan"
Liqin tersenyum.
"Saya pernah mendengar ceritanya, kaisar dinasti Ming yang sangat hebat, saya baru tau kalau dinasti Ming mempunyai seorang putri yang sangat cantik... karna setau saya kaisar dinasti Ming sangat dingin terhadap wanita"
Mereka berdua tertawa bersama.
"Putri... maukan putri berkeliling dengan saya?"
"Maafkan saya, saya sebenarnya sudah ada janji dengan seseorang"
"Ah... jadi begitu, maaf kalau saya sudah mengganggu"
"Tidak.. tidak.. saya sangat senang bisa berkenalan dengan anda pangeran"
"Hmm.. kalau begitu, maukah putri menerima bunga dari saya sebagai gantinya?"
Pangeran Xin Rui mengambil bunga Mei Hua yang dipegang salah satu pelayannya.
Liqin menerimanya "Terimakasih pangeran"
"Sama sama... kalau begitu sebaiknya saya pergi dulu"
Liqin memandang bunga Mei Hua ditangannya, terlihat cantik dengan warna merah muda cerahnya.
Dikejauhan, Yelu berjalan dengan cepat,Ia kesal karna Zuyu bersikeras untuk ikut
Zuyu berjalan dibelakang mengikuti Yelu.
"Hei... ayolah jangan marah, aku hanya ingin tau seperti apa wajah putri itu... setelah itu aku janji akan pergi "
Yelu berhenti melangkahkan kakinya.
"Baiklah.. awas saja kau merusak rencanaku... aku akan menghukummu nanti"
Zuyu tertawa "Hahaha... baik ketua"
Yelu dan Zuyu berjalan berdampingan, Yelu seketika menghentikan langkahnya ketika melihat Liqin dari kejauhan.
Zuyu kebingungan "Hei... kenapa berhenti ?"
"Itu dia...putri Liqin... bukankah dia sangat cantik?" sahutnya sambil menunjuk Liqin yang berdiri di kejauhan.
"Wahh... dia sangat cantik dan terlihat menggemaskan... kurasa aku juga jatuh cinta padanya" sahut Zuyu
Yelu menghela nafas "Haah.. kau ini... sekarang pergilah"
"Tunggu... aku ingin berkenalan dengan putri Liqin" sahut Zuyu
Zuyu melanjutkan langkahnya menghampiri Liqin, sementara Yelu mendengus kesal dibelakangnya.