GUIREN

GUIREN
Kebakaran



Liqin duduk didepan meja riasnya sembari menyisir rambut hitamnya.Ia memandang wajahnya yang polos tanpa riasan sedikitpun.


Tok tok tok


Liqin menaruh sisir kayunya lalu membuka pintu dengan malas.Jia Li tersenyum menyapa Liqin.


"Tuan putri, saya membawakan hanfu baru pemberian Yang Mulia Ratu"


"Emm.. masuklah, taruh saja di meja dan bantu aku menyisir rambutku"


"Baik tuan putri"


Jia Li membantu Liqin menyisir rambutnya.


"Umm,bibi... apakah aku cantik?"


"Tentu saja tuan putri sangat cantik, kecantikan tuan putri menurun dari Yang Mulia Ratu"


Liqin terdiam, ia memandang pantulan wajahnya di cermin.


Jia Li selesai menyisir rapi rambut Liqin.


"Tuan putri sebaiknya beristirahat, cuaca diluar panas"


"Umm.. terimakasih bibi"


"Sama sama tuan putri"


Malam harinya


Li Liang berjalan sendirian menuju kamarnya, ia terkejut melihat cahaya yang sangat terang di belakang istana dengan asap mengepul.


Li Liang berlari menghampirinya, memastikan apa yang tengah terjadi disana.


Li Liang terkejut melihat ruang penyiksaan terbakar, ia memanggil para penjaga untuk memadamkan api.


Qing Shan dan Zhi Ruo mendengar suara gaduh tersebut lalu berlari menghampirinya.


''Bagaimana ini bisa terjadi ?" tanya Qing Shan pada Li Liang


"Aku melihat kepulan asap lalu berlari kemari, sesampainya disini ruang penyiksaan sudah terbakar"


"Zhi Ruo, masuklah ke kamar dan jaga Liqin dan Li Liang"


Li Liang menyentuh lengan Qing Shan "Tidak, biarkan aku membantumu ayah"


Qing Shan menghela nafas"Baiklah"


Qing Shan dan Li Liang mengecek pos penjaga belakang istana namun tidak ada siapa siapa disana.


Qing Shan terlihat marah, ia segera mencari penjaga yang lain sementara Li Liang masih di tempat pos penjaga.


Li Liang memeriksa sekitar berharap menemukan sedikit petunjuk disana.


Qing Shan melompat memanjat tembok itu, ia terkejut melihat beberapa mayat penjaga tergeletak di balik dinding besar itu.


Li Liang segera kembali memanggil Qing Shan dan beberapa penjaga.


Mayat para penjaga itu dibawa ke dalam ruangan tabib untuk diperiksa.


Kebakaran di ruang penyiksaan telah dipadamkan, Qing Shan masuk kedalam bersama beberapa penjaga.


Ia menutup hidungnya dengan jubahnya.


Para tahanan yang ada disana mati hangus terbakar, Qing Shan menyuruh para penjaga untuk memindahkan jasad mereka.


"Temani ibu dan adikmu, biar ayah yang mengurus sisanya"


"Baik ayah"


Li Liang berjalan menuju kamar Liqin, ia berjalan sambil memandangi sekitar.


Tok Tok Tok..


"Ibu... ini aku.. Li Liang"


Zhi Ruo membuka pintu lalu memeluk putranya itu.


"Ibu sangat mengkhawatirkanmu"


"Aku baik baik saja, lagipula aku seorang pangeran yang tangguh"


Liqin tertawa mendengarnya.


"Adik kecil, tertawa saja sepuasnya, sebentar lagi aku akan menggelitikimu tanpa ampun"


Liqin menutup mulutnya "Maaf"


Li Liang menghampiri Liqin yang duduk di sofa lalu duduk disebelahnya.


"Dimana Yelu?" tanya Li Liang


"Aku tidak tau, aku tidak melihatnya sejak sore"


Li Liang mengepalkan tangannya lalu kembali keluar.Ia mengabaikan panggilan dari ibu dan juga adiknya, Li Liang berjalan cepat mengitari istana mencari keberadaan Yelu.


Setelah berkeliling dan juga bertanya kepada beberapa pelayan dan penjaga istana, Yelu juga masih belum ditemukan.


Li Liang memutuskan untuk menunggu di halaman belakang istana, ia bersembunyi di balik pohon besar yang ada disana.


Seperti dugaannya, tak lama kemudian Yelu muncul.


Yelu melompat dari tembok besar, Li Liang menampakkan dirinya membuat Yelu yang baru saja turun dari atas tembok besar terkejut.


"Pangeran Li Liang..."