GUIREN

GUIREN
Yingjie




Kaisar dinasti Shun,Li Zicheng telah datang bersama permaisurinya Yu Nuo dan juga pangeran Yingjie.


Qing Shan, Zhi Ruo dan juga Li Liang dan Liqin menyambut kedatangan mereka. Li Zicheng sangat bersemangat bertemu Qing Shan.


"Sudah lama kita tidak turun ke medan perang bersama"


Qing Shan tertawa "Ya kau benar.... tapi aku tidak ingin ada peperangan lagi, aku ingin hidup damai sampai aku tua dan mati nanti"


"Hahahaha... ya kau benar, terakhir kali permaisurimulah yang menyelamatkan nyawa kita berdua" sahut Li Zicheng sembari memandang Zhi Ruo.


"Permaisuriku memang sangat spesial, ayo minum denganku, biarkan Yingjie bersama anak anakku.. sudah lama mereka tidak bertemu"


Para pengawal Li Zicheng beristirahat, Li Liang menyapa Yingjie yang tersenyum padanya.


"Pangeran Yingjie" sapa Li Liang.


Yingjie menepuk nepuk bahu Li Liang "Yingjie saja, bukankah kita sudah berteman sejak kecil?"


Li Liang tertawa "Hahaha.. aku hanya menggodamu saja"


Yingjie memandang Liqin yang sedari tadi terdiam dibelakang Li Liang.


"Lihat siapa yang masih saja menjadi gadis kecil yang pemalu ini" goda Yingjie.


Seperti biasa, Liqin selalu menendang kaki Yingjie ketika pria itu membuatnya marah.


Yingjie tertawa gemas sembari mencubit kedua pipi Liqin.


"Aku bukan gadis kecil lagi!!"


Yingjie mengangkat alis kanannya "Humm... benarkah ?"


Li Liang merangkul Liqin "Sudahlah jangan goda adikku ini"


"Kenapa? aku suka menggodanya, lihat wajah cemberutnya"


Li Liang mendorong Liqin kearah Yingjie "Kalian cocok sekali" sahut Li Liang sambil tertawa melihat wajah marah Liqin.


Yingjie memeluk Liqin, mendekapnya erat. Dibandingkan dengan tinggi badan Yingjie, tinggi badan Liqin hanya sebatas lengannya saja, bahkan Yingjie dapat menutupi badan Liqin dengan cara memeluknya erat di dadanya.


Wajah Liqin memerah "Yi...Yingjie!! lepaskan aku, aku sudah dewasa bukan anak anak lagi"


"Aku gemas sekali pada adikmu ini, biarkan aku membawanya ke dinasti Shun"


Li Liang menarik Liqin, melepaskannya dari pelukan Yingjie.


"Tidak bisa... ini adik kesayanganku"


Liqin mendorong Li Liang dengan kesal "Sudahlah, kalian berdua saja.. aku tidak mau jadi bahan candaan"


Liqin pergi meninggalkan Li Liang dan Yingjie yang masih menertawakan tingkahnya.


Liqin berjalan menuju kamarnya sambil memainkan ujung rambutnya.


Yelu memanggil dari belakang, Liqin menoleh dan lagi lagi jantungnya berdegup kencang setiap kali bertemu dengan Yelu.


"Putri Liqin.... apa putri menginginkan sesuatu?"


"Mmm.. tidak,Kakakku membuatku kesal, jadi aku ingin kembali ke kamar."


"Bagaimana kalau saya temani duduk di taman belakang?"


Liqin menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah, ia gugup karna jika ia menyetujui ajakan Yelu, berarti mereka akan berduaan saja di taman.


"Bagaimana putri Liqin?"


"Umm... ya.. baiklah kalau begitu"


Yelu tersenyum mendengarnya, mereka berjalan berdampingan menuju taman belakang.


Sampai disana, Liqin duduk di bangku taman sementara Yelu berdiri di sampingnya.


"Kau boleh duduk disampingku"


Yelu duduk disamping Liqin "Terimakasih putri"


Suasana canggung seketika.


Yelu memandang wajah Liqin dengan seksama, tidak heran Liqin memiliki paras yang sangat cantik karna Qing Shan sangat tampan sedangkan Zhi Ruo sangat cantik.


Bibir mungil serta mata sayunya membuatnya tak bosan selalu memandanginya. Terkadang ia menahan senyumnya melihat wajah Liqin yang memerah saat bertemu dengannya.


Liqin menggenggam kedua tangannya, ia merasa sangat gugup, jantungnya berdegup kencang tak beraturan.Sedari tadi Yelu terus memandanginya, ia bingung harus melakukan apa.


Secara tak sadar Yelu membelai rambut panjang Liqin, Liqin menoleh menatapnya dengan tatapan bingung.


Dengan cepat Yelu menarik tangannya.


"M..Maafkan saya putri"


"Liqin"


Yingjie memanggil Liqin dikejauhan, pria itu menghampirinya.


Yelu segera berdiri ketika Yingjie menghampiri Liqin.


"Ayo ikut denganku" pinta Yingjie sembari mengulurkan tangannya.


Liqin menjulurkan tangannya.


"Umm ..Yelu... kau boleh pergi, aku akan bersama Yingjie"


"Baik putri"


Liqin dan Yingjie bergandengan tangan sementara Yelu masih berdiri di tempatnya.