GUIREN

GUIREN
Berjuang



Malam harinya, suasana kota semakin ramai dengan acara festival kue bulan.


Para anak anak kecil sampai dewasa menari nari disebuah panggung dan disaksikan oleh banyak orang.


Suara musik terdengar sangat kencang, disetiap pohon pohon dihiasi dengan lampion kecil dan gantungan lonceng yang berdenting saat angin menerpanya.


Qing Shan dan Zhi Ruo duduk berdampingan di sebuah gubuk kecil yang dihiasi lampion lampion diatasnya, sementara Li Liang tidak mau mengganggu keromantisan ayah dan ibunya, ia memilih untuk berkeliling sembari menikmati kue bulannya.


"Pangeran Li Liang ?"


Li Liang menoleh kebelakang.


"Zuyu ?"


Zuyu tersenyum " Apa yang pangeran lakukan disini ?"


"Aku berkeliling, ayah dan ibuku tidak bisa di ganggu, begitu pula Liqin.... haah.. dia sampai lupa waktu ketika bersama Yelu"


"Pangeran tidak perlu khawatir... Yelu bukanlah pria sembarangan"


"Ya.. aku tau itu... aku hanya khawatir ayah akan menambah hukumanku" sahutnya dengan wajah dingin.


"Umm... pangeran, apa pangeran mau berkeliling bersama saya ?"


"Hmm... aku tidak mau kalau sampai membosankan"


Zuyu mengedipkan sebelah matanya.


"Tenang saja, pangeran akan menyukainya nanti"


Li Liang dan Zuyu berjalan berdampingan diikuti dua pengawal Li Liang di belakang mereka.


Zuyu membawa Li Liang ke sebuah rumah yang mirip dengan penginapannya.


"Hah ? tempat apa ini ? apa ini penginapan ? apa kau mau melakukan sesuatu yang buruk padaku didalam sana ?" tanya Li Liang sambil menatap mata Zuyu dengan tajam.


Zuyu menghela nafas panjang.


"Bisakah pangeran jangan berpikiran macam macam ? sebaiknya kita masuk dulu"


Li Liang menuruti perkataan Zuyu.


Mereka berdua masuk kedalam, sebuah rumah makan yang sangat ramai.


Zuyu membawa Li Liang duduk di salah satu kursi kayu yang ada di bagian pojok.


Li Liang menyilangkan kakinya dan memandang wajah Zuyu dengan malas.


"Jadi... apa yang akan kita lakukan?"


"Saya sudah memesan makanan sebelumnya, sambil menunggu makanan datang.. ada hal yang ingin saya bicarakan pada pangeran"


"Hmm ?... apa itu ?"


"Umm... pangeran Li Liang... i..ijinkan saya menjadi salah satu prajurit perang dinasti Ming " sahut Zuyu dengan suara lantang.


Li Liang terkejut dengan keinginan Zuyu.


"Hah?... kenapa? bukankah kau ini salah satu penjaga desa suku manchu ? lagipula kau kan seorang wanita"


Zuyu menggenggam erat kedua tangannya.


"Sa.. saya mohon... saya sangat ingin ikut dalam medan perang dan melindungi kaisar... saya sangat mengagumi kaisar Qing Shan"


Li Liang terdiam sesaat, ia dapat melihat kesungguhan di mata Zuyu.


"Aku tidak bisa asal memutuskan... aku akan membicarakannya pada ayahku terlebih dahulu"


"Terimakasih banyak pangeran Li Liang"


Li Liang hanya membalasnya dengan senyuman.


Sementara itu, Yelu mengantar Liqin kembali ke penginapan.


Di tengah jalan menuju penginapan, mereka bertemu dengan Qing Shan dan Zhi Ruo.


"Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu" sapa Qing Shan.


"Ayah... ibu" sapa Liqin.


"Kembalilah bersama ibumu... ayah mau berkeliling sebentar bersama Yelu" sahut Qing Shan.


Liqin hanya bisa menuruti perkataan Qing Shan, ia menoleh pada Yelu yang seketika langsung mengangguk dan tersenyum padanya.


Qing Shan dan Yelu duduk di bangku kayu yang tak jauh dari penginapan.


"Liqin bersamamu dari tadi sore"


"Benar Yang Mulia Raja, saya dan putri Liqin berkeliling"


"Apa kau menyukai Liqin ?"


"Sa.. saya benar benar menyukai putri Liqin" jawabnya dengan gugup.


Qing Shan terdiam, Yelu terus mengawasi gerak gerik Qing Shan, ia takut Qing Shan akan mengambil pedangnya dan memenggal kepalanya seketika.


"Sejak kapan ?" tanya Qing Shan kemudian


"Sejak pertama kali bertemu putri Liqin di kota Anhui.."


Yelu duduk dengan tegang, sedari tadi ia tidak berani menatap wajah Qing Shan ,ia lebih memilih menunduk sambil melirik sesekali.


Qing Shan menepuk pundak Yelu.


"Terimakasih sudah menjaga Liqin selama ini... aku tau kau bukanlah pria sembarangan.. tapi aku tidak bisa menyerahkan Liqin begitu saja padamu".


Yelu terkejut mendengarnya, ia berlutut dihadapan Qing Shan.


"Yang Mulia Raja Qing Shan !!! saya mohon... beri saya kesempatan!! saya berjanji saya akan melindungi putri Liqin dengan nyawa saya"


"Baiklah... aku akan memberimu kesempatan untuk membuktikannya padaku, bangunlah"


"Terimakasih Yang Mulia Raja Qing Shan"


Qing Shan pergi meninggalkan Yelu yang masih berdiri di tempatnya.


Keesokan paginya,


Yelu selesai berendam air hangat di penginapannya.


Para penduduk suku manchu bersiap untuk kembali ke desanya kecuali Yelu.


Yelu memakai pakaiannya serapi mungkin.


Hari ini ia berniat untuk menemui Qing Shan dan juga Liqin.


Tak lupa ia memakai anting anting yang di beri Liqin.


Tok tok..


"Yelu.. ini aku"


Yelu membuka pintu kamarnya.


"Ada apa ?"


"Semua sudah berangkat, kau yakin akan pulang sendirian ?"


"Ya.. aku tidak apa apa.. kau bergabunglah bersama yang lainnya.."


"Umm... apa pangeran Li Liang mengatakan sesuatu padamu ?"


"Tentang apa ?"


"Umm... bukan sesuatu yang penting"


"Baiklah... aku pergi dulu"


"Hati hati di jalan"


Selesai bersiap, Yelu membawa pedang bersamanya lalu berjalan menuju penginapan tempat dimana Qing Shan dan Liqin berada.


Setelah sampai disana, Yelu menghampiri paman pemilik penginapan tersebut.


"Paman"


"Ya.. ada yang bisa kubantu ?"


"Dimana letak kamar kaisar dinasti Ming ?"


"Kaisar dinasti Ming dan yang lainnya sudah pergi beberapa saat yang lalu.. disini hanya tinggal kaisar dinasti Tang dan beberapa penduduk desa"


Yelu terdiam kaku ditempatnya, ia mengepalkan kedua tangannya.


"Hey anak muda... ada apa ?"


"Tidak... terimakasih paman"


"Ya sama sama"


Yelu berlari menuju tempat dimana kudanya di titipkan.


Sampai disana ia merasa sangat kesal karna kudanya menghilang begitu saja.


Yelu mengepalkan tangan kanannya lalu memukul batang pohon besar yang tepat berada di sampingnya.


B U K K


Tangannya hanya sedikit memar.


Yelu menghela nafas panjang.


"Tidak ada jalan lain"


Liqin duduk di samping jendela kereta kudanya dengan wajah murung.


"Liqin.. ayah hanya mengujinya... apa yang akan Yelu lakukan sekarang itu akan menentukan apa dia memang layak untukmu"


"Bukankah ayah terlalu berlebihan ? bahkan ayah melepas kuda Yelu... apa menurut ayah Yelu akan sanggup berjalan dengan kedua kakinya menuju kota Anhui ?"


"Apapun akan pria lakukan untuk mendapatkan wanita yang benar benar ia cintai"


"Ayah tidak akan mengerti!!"


Qing Shan tersenyum " Tentu saja ayah mengerti... karna itulah yang ayah lakukan untuk memberikan ibumu kebahagiaan".


Liqin menoleh pada Zhi Ruo yang duduk di sampingnya.


"Benarkah itu ibu ?"


Zhi Ruo tersenyum lembut "Tentu saja"


"Tapi... bagaimana kalau Yelu menyerah begitu saja?"


Zhi Ruo membelai rambut hitam Liqin.


"Percayalah bahwa Yelu benar benar mencintaimu.. lagipula masih banyak pria diluar sana yang pastinya mau menikahi putri cantik seperti dirimu"


Hari menjelang siang, udara terasa begitu hangat.


Qing Shan dan yang lainnya berhenti di sebuah desa kecil di tengah perjalannya.


Kuda kuda dibiarkan beristirahat agar tidak kelelahan, begitu pula para pengawal.


Liqin duduk di bangku kayu di depan sebuah kedai.


Ia memandangi pepohonan yang mulai gundul.


Jalanan terlihat kotor dengan daun daun kering yang berserakan.


Liqin memejamkan matanya, mengingat ingat kembali saat ia berciuman dengan Yelu.


Ia masih bisa mengingat lembutnya ciuman Yelu, dan tatapan matanya yang selalu membuatnya berdebar.


'Ahh... apa yang sedang kau lakukan sekarang ? akankah kau mengejarku ? atau menyerah begitu saja' pikirnya.


Di sebuah hutan yang dipenuhi pohon pohon dengan daun yang berguguran, Yelu berlari sekuat tenaganya.


Ia mengambil jalan pintas, walaupun sedikit berbahaya tetap ia lalui.


Seluruh pakaiannya basah ketika menyebrang sungai yang cukup dalam.


Sesekali i berhenti untuk mengatur nafasnya yang mulai ngos ngosan.


"Sedikit lagi..." sahutnya dengan keringat membasahi wajahnya.


.Yelu melanjutkan perjalanannya, ia sudah memperhitungkan Qing Shan akan beristirahat di sebuah desa kecil.


Ia melewati hutan karna dua kali lebih cepat dari pada jalur biasa yang memutari hutan.


Kalau ia terus berlari tanpa beristirahat, ia mungkin masih bisa menyusul kereta kuda Qing Shan.


Kakinya terasa pegal, sangat sakit untuk digerakkan.


Yelu menghirup udara segar dengan nafas panjang, lalu mengeluarkannya pelan melalui mulut.


"Ini hanya hal kecil... aku bisa melakukannya"


Yelu melanjutkan perjalanannya.


Sesampainya diujung hutan, Yelu melihat sebuah pemukiman tak jauh di depan.


Nafasnya sudah semakin tak beraturan, kakinya serasa bengkak dan berdarah.


Pakaian yang ia pakai serapi mungkin, nampak compang camping terkena bebatuan sungai dan ranting ranting pohon yang ia lalui.


Yelu berhasil keluar dari hutan, ia tersenyum lega melihat seseorang yang sangat ingin ia temui sedang berdiri di kejauhan menatap jalanan yang kosong.


'Dia pasti berharap aku datang... maafkan saya putri Liqin... tapi saya...sudah tidak sanggup berjalan'


Badan Yelu ambruk begitu saja setelah keluar dari hutan.


Pandangannya sedikit buram, nafasnya sesak karna kelelahan.


"Putri Liqin" panggilnya dengan suara serak.


Namun karna jarak mereka masih lumayan jauh, Liqin gak bisa mendengar panggilannya.


Yelu merasa kepalanya pening, telinganya berdengung, untuk terakhir kalinya ia memandang Liqin yang pergi semakin jauh, dan akhirnya Yelu tak sadarkan diri.


{|\=\=\=\=\={||\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>


Hallo kakak 😘


Maaf ya kak baru update...


Episode kali ini sengaja saya buat panjang, karna kalau dibuat dua atau tiga episode, selalu yang diluluskan cuma satu episode aja kak.


Jadi sekalian aja yang panjang walaupun cuma satu episode.


Terimakasih ya kak sudah setia nunggu update novel saya😃


Maaf kak gak bisa balas semua komentar, karna repot sekali.


Terimakasih ya kak


😍😍😍😍😍