
Dua hari kemudian,
kondisi Jia Li semakin membaik, ia mulai kembali melayani Zhi Ruo seperti biasanya.Qing Shan mengutuskan para penjaga untuk mengecek apa saja yang akan diberikan kepada Zhi Ruo, dari teh, makanan bahkan buah buahan biasa pun harus dicek terlebih dulu. Para selir juga dilarang memasuki area dapur istana.
Selama dua hari ini para selir tidak lagi mengganggu Zhi Ruo, mereka memilih tetap diam di istana selir karna Qing Shan sedang marah kepada mereka.
Setiap sore, Qing Shan melatih kemampuan pedang dan juga bela dirinya bersama Ma Chou di tempat latihan, ia juga meminta Zhi Ruo untuk selalu melihatnya berlatih, namun bukan itu saja, semenjak momen romantis mereka di sungai, Qing Shan selalu meminta Zhi Ruo menemaninya dari makan, mandi, berlatih, merawat elang kesayangannya dan juga saat sedang berbicara dengan para mentri kerajaan, Qing Shan selalu membawa Zhi Ruo disampingnya.
Sore ini Zhi Ruo duduk sambil menunggu Qing Shan selesai latihan. Zhi Ruo sangat takjub dengan kecepatan Ma Chou yang hampir menyamai Qing Shan, mereka berdua terlihat cocok menjadi saudara.
Qing Shan beristirahat sebentar, ia menghampiri Zhi Ruo dengan senyuman yang selalu membuat Zhi Ruo terpesona.
Qing Shan duduk disebelah Zhi Ruo, Zhi Ruo mengeringkan wajah dan badan Qing Shan yang penuh keringat menggunakan kain yang selalu ia bawa setiap menunggu Qing Shan berlatih.
Qing Shan meminum air putih yang disediakan pelayan yang selalu siaga di dekat pintu kalau saja Qing Shan membutuhkan sesuatu.
"Ma Chou sangat ahli menggunakan pedangnya, dia juga sangat cepat.." sahut Zhi Ruo sambil mengeringkan lengan Qing Shan.
Qing Shan menaruh gelasnya dan mendorong Zhi Ruo, Qing Shan berada diatas Zhi Ruo sambil memegangi kedua tangan Zhi Ruo.
"Hmm... kenapa kau memuji Ma Chou ? kenapa tidak memujiku? apa kau terpesona melihatnya? atau menurutmu jauh lebih kuat Ma Chou dari pada aku?"
Wajah Zhi Ruo memerah seketika.
"Umm.. tidak.. Yang Mulia Raja salah sangka.. sa.. saya hanya memuji dia, tapi tetap saja Yang Mulia Raja lah yang nomer satu" jawab Zhi Ruo sedikit gugup.
Qing Shan tertawa kecil lalu mencium sekilas bibir Zhi Ruo.
"Aku hanya bercanda.. tidak perlu gugup"
Malam harinya Qing Shan duduk di sofa kamarnya bersama Zhi Ruo, Zhi Ruo mengupaskan jeruk untuk Qing Shan lalu menyuapinya.
"Lusa akan ada peperangan melawan dinasti Han, besok sore aku akan berangkat untuk menyiapkan pasukanku, aku ingin kau jaga dirimu baik baik.. tetaplah bersama Jia Li"
"Dinasti Han?bukankah mereka memiliki pasukan yang sangat banyak dan juga armada mereka yang kuat?"
"Ya... dinasti Han terkenal dengan pemberontakannya, kali ini mereka mengincar dinasti ku, kau tenang saja.. mereka tidak akan dengan mudahnya menjatuhkanku"
Terlihat jelas rasa khawatir diwajah Zhi Ruo, Qing Shan menggenggam kedua tangan Zhi Ruo.
"Apa kau mengkhawatirkanku?"
Zhi Ruo mengangguk "Tentu saja Yang Mulia Raja..."
"Percaya padaku, aku tidak akan kalah dari mereka"
Zhi Ruo menatap mata Qing Shan dengan air mata mengalir di pipinya "Bagaimana kalau Yang Mulia Raja terluka? bagaimana jika tidak ada yang membantu dan melindungi Yang Mulia Raja?"
Qing Shan tersenyum lembut "Kau meremehkanku... aku sangat kuat, aku tidak akan mati sebelum menjadikanmu permaisuriku, jadi aku ingin kau terus menemaniku sampai aku berangkat besok"
"Yang Mulia Raja... terlalu sempurna untuk saya, Yang Mulia Raja sangat baik dan selalu membantu saya... sedangkan saya, saya tidak bisa memberi apa apa kepada Yang Mulia Raja"sahut Zhi Ruo dengan wajah menunduk.
Qing Shan berdiri lalu menggendong Zhi Ruo dan membaringkannya di ranjang.
"Kau tidak perlu memikirkan itu.... kau hanya perlu memberikanku seorang anak.. aku hanya ingin kau yang mengandung anak anakku nanti"
Wajah Zhi Ruo memerah, ia tersenyum sambil membalas pelukan Qing Shan yang terasa hangat di tubuhnya.