GUIREN

GUIREN
Han Jian, A Guan



Pria itu terdiam seketika mendengar kata kata Zhi Ruo.


Zhi Ruo mengingat ingat dengan siapa saja Qing Shan berperang, dan siapa saja lawannya yang mati di tangannya.


Dalam beberapa saat, Zhi Ruo teringat akan sesuatu.


Pria itu menjambak rambut Zhi Ruo.


"Kalau begitu... aku akan mencambukmu berkali kali sampai kulitmu terkelupas... cepat jawab pertanyaanku!!"


"Han Xin..." sahut Zhi Ruo.


Pria itu tersenyum lebar mendengar jawaban dari Zhi Ruo.


"Ahahahahaha.... benar sekali.. kau tau? bagaimana hidupku setelah kematian kaisar Han Xin ayahku?.... apa kau bisa membayangkan seorang anak yang baru berumur 3 tahun harus menerima kenyataan bahwa ayahnya gugur dalam medan perang dan ibunya bunuh diri karna depresi ..."


Zhi Ruo terdiam mendengarkan pria itu berbicara.


"Kau yang membunuh ayahku!! kau yang menusuk jantung ayahku dengan kedua tanganmu sendiri!!!"


"Kalau aku tidak melakukannya... dia akan membunuh Qing Shan!!! Kau juga pasti akan melakukan hal yang sama kalau berada di posisiku demi melindungi orang yang kau cintai"


Pria itu terdiam.


Zhi Ruo melanjutkan kata katanya.


"Kita tidak bisa melawan takdir... kaisar Han Xin.... pastinya dia sudah tau resikonya,dalam peperangan pasti salah satu dari mereka akan ada yang bertahan dan akan ada yang mati!!!! dengan caramu begini... membantai orang orang yang tak bersalah... bukankah hanya akan menambah dosamu saja?"


Air mata mengalir di pipi pria itu.


"Aku tidak peduli... rasa benciku padamu tidak akan pernah terhapuskan"


Pria itu pergi meninggalkan Zhi Ruo yang masih terikat di kursi dengan luka di lengan dan kakinya.


Sampai diluar gubuk, pria itu duduk di kursi kayu yang kotor penuh debu.


"Han Jian..." panggil seorang pria dengan pakaian serba hitam yang sama dengannya.


"A Guan... apa kau sudah membunuh kaisar Qing Shan ?"


"Dia melarikan diri...apa wanita itu ada didalam ?"


Han Jian mengangguk lalu berjalan pergi.


"Jaga dia... ada sesuatu yang harus aku lakukan"


"Baik... "


"Pantas saja kaisar lebih memilih dirimu... kau memang sangat cantik..."


Zhi Ruo terkejut ketika pria di hadapannya melepas kain yang menutupi bibirnya.


"Kenapa terkejut ? apa kau sudah bisa mengenali diriku?"


"Kau... kau anak dari selir A Hua.. bagaimana bisa...lalu... "


"Mayat yang memakai kalungku itu temanku.. aku memberikan kalungku padanya... tapi tidak kusangka dia juga ikut tewas"


"Bagaimana bisa kau setega itu... bukankah kakek Yong yang merawat dan melatih dirimu?!!!!"


A Guan tersenyum "Hei hei... tenang dulu... bukan aku yang membunuh mereka.. Han Jian yang membunuh mereka semua...aku ?... aku hanya berteman dengannya karna misi kita sama... yaitu menghancurkan seluruh dinasti Ming".


Zhi Ruo terdiam tak mampu berkata kata mendengarnya, tangannya gemetaran dan pikirannya menjadi kacau.


Rasa takut dan gugup yang telah lama hilang muncul kembali.


Zhi Ruo memgepalkan tangannya, sekujur badannya berkeringat dingin dengan wajah pucat pasi.


A Guan menjambak rambut panjang Zhi Ruo yang acak acakan lalu mengambil belati di sakunya.A Guan memotong rambut panjang Zhi Ruo menggunakan belatinya lalu mencium potongan rambut itu.


"Hmmm... rambut wanita murahan memang sangat wangi"


Murahan... murahan...murahan...


Kata kata yang tidak ingin Zhi Ruo dengar dan sangat ingin ia lupakan kembali terdengar oleh telinganya.


Air mata mengalir deras dan hanya satu yang ada di pikirannya.


" QING SHAN...QING SHAN...QING SHAN...!!"teriak Zhi Ruo


"Berhenti berteriak atau aku akan memukulmu!!!"


Zhi Ruo tidak mampu berpikir lagi, yang bisa ia lakukan adalah meneriakkan nama pria yang selalu datang saat ia butuhkan.


"QING SHAN....QING..ukh..."


Sebuah tendangan keras mendarat di kepala Zhi Ruo hingga ia jatuh tersungkur bersama kursi yang masih terikat di badannya.


A Guan pergi meninggalkan Zhi Ruo dengan wajah kesal, sementara Zhi Ruo hanya menatap darah yang mengalir didepannya.


"Qing... Shan...Qing.. Shan..." gumamnya.