
Yelu dan yang lainnya sampai di sebuah desa yang letaknya jauh didalam hutan.
Para penduduk suku manchu terkejut dengan kedatangannya.De Wu dan Yelu turun dari kudanya dan berjalan di sebuah rumah kayu yang cukup besar.
Rumah kayu tersebut merupakan tempat baginya saat memimpin suku manchu nantinya, dan juga bagian depannya dibuat seperti teras kayu yang luas untuk murid murid De Wu berlatih.
Yelu duduk di lantai kayu rumahnya yang membosankan baginya.
"Untuk beberapa hari ini aku akan mengurungmu dulu... kau tidak boleh keluar selama beberapa hari.Sebaiknya kau renungkan kesalahanmu"
Yelu tak menjawab, ia sangat malas mendengarnya.
"Cepat ganti pakaianmu dan temui aku di belakang"
"Baik ayah"
De Wu berdiri di belakang rumahnya menunggu Yelu selesai mengganti pakaiannya yang kotor.
Ia menghela nafas panjang.
"Haaaahhh...... Yeyi Ting... seandainya kau masih hidup, lihatlah putramu yang keras kepala seperti dirimu"
Tak lama kemudian, Yelu datang menghampiri De Wu dengan muka masam.
De Wu menyilangkan kedua tangannya.
"Apa apaan wajahmu itu..."
"Haaahhh... sudahlah aku mau istirahat"
De Wu membuka pintu sebuah kamar kecil yang dibuat seperti penjara tanpa kain penutup,sengaja agar siapa saja yang dihukum akan merasa kedinginan didalam sana.
Yelu segera masuk ke dalam kamar hukuman, De Wu mengunci pintu itu setelah Yelu berada di dalam.
"Aku akan membawakanmu sarapan besok.. jangan coba coba kabur lagi"
Yelu duduk dengan malas, sudah sering baginya mendapat hukuman seperti ini, kedinginan didalam kamar hukuman bukanlah hal besar baginya.
Keesokan paginya
De Wu membawakan sarapan untuk Yelu, ia masuk kedalam sana lalu duduk disamping putranya itu.
"Mengenai putri Liqin... apa kau yakin benar benar menyukainya ?"
Yelu mengaduk aduk sup dihadapannya.
"Hmm..tentu saja"
"Bagaimana dengan dia? apa dia juga menyukaimu ?"
Yelu terdiam sesaat "... Aku tidak tau... mungkin ya mungkin juga tidak"
"Bagaimana kalau kau menikah saja dengan Zuyu ? dia juga cantik dan juga tangguh... sangat berbakat dalam berpedang dan juga bukankah kalian teman dekat?"
"Ayah.... aku dan Zuyu hanyalah teman dari kecil.. lagipula aku suka wanita yang seperti putri Liqin"
De Wu menepuk pundak Yelu "Coba kau pikirkan ulang perkataan ayah"
De Wu pergi meninggalkan Yelu sendirian.
Tiba tiba seorang wanita dengan pakaian serba hitam masuk dan duduk di sebelah Yelu.
"Yelu?!"
Yelu menaruh sendoknya.
"Haaaahhh.... tolong jangan tiba tiba masuk seperti itu Zuyu....kau mengagetkanku"
Zuyu tertawa geli melihat ekspresi Yelu yang sedikit marah.
"Maaf maaf... kukira kau bisa bertahan lebih lama diluar sana tanpa ditemukan oleh ketua"
"Ayah menyebarkan orang orangnya untuk menemukanku"
"Hahahaha..... "
"Bahkan ayahku menyuruhku untuk menikah denganmu"
"Ppfffttt.... hahahahaha"
Zuyu tertawa terbahak bahak, Yelu kesal mendengar tawa nyaring Zuyu, ia menyuapi Zuyu sesendok sup agar teman masa kecilnya itu diam.
"Uhukkk... hei...aku tersedak"
"Jangan berisik..."
"Ayolah jangan murung.... ummm bagaimana kalau kita benar benar menikah? apa kau setuju?"
Yelu menarik pelan telinga Zuyu.
"Apa aku harus menyuapimu mangkuk ku ini?"
"Baiklah... maaf... maaf... aku bercanda"
Yelu melanjutkan makannya.
"Aku penasaran wanita seperti apa yang membuatmu begini... setauku kau tidak terlalu tertarik pada wanita.. umm bahkan aku sempat mengira kalau kau kelainan, menyukai sesama jenis seperti aummmmm..."
Yelu menjejalkan sekepal nasi kedalam mulut Zuyu agar wanita itu berhenti berbicara yang tidak tidak tentangnya.
"Zuyu.... cepat keluar... jangan membuat mood ku semakin buruk"
Zuyu tertawa geli, ia berlari keluar agar Yelu tidak semakin marah padanya.