GUIREN

GUIREN
Han Xin



Ma Chou melihat kuda putih Qing Shan berada dipinggir teluk, ia mencari sosok rajanya itu dan sangat terkejut ketika menemukan Qing Shan bertarung sendirian disalah satu kapal besar musuh, dan yang membuatnya lebih terkejut lagi ketika kaisar Han Xin memerintahkan pasukannya untuk menyerbu Qing Shan.


"Putar haluan, antarkan aku ke kapal besar itu!!Yang Mulia Raja dalam bahaya"


Sedangkan Li Zicheng masih sibuk mengurus pasukan tempur dinasti Han yang berjumlah sangat banyak.Han Xin mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengalahkan dinasti Ming karna ia tau seberapa kuat Qing Shan dan juga banyaknya bantuan dari dinasti Shun.


Ma Chou melompat ke kapal Qing Shan lalu membantunya melawan para musuh yang mengepungnya.Han Xin mengepalkan tangannya, ia mengambil busur panahnya dan mengarahkannya tepat kepada Qing Shan.


"Yang Mulia Raja!!"


Panah itu tertancap tepat di bahu kanan Qing Shan, Qing Shan mencabut panah itu dan membuangnya seperti tak merasakan sakit di punggungnya.Ia menoleh kearah Han Xin yang tersenyum padanya, Ma Chou terdiam ketika salah satu pasukan Han Xin menyiapkan meriam disana.


"Yang Mulia Raja... "


Meriam dihidupkan, Ma Chou menarik tangan Qing Shan dan menceburkan diri mereka ke dalam air.Suara ledakan terdengar nyaring,Ma Chou tidak menyangka Han Xin akan meledakkan kapal yang bahkan masih banyak pasukan miliknya di kapal yang ia ledakkan itu.


Terlihat menara kapal milik Han Xin mundur, Qing Shan dan Ma Chou berenang menuju kapal mereka.Para pasukan membantu mereka naik dan memberikan selimut tebal kepada Qing Shan.


"Cepat kembali, Han Xin menarik pasukan armadanya, gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kapal yang masih bisa digunakan" titah Qing Shan kepada pasukannya.


Qing Shan menaiki kuda putihnya yang menunggunya ditempat semula ia meninggalkannya, Qing Shan menghampiri Li Zicheng. Sampai di tempat Li Zicheng, pasukan Han Xin juga sudah mundur menyisakan pasukannya dan pasukan Li Zicheng.


"Apa kau baik baik saja?"tanya Qing Shan


"Ya... sepertinya Han Xin sengaja melakukannya, ia tidak mau terburu buru, tujuannya adalah mengalahkanmu,Qing Shan kau harus berhati hati"


"Ya aku mengerti, bawa pasukanmu kembali, biarkan mereka beristirahat dan mengobati lukanya sebelum Han Xin kembali"


Setelah lukanya terobati, Qing Shan menghampiri Li Zicheng yang duduk didepan api unggun diluar tenda.


"Apa kau merindukan ratu dan anakmu?"


Li Zicheng tersenyum memeperlihatkan wajah tampannya "Tentu saja aku merindukan mereka, aku juga merindukan para selirku yang cantik..."


"Kau boleh membawa selir selirku kalau mau, aku hanya butuh Zhi Ruo disampingku"


Li Zicheng tertawa "Bukankah setiap kaisar memiliki setidaknya empat selir? jangan jangan kau juga tidak pernah menyentuh mereka"


Qing Shan terdiam, selama ia mempunyai selir, ia hanya menyentuh mereka satu atau dua kali itupun disaat mereka mengodanya.Setelah kedatangan Zhi Ruo ia justru menganggap selirnya tidak ada.


"Mmm... apa Zhi Ruo tidak akan cemburu padaku?"


"Kau ini kaisar... sudah sewajarnya memiliki banyak selir"


"Sudahlah.. sebaiknya kita bicarakan misi kita selanjutnya"


Dinasti Ming


Zhi Ruo berdiri didepan pintu kamarnya, ia tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Qing Shan. Jia Li menghampirinya sambil membawa selimut lalu memakaikannya pada Zhi Ruo.


"Nona... ayo kita masuk, udara sangat dingin malam ini.. kemungkinan besok akan turun hujan"