GUIREN

GUIREN
Takut



"Yue Ying!!!"


Zhi Ruo hanya menatap dingin wajah ibu angkatnya.


"Apa kau bisu?" bentak Fang Yin.


Yang Yiwei menghampiri Zhi Ruo dengan tatapan bencinya.


Plakk


Yang Yiwei menampar pipi Zhi Ruo dengan keras.


"Pelacur!!! kau bawa kemana suamiku? sudah sangat lama dia tidak pulang kembali kerumah. Baju mu ini, pasti dibelikan oleh dia kan?... dasar pelacur"


Yang Yiwei hendak merobek pakaian Zhi Ruo namun Zhi Ruo mendorongnya hingga terjatuh.


"Jangan sentuh pakaianku, pakaianku ini jauh lebih berharga dari pada nyawamu" sahut Zhi Ruo dingin.


Sontak banyak mata yang tertuju kearah keributan yang mereka buat.


Fang Yin membantu ibunya berdiri, sedangkan Fang Hua hendak menampar pipi Zhi Ruo.


"Wanita murahan, beraninya kau...."


Fang Hua terkejut seorang pria bercadar memegangi tangannya dengan keras.


"Siapa kau!!! Lepaskan aku.. apa kau pria yang membeli wanita murahan ini?"


Zhi Ruo hanya terdiam dengan sedikit senyuman melihat ekspresi Qing Shan yang sangat marah.


Qing Shan melepas cadarnya yang sontak membuat para warga yang berada disana berlutut hormat.


"Yang Mulia Raja" sahut para warga sambil berlutut.


Fang Hua membelalakkan matanya, ia tak percaya dengan sosok yang dilihatnya.


Yang Yiwei dan kedua anaknya berlutut dibawah kaki Qing Shan memohon ampunannya.


"Yang Mulia Raja.. maafkan kedua anak saya... mereka hanya tidak terima Yue Ying mendorong saya Yang Mulia Raja"


Qing Shan mengangkat tangan kanannya, dalam beberapa detik dua orang penjaga yang selalu mengikutinya datang berlutut dihadapannya.


"Yang Mulia Raja" sahut kedua penjaga itu secara bersamaan.


"Bawa mereka ke istana"


"Baik Yang Mulia Raja"


Qing Shan menggandeng tangan Zhi Ruo, membawanya kembali ke kudanya.


Qing Shan mendorong Zhi Ruo hingga bersandar di pohon tempat kudanya terikat.


"Tangan kotor mereka menyentuh wajah cantikmu...apa kau kesakitan?"


Zhi Ruo menggeleng "Saya tidak apa apa Yang Mulia Raja, saya hanya tidak suka mereka menyentuh pakaian yang Yang Mulia Raja berikan"


Zhi Ruo sangat gugup ketika wajah Qing Shan sangat dekat dengan wajahnya, bahkan ia dapat merasakan setiap hembusan nafas pria didepannya.


Zhi Ruo menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada siapa siapa didekatnya.


"Yang Mulia Raja..."


Qing Shan menatap wajah Zhi Ruo "Jangan menolakku"


"Maafkan saya Yang Mulia Raja, tapi... bagaimana kalau ada orang yang melihat"


Qing Shan menggigit pelan telinga Zhi Ruo lalu melepas pelukannya.


"Baiklah, ayo kembali"


Zhi Ruo menurut, entah semerah apa wajahnya kali ini.


Qing Shan memacu kudanya dengan cepat membuat Zhi Ruo berpegangan erat.


Hanya dalam beberapa menit mereka telah sampai, para penjaga membuka pintu gerbang mempersilahkan Qing Shan masuk.


Qing Shan menghentikan kudanya dan menggendong Zhi Ruo membawanya ke kamarnya.


Zhi Ruo terdiam selama perjalanan, ia tidak bisa menebak apa yang sedang Qing Shan pikirkan sekarang.


Qing Shan membaringkan tubuh Zhi Ruo di ranjangnya, melepas hanfunya dengan paksa.


Zhi Ruo hanya menurut tak berani membuka suara.


Entah mengapa Zhi Ruo merasa ketakutan dengan Qing Shan yang sekarang, Qing Shan menyentuh setiap jengkal tubuhnya dengan kasar,menciuminya dengan nafsu yang berlebihan.Perasaan takut menjalar ditubuhnya.


Zhi Ruo mendorong Qing Shan, menutupi tubuhnya menggunakan selimut.


Qing Shan terkejut melihat ekspresi Zhi Ruo yang ketakutan dengan air mata mengalir di pipinya.


Qing Shan melepas selimut Zhi Ruo, lalu memeluknya dengan erat.


"Maafkan aku... jangan takut padaku"


Zhi Ruo membalas pelukan Qing Shan.


Qing Shan masih memeluk tubuh Zhi Ruo, membenamkan wajahnya di dada wanita itu.


"Yang Mulia Raja baik baik saja?'' tanya Zhi Ruo sambil membelai rambut panjang Qing Shan.


"Hari ini adalah hari kematian ibuku..."


Zhi Ruo memeluk Qing Shan, merasa kasihan padanya.


"Kau sangat mirip dengan ibuku... aku harap kau tidak akan meninggalkanku juga"


Zhi Ruo mencium lembut kepala Qing Shan "Saya tidak akan meninggalkan Yang Mulia Raja, bahkan di surga ataupun neraka saya akan mencari Yang Mulia Raja"


Qing Shan semakin memper erat pelukannya, melihat Zhi Ruo memakai hanfu milik ibunya membuatnya teringat akan kesedihan ibunya.


Zhi Ruo terus membelai rambut panjang Qing Shan, membuat pria itu lebih tenang.