
(Hari ke2)
Qing Shan dan lainnya telah sampai di sungai Huai,mereka menempuh perjalanan selama dua hari penuh dan ini sudah hampir tengah malam, hanya melewati beberapa kilometer lagi mereka akan sampai di Dinasti Shun, namun Qing Shan lebih memilih beristirahat di pinggiran sungai Huai yang indah. Sungai Huai terlihat indah dimalam hari dengan pepohonan dipinggirnya namun sungai Huai tidak selalu indah karna disetiap hujan turun air sungai ini akan meluap dan menyebabkan banjir, maka dari itu masyarakat disini menanam pepohonan agar air sungai tidak membanjiri kota.
Qing Shan teringat Zhi Ruo yang mirip dengan sungai ini, Zhi Ruo yang terlihat indah dan sangat cantik namun ketika kelemahannya terpancing ia menjadi meluap luap dalam kesedihannya seketika.
'Aku yang akan menjadi pohonnya.. aku yang akan membendung semua kesedihanmu' batin Qing Shan yang masih berdiri dipinggir sungai.
Pagi harinya(hari ke3)
Qing Shan berendam di air sungai Huai, Ma Chou berjaga tak jauh darinya sedangkan para jendral dan prajurit lainnya menyiapkan kuda kuda mereka.
Qing Shan sengaja membawa banyak pasukan demi keselamatannya karna walaupun Qing Shan termasuk kaisar yang ditakuti tetap saja akan banyak musuh yang mengincarnya.
Setelah semuanya siap, Qing Shan memakai hanfu barunya yang berwarna putih dengan jubah biru tua.
Ma Chou memimpin didepan bersama para jendral.
Mereka memasuki kota Xi'an, para penduduk menghormati Qing Shan karna Dinasti Ming dan Dinasti Shun saling bekerja sama.
Pintu gerbang terbuka, para penjaga menunduk hormat.
Dinasti Shun dipimpin oleh kaisar Li Zicheng yang saat ini tengah tersenyum menyambut kedatangannya.
Qing Shan turun dari kudanya dan menghampiri Li Zicheng, mereka sudah saling kenal sejak mereka berdua masih menjadi seorang pangeran.
"Apa perjalananmu lancar?"
"Ya...sangat lancar, bagaimana kabarmu ?apa permaisurimu sudah melahirkan?"
Qing Shan tertawa kecil "Aku sudah tertarik dengan satu wanita, tapi aku masih belum menjadikannya permaisuriku"
"Mengapa? apa dia kurang cantik?"
"Tidak.. dia sangat cantik, kau akan terkejut ketika melihatnya.. aku hanya menunggu sampai dia benar benar jatuh cinta padaku"
"Hahahaha... baiklah... ayo kita masuk, biarkan para pengawalmu beristirahat, aku sudah menyiapkan banyak makanan enak untuk mereka"
Qing Shan dan Li Zicheng duduk diruangan pribadi Li Zicheng sambil ditemani selir selir cantik yang menyuapi mereka buah buahan dan menuangkan arak.
Qing Shan dan Li Zicheng membicarakan tentang rencana mereka untuk melawan Dinasti Han. Qing Shan mendapat kabar bahwa Dinasti Han akan mencoba merebut kekuasaannya, maka dari itu ia dan Li Zicheng bekerja sama untuk melawan mereka.
Sebelumnya Dinasti Ming membantu Dinasti Shun yang hampir kalah dalam peperangan besar, sekarang adalah waktunya Dinasti Shun berbalas budi untuk membantu Dinasti Ming.
Setelah pembicaraan selesai, Qing Shan beristirahat di kamar yang sudah disediakan, ia menolak tawaran Li Zicheng memberinya selir yang cantik untuk menemaninya tidur karna dalam dua hari ini wajah Zhi Ruo selalu terbayang dibenaknya.
Di istana Ming
Zhi Ruo dan Jia Li pergi ke kebun untuk menemui elang milik Qing Shan.
Jia Li sempat melarangnya keluar dari kamar, namun Zhi Ruo memaksa karna kemarin seharian penuh merasa bosan berada didalam kamar.
"Ini sudah hari ketiga, Yang Mulia Raja pasti sudah sampai di Dinasti Shun nona"
"Umm.."