
Zhi Ruo duduk di sofa kamarnya, masih satu hari berlalu dan ia sudah merindukan Yang Mulia Rajanya.Ya... siapa yang tidak akan merindukan pria tampan yang sudah membantunya menghadapi kehidupannya? disaat kau bahkan sudah menyerah terhadap kehidupanmu, pria inilah yang menarikmu dan mendorongmu ke sebuah jalan kehidupan yang baru.
Zhi Ruo dan Jia Li berjalan mengelilingi seluruh kerajaan.
"Nona, didepan sana adalah gedung untuk penyiksaan dan para tahanan, sebaiknya nona jangan masuk kesana"
Zhi Ruo tersenyum kecil " Aku mengerti "
Mereka berhenti disebuah kebun kecil yang tak jauh dari gedung penyiksaan, Zhi Ruo dan Jia Li berhenti didepan sebuah kurungan besar berwarna hitam berisi seekor elang yang gagah.
"Nona, ini burung elang kesayangan Yang Mulia Raja, hanya pelayan khusus yang diperbolehkan merawat elang ini"
"Elang ini terlihat menawan, apa dia penurut?"
"Ya.. tapi hanya kepada Yang Mulia Raja dan pelayan yang merawatnya"
Mereka melanjutkan perjalanannya ke dapur istana, Jia Li menjelaskan semua peranan yang ada didalam istana. Zhi Ruo dan Jia Li kembali ke kamar.
Zhi Ruo duduk di sofa sedangkan Jia Li berdiri disebelahnya.
"Jia Li... duduklah bersamaku"
"Tidak perlu nona... saya hanya seorang pelayan, tidak pantas duduk dalam satu sofa bersama nona"
"Tidak ada siapa siapa disini, lagipula aku sudah menganggapmu sebagai adikku"
Jia Li berlutut di kaki Zhi Ruo dengan air mata mengalir di pipinya.
"Nona... apa nona bersungguh sungguh?"
Zhi Ruo membelai kepala Jia Li.
"Ya.. kau adikku"
Jia Li memeluk Zhi Ruo
"Terimakasih nona, ini suatu kehormatan bagi saya"
Di sisi lain, Qing Shan dan yang lainnya telah melewati kota Anhui, mereka beristirahat sejenak di sebuah hutan.
Ma Chou hanya memperhatikan gerak gerik Yang Mulia Rajanya itu yang tidak seperti biasanya.
Qing Shan duduk disebelah Ma Chou.
"Sudah berapa lama kita beristirahat?"
"Masih sekitar 15 menit Yang Mulia Raja"
Qing Shan menghela nafas.
Qing Shan membuka pedangnya dan membersihkannya.
"Entahlah... aku hanya tidak mau meninggalkannya terlalu lama"
"Mungkin Yang Mulia Raja sudah jatuh cinta padanya"
Qing Shan terdiam sesaat
"Aku tidak tau, hanya saja dia sangat menarik perhatianku"
"Yang Mulia Raja juga sudah lama tidak mengunjungi para selir".
"Kau juga sudah tau sejak awal aku tidak tertarik pada selirku bahkan mendiang permaisuriku"
Ma Chou tersenyum " Kalau begitu kita percepat saja perjalanannya Yang Mulia "
Qing Shan tersenyum "Baiklah"
Ma Chou ikut tersenyum, semenjak kehadiran Zhi Ruo Yang Mulia Rajanya itu menjadi lebih sering tersenyum.
Ma Chou sendiri dulunya adalah seorang rakyat biasa memiliki seorang istri dan satu anak perempuan berumur 3 tahun. Pernikahan mereka baru berjalan 5 tahun.Ma Chou bersama keluarganya hidup disebuah pegunungan, ia sudah berlatih pedang dari kecil.
Suatu hari Ma Chou pulang dari berburu, ia berjalan mendaki gunung menuju rumah kecilnya. Ia berlari sekencang kencang nya ketika mendengar keributan dirumahnya.
Ia menjatuhkan buruannya, badannya terasa sangat lemas mendapati istri nya yang sudah terbaring tak berdaya dengan baju yang robek dan pedang menancap di perutnya.
Dengan langkah berat ia menghampiri istrinya, mencoba membangunkannya.
"Sayangku.. bangunlah" teriak Ma Chou
Istrinya yang sudah sekarat tidak sanggup membuka matanya hanya menggerakkan bibirnya saja " Lian...."
Ma Chou segera berlari menuju arah yang ditunjuk istrinya, mencari Lian putrinya.
Ma Chou yang berlari seketika menghentikan langkahnya melihat seorang pria yang gagah tengah menggendong putrinya dan menggeret jasad laki laki dengan tangan kirinya.
Ma Chou segera berlutut "Yang Mulia Raja...."
Qing Shan menurunkan Lian, Lian menangis menghampiri ayahnya.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menyelamatkan istrimu... aku hanya mendengar suara jeritan dan ketika aku sampai istrimu telah tak sadarkan diri. Jadi aku memutuskan menyelamatkan putri kecil ini terlebih dulu"
Ma Chou memeluk kaki Qing Shan dengan air mata mengalir deras di pipinya.
Semenjak kejadian itu, Ma Chou menawarkan diri untuk menjadi pengawal Qing Shan sebagai balas budinya. Qing Shan menyetujuinya setelah mengetahui kelihaian Ma Chou dalam menggunakan pedang, sedangkan Lian anak Ma Chou dirawat di istana bersama para pelayan yang lain.