
"Putri Liqin" sapa Yelu.
"Y..yelu.."
"Apa putri sudah lama menunggu ?"
"Ah tidak... tidak apa apa"
Zuyu yang sedari tadi bersembunyi dibelakang Yelu segera menampakkan dirinya.
"Putri Liqin" sapanya.
"Dia teman saya, dia penjaga desa suku manchu"
Zuyu tersenyum sambil mengulurkan tangannya " Senang bertemu dengan anda, nama saya Zu Yunian, putri bisa memanggil saya Zuyu"
Yelu memukul pelan tangan Zuyu "Hei... jangan begitu"
"A.. apa ? kenapa? aku hanya mau berjabat tangan"
Liqin tertawa kecil "Haha... tidak apa apa Yelu, senang berkenalan denganmu Zuyu, aku Liqin...umm tidak perlu terlalu formal, karna aku sendiri sangat senang kalau kita bisa berteman"
Zuyu menggenggam kedua tangan Liqin.
"Terimakasih putri Liqin... saya sangat gembira mendengarnya"
"Zuyu... tolong tepati janjimu" sahut Yelu dengan nada kesal.
"Ahahaha... kalau begitu saya pergi dulu, selamat bersenang senang"
Zuyu berlari meninggalkan mereka berdua.
"Maaf atas ketidaksopanan Zuyu, putri"
"Tidak apa apa, aku menyukainya... dia sangat periang"
Yelu memandang bunga yang ada ditangan Liqin.
"Untuk apa putri membawa bunga ?"
"Oh.... tadi ada pangeran dari dinasti Shang, dia memberikanku bunga ini"
Yelu merasa kesal, bodohnya ia tidak membawa sesuatu untuk diberikan pada Liqin.
"Emm.. bagaimana kalau kita pergi sekarang?"
"Baiklah"
Liqin memerintahkan pengawalny untuk tidak mengikutinya, ia juga menitipkan bunga dari pangeran dinasti Shang pada mereka.
Yelu dan Liqin berjalan berdampingan.
Yelu memberanikan diri menggandeng tangan Liqin, ia bernafas lega karna Liqin sama sekali tidak menolaknya.
Suasana kota terlihat ramai dengan hiasan hiasan lampion dimana mana.
Para pedagang telah siap dengan barang dagangan mereka masing masing.
"Putri Liqin, disana tempat mereka menjual kue bulan, ayo kesana"
Yelu membawa Liqin ke stan penjual aneka macam kue bulan.Mereka harus mengantri terlebih karna saking ramainya pembeli.
Setelah cukup lama mengantri, akhirnya mereka mendapatkan kue bulan yang mereka inginkan.
"Putri Liqin... mau coba punya saya ?"
"Emm... boleh"
Yelu memberikan satu kue bulannya pada Liqin.
"Wah.. ini manis sekali"
"Ya.. ini kue bulan Dou Sha.. dari kacang hitam"
"Kalau begitu apa kau juga mau punyaku ? ini kue bulan Lian Rong"
"Saya sudah sering mencobanya.. di desa saya banyak sekali biji teratai, setiap hari suku manchu membuat kue bulan biji teratai"
"Wah... aku ingin kesana.. aku ingin ke desamu, pasti menyenangkan disana.. tidak seperti di istana, tertutup tembok besar"
"Suatu saat saya akan membawa putri Liqin kesana"
Liqin terdiam, tentu saja wajahnya merona.
Yelu menarik kembali tangannya yang masih mencubit pipi Liqin.
"Ah maafkan saya... maaf atas ketidaksopanan saya putri..." sahutnya.
Liqin tersenyum memperlihatkan wajahnya yang terlihat manis.
"Tidak apa apa,kalau Yelu yang melakukannya aku suka" sahut Liqin sambil menggigit kue bulannya.
Yelu terdiam mendengarnya, ia mencoba mencerna perkataan Liqin yang mengejutkan baginya.
Liqin menggandeng tangan Yelu.
"Ayo..kenapa diam saja ? aku mau melihat jepitan rambut disana"
"Ah... b.. baik"
Dikejauhan, dibalik pohon besar Zuyu bersembunyi.
Ia penasaran dengan apa saja yang dilakukan Yelu.
"Haah... kukira dia akan menciumnya... dasar penakut" gumamnya.
"Ya... menurutku juga begitu" sahut seseorang di belakangnya.
Zuyu menoleh, ia terkejut seketika melihat pria yang berdiri di belakangnya.
"Wahh.... ka... kau mengagetkanku.."
Pria itu masih diam tak bicara.
"Oh... aku ingat, kau kakak putri Liqin... pangeran Lang ?"
"Ya benar... tapi namaku Li Liang bukan Lang"
Zuyu tertawa kecil
"Maafkan saya pangeran Li Liang"
"Kulihat kau membuntuti Liqin ? apa kau merencanakan sesuatu ?"
"Ah tidak tidak... tentu saja tidak"
"Lalu ?"
"Saya hanya penasaran apa yang mereka lakukan... itu saja"
"Aku akan bilang kepada Yelu kalau kau membuntutinya"
"Ja..jangan pangeran, baik... baik... saya akan pergi sekarang"
Zuyu berlari pergi.
"Li Liang ?"
"A... ayah ?"
"Sedang apa kau disini ? dimana Liqin"
Li Liang menggandeng tangan ayahnya.
"A.. ayo kita kembali ke penginapan... ibu sudah merindukan ayah"
"Hah ?"
"I..iya benar... kulihat tadi ibu membeli pakaian yang cukup menggoda" bisiknya
Qing Shan terdiam sesaat.
"Baiklah... kita pulang sekarang"
(Kue bulan Lian Rong / kue bulan pasta biji teratai )