
Hari ini adalah hari perayaan lahirnya pangeran Li Liang dan putri Liqin, mereka genap berusia 18 tahun sekarang.
Penduduk kota Anhui ikut merayakannya dengan menghias seluruh kota dan juga menerbangkan lampion berwarna warni yang indah.
Li Liang dan Liqin sangat bersemangat karna ini akan jadi kali pertamanya bagi mereka berjalan jalan di kota Anhui tanpa Qing Shan dibelakang mereka, namun sebagai gantinya, Qing Shan menugaskan beberapa pengawal untuk mereka.
Li Liang mengenakan hanfu berwarna biru muda sedangkan Liqin mengenakan hanfu berwarna hijau muda dengan jepitan hijau dikepalanya.
Sebelumnya mereka selalu mengenakan cadar jika keluar dari istana, namun hari ini mereka tidak lagi memakainya.
Li Liang menaiki kuda putih milik Qing Shan,Liqin duduk dibelakang sambil memeluk badan kakaknya.
Pintu gerbang dibuka, Liqin tersenyum lebar melihat cahaya cahaya terang di kejauhan yang pastinya itu adalah cahaya dari lampion kota Anhui.
"Pegangan yang erat, aku tidak mau adik kecilku ini terjatuh" sahut Li Liang
Liqin mencubit perut Li Liang.
"Umur kita sama kak, hanya saja aku memang sangat imut seperti gadis kecil"
"Hahahaa...tapi laki laki suka wanita yang seksi, bukan seorang gadis kecil"
Liqin menjambak rambut Li Liang dengan gemas.
"Aw... aw...baiklah baik....aku bercanda, ayo berangkat"
Sampai di kota Anhui, Li Liang dan Liqin memilih untuk berjalan kaki. Seperti dugaan, para penduduk tidak ada yang mengenali wajah mereka.
"Kak..aku mau makan ayam panggang yang besar"
Li Liang menggandeng tangan Liqin, lalu membawanya ke kedai dan memesan 2 tusuk ayam panggang.
"Tempat menerbangkan lampionnya ada diujung sana" sahut Li Liang sambil menunjuk arah tempat lampion lampion.
"Setelah makan ayam panggang ayo kesana"
Setelah selesai menghabiskanayam panggangnya, mereka berjalan bergandengan tangan ke tempat menerbangkan lampion.
"Tunggu disini, aku akan mengantri membeli lampion disana"
Liqin mengangguk, sementara Li Liang segera mengantri untuk membeli lampion.
Liqin memandangi orang orang yang menerbangkan lampion bersama pasangannya, ada juga yang bersama keluarga dan teman temannya. Suasana disini sangat ramai ditambah anak anak kecil yang berlarian.
Liqin berjalan menuju tempat yang lebih sepi, ia melihat sebuah bangku lalu hendak duduk disana namun segerombolan pria menghadang jalannya. Bau arak yang menyengat keluar dari mulut mereka, membuat Liqin menutup hidungnya dengan tangannya. Liqin menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Li Liang, namun tidak dapat menemukannya.
"Jangan ganggu aku atau kalian akan menyesal !!!" bentak Liqin.
Pria pria itu hanya tertawa.
"Gadis kecil... jangan marah, ayo ikut kami"
Salah satu pria menarik tangan Liqin, namun selang beberapa detik kemudian, seorang pria tinggi dan tampan menarik Liqin dari belakang.
Pria itu mengenakan pakaian putih, rambut diikat namun masih terlihat sedikit acak acakan, dan juga memakai anting yang besar.
"Hey... jangan ganggu wanitaku!!" sahut pria itu dengan santainya.
Segerombolan pria itu seketika takut dan berlutut.
"Ka...kakak.. maafkan kami.. kami tidak tau gadis ini milik kakak"
"Pergi sana"
Segerombolan pria itu segera berlari pergi.
Liqin masih terdiam memandangi pria itu, pria itu terlihat sangat tampan dan juga pelukannya terasa hangat.
"Kau... tidak apa apa ?"
Liqin tersadar dari lamunannya "Eh ?"